Magetan Diterjang Cuaca Ekstrem, Dua Pohon Besar Tumbang dan Tutup Total Akses Jalan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Magetan pada Rabu siang (18/2/2026), memicu tumbangnya dua pohon sengon laut berukuran besar di dua titik berbeda. Kedua pohon roboh melintang di badan jalan hingga menutup akses warga dan menyebabkan lalu lintas lumpuh total untuk sementara waktu.
Insiden pertama terjadi di Jalan Raya Bayem Taman, Desa Bayem Taman. Sementara satu pohon lainnya tumbang di Jalan Raya Kelurahan Barat, tepat di perbatasan Desa Blaran dan Desa Ngumpul, Kecamatan Barat.
Laporan dari BPBD Magetan menyebutkan pohon di Bayem Taman memiliki lingkar batang sekitar 25 sentimeter. Adapun pohon di wilayah Barat jauh lebih besar, dengan lingkar batang mencapai kurang lebih 150 sentimeter.
Kedua pohon tersebut menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, arus kendaraan di dua lokasi itu sempat tidak bisa melintas sama sekali hingga proses penanganan selesai dilakukan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu laporan masuk dari warga.
“Laporan pertama diterima Pusdalops sekitar pukul 13.20 WIB. Tim TRC-PB segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan,” jelasnya.

Evakuasi dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUPR, perangkat kecamatan Kartoharjo dan Barat, perangkat Desa Bayem Taman serta Ngumpul, serta warga sekitar. Batang dan ranting dipotong menggunakan chainsaw dan alat manual.
“Sekitar pukul 15.00 WIB penanganan selesai dan akses jalan sudah bisa dilalui kembali,” tambahnya.
Eka menjelaskan bahwa hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang memang melanda sejumlah wilayah Magetan pada hari itu. Kondisi tersebut meningkatkan risiko tumbangnya pohon, terlebih yang berukuran besar atau sudah rapuh.
Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Saat hujan deras dan angin kencang, hindari berteduh atau melintas di bawah pohon besar, terutama yang tampak miring atau menyentuh kabel listrik. Itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini disebut sebagai pengingat bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada kondisi cuaca tidak menentu.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg


