Sabtu, 17 Okt 2026
Trending Tags

Waspada Cuaca Ekstrem di Madiun, Sejumlah Rumah Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 384
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ilustrasi cuaca ekstrim

Sinergia | Madiun – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah RT 07 Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (18/2/2026) sore. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan diterpa angin.

Warga setempat mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum atap rumah mereka terlepas dan berjatuhan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Salah satu warga terdampak, Samini, menuturkan angin datang secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur. “Awalnya hujan biasa, lalu terdengar suara gemuruh keras. Tiba-tiba atap rumah saya terangkat dan jatuh. Kami langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Keesokan paginya, relawan bersama personel TNI-Polri dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing serta memperbaiki atap rumah yang rusak. Proses perbaikan dilakukan secara swadaya sambil menunggu pendataan dari pemerintah daerah.

Image Not Found
rumah warga mengalami kerusakan diterjang angin kencang. Foto : Kris-Sinergia

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama puncak musim penghujan.

“Memasuki bulan Februari ini, wilayah Kabupaten Madiun masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, banjir, hingga tanah longsor. Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan segera mencari tempat aman saat hujan deras disertai angin kencang,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat menjauhi pohon-pohon besar serta bangunan yang rawan roboh saat terjadi angin kencang. Warga diimbau segera melapor kepada pemerintah desa atau instansi terkait apabila terjadi kondisi darurat.

BPBD memperkirakan puncak musim penghujan di Kabupaten Madiun akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2026. Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana serta memastikan keselamatan warga.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Pohon Mangga RobohTimpaRumah Warga

    Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Pohon Mangga RobohTimpaRumah Warga

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin yang melanda wilayah Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Selasa petang (21/10/2025), menyebabkan sebuah pohon mangga berukuran besar tumbang hingga menimpa rumah warga di Kelurahan Bulukerto. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, yaitu ketika hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur wilayah setempat. Pohon mangga dengan diameter mencapai 120 […]

    Bagikan
  • Rencana Rumah Penerima Bansos di Magetan Dipasangi Stiker 

    Rencana Rumah Penerima Bansos di Magetan Dipasangi Stiker 

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Rencana pemasangan stiker pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) mulai dibahas serius oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Namun, kebijakan tersebut masih melalui pertimbangan matang, terutama terkait dampak psikologis bagi warga penerima. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Magetan, Parminto Budi Utomo, mengatakan bahwa proses koordinasi […]

    Bagikan
  • Realisasi PAD Madiun Baru 59 Persen, Sektor PBB Kurang Rp9,6 Miliar Dikebut Jelang Jatuh Tempo

    Realisasi PAD Madiun Baru 59 Persen, Sektor PBB Kurang Rp9,6 Miliar Dikebut Jelang Jatuh Tempo

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun hingga 31 Agustus 2026 baru mencapai sekitar 59 persen atau Rp253,8 miliar dari target Rp433,2 miliar. Pemerintah Kabupaten Madiun kini menggenjot sejumlah sektor penerimaan, terutama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih menyisakan kekurangan Rp9,6 miliar menjelang jatuh tempo pembayaran. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah […]

    Bagikan
  • Makin Semrawut, Pemkot Madiun Tertibkan Kabel Fiber Optik

    Makin Semrawut, Pemkot Madiun Tertibkan Kabel Fiber Optik

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya penataan Kota Madiun terus dimasifkan. Salah satunya melalui penertiban jaringan kabel udara yang selama ini tampak semrawut di sejumlah ruas jalan. Diskominfo Kota Madiun bersama Dinas Perkim, Satpol PP, dan Dishub turun langsung melakukan penertiban kabel fiber optic yang dinilai mengganggu estetika kota. Kegiatan penertiban berlangsung di kawasan Tugu […]

    Bagikan
  • SILPA Magetan Masih Tinggi, DPRD Minta Perencanaan APBD Diperbaiki

    SILPA Magetan Masih Tinggi, DPRD Minta Perencanaan APBD Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Besarnya SILPA menjadi perhatian DPRD Kabupaten Magetan. Wakil Ketua DPRD Magetan, Suyatno, menilai tingginya SILPA perlu menjadi bahan evaluasi bersama antara legislatif dan eksekutif agar tidak terus berulang pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, masih tingginya SILPA dapat disebabkan oleh perencanaan yang kurang tepat maupun keterlambatan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Mohon Maaf, Sejumlah Perjalanan Terganggu Akibat Cuaca Ekstrem di Semarang

    KAI Daop 7 Madiun Mohon Maaf, Sejumlah Perjalanan Terganggu Akibat Cuaca Ekstrem di Semarang

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 (Daop 7) Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi akibat cuaca ekstrem di wilayah Daop 4 Semarang. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa pagi (28/10/2025) menyebabkan luapan air di jalur hulu dan hilir kilometer 2+3 hingga 3+0, […]

    Bagikan
expand_less