Berita Terkini
Trending Tags

Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 561
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore.

Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Kabupaten Madiun di Pondok Pesantren Al Basyariah, Kecamatan Pilangkenceng, dengan ketinggian lokasi sekitar 111 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketua LFNU PCNU Kabupaten Madiun, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal memang belum memungkinkan untuk diamati. Hasil rukyat tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.

“Ini istikmal, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari. Hasil pemantauan kami laporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari sidang isbat,” ujar Zainal.

Ia menambahkan, meski cuaca cerah sekalipun, hilal tetap tidak akan terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Kondisi mendung hanya semakin memperkecil kemungkinan pengamatan.

“Kalau tidak mendung pun, hilal masih di bawah ufuk. Jadi memang tidak mungkin terlihat,” katanya.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Madiun Muhammad Tafrikhan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa.

Ia menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari praktik ibadah yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Kami berharap masyarakat tetap guyub rukun dan tidak saling mencela, karena semuanya dalam rangka ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Meluas hingga 7 Hektare

    Kebakaran Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Meluas hingga 7 Hektare

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda lahan tanaman jati milik warga di kawasan Gunung Bungkuk, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (23/8/2026) sore. Api membakar lahan seluas sekitar tujuh hektare sebelum berhasil ditangani petugas dan warga. Penanganan kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 19.50 WIB setelah melibatkan BPBD Magetan bersama TNI, Polri, PMI, […]

    Bagikan
  • PSN di Kota Madiun Dikawal Ketat, Seluruh OPD Diminta Pantau Proyek hingga Proses di Kementerian

    PSN di Kota Madiun Dikawal Ketat, Seluruh OPD Diminta Pantau Proyek hingga Proses di Kementerian

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperketat pengawalan pelaksanaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) agar seluruh program dapat terealisasi sesuai target. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif mengawal setiap tahapan proyek, mulai dari penyediaan lahan hingga proses koordinasi di tingkat kementerian. Instruksi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F […]

    Bagikan
  • Bus Cendana Tabrak Bengkel Di Ponorogo, 5 Motor Rusak, 1 Orang Luka

    Bus Cendana Tabrak Bengkel Di Ponorogo, 5 Motor Rusak, 1 Orang Luka

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah bus menabrak bengkel di Jalan Madiun-Ponorogo, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo pada Minggu (23/3/2025) siang. Kecelakaan ini diduga akibat sopir bus kehilangan kendali saat menyalip kendaraan roda dua. Akibatnya, lima sepeda motor rusak dan satu orang mengalami luka ringan. Bus Cendana yang dikemudikan Febri Basir (40), warga Kelurahan Manguharjo, Kota […]

    Bagikan
  • Warga Serbu Penyaluran 20 Ton Beras Murah oleh Polres Ngawi

    Warga Serbu Penyaluran 20 Ton Beras Murah oleh Polres Ngawi

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebanyak 20 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disalurkan Polres Ngawi bersama Polsek jajaran kepada masyarakat, Senin (11/08/2025). Penyaluran dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolres Ngawi. Beras SPHP yang disediakan Perum Bulog Cabang Madiun itu dijual seharga Rp11.500 per kilogram. Tujuannya, menjaga kestabilan harga dan […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

    Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung. Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong […]

    Bagikan
  • Evakuasi Longsor Wagir Kidul Dilanjutkan, Akses Jalan Masih Tertutup

    Evakuasi Longsor Wagir Kidul Dilanjutkan, Akses Jalan Masih Tertutup

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Upaya pembersihan material longsor yang menimbun rumah warga dan menutup akses jalan antar-dukuh di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo, kembali dilakukan pada Jumat (21/11/2025). Proses evakuasi yang sempat terhambat kini kembali dilanjutkan dengan bantuan alat berat. Material longsor yang menutup badan jalan dan merusak rumah warga memiliki ukuran cukup besar […]

    Bagikan
expand_less