Berita Terkini
Trending Tags

Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 498
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore.

Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Kabupaten Madiun di Pondok Pesantren Al Basyariah, Kecamatan Pilangkenceng, dengan ketinggian lokasi sekitar 111 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketua LFNU PCNU Kabupaten Madiun, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal memang belum memungkinkan untuk diamati. Hasil rukyat tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.

“Ini istikmal, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari. Hasil pemantauan kami laporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari sidang isbat,” ujar Zainal.

Ia menambahkan, meski cuaca cerah sekalipun, hilal tetap tidak akan terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Kondisi mendung hanya semakin memperkecil kemungkinan pengamatan.

“Kalau tidak mendung pun, hilal masih di bawah ufuk. Jadi memang tidak mungkin terlihat,” katanya.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Madiun Muhammad Tafrikhan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa.

Ia menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari praktik ibadah yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Kami berharap masyarakat tetap guyub rukun dan tidak saling mencela, karena semuanya dalam rangka ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lindungi Konsumen, UPTD Metrologi Legal Rutin Laksanakan Tera Ulang Timbangan

    Lindungi Konsumen, UPTD Metrologi Legal Rutin Laksanakan Tera Ulang Timbangan

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – UPTD Metrologi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun melaksanakan tera ulang di Pasar Besa Madiun (PBM) pada Kamis (17/07/2025). Sejumlah pedagang membawa alat ukur timbangan kepada petugas. Tera ulang ini diperlukan untuk perbaikan timbangan yang tidak memenuhi standar kesesuaian. Kepala UPTD Metrologi Legal Disdag Kota Madiun, Tjatur Heri Siswanto mengungkapkan tera […]

    Bagikan
  • Teknisi WiFi Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan, Diduga Alami Serangan Jantung

    Teknisi WiFi Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan, Diduga Alami Serangan Jantung

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang teknisi jaringan internet ditemukan tewas di atas atap rumah warga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (30/3/2026) sore. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung saat melakukan perbaikan kabel WiFi seorang diri. Korban diketahui bernama Lukmanto (48), warga Madiun. Ia saat itu tengah memperbaiki jaringan internet di rumah milik Sumadi, […]

    Bagikan
  • Hendak Kabur, Polres Magetan Ringkus Tersangka Penggelapan Motor di Pelabuhan Tanjung Perak

    Hendak Kabur, Polres Magetan Ringkus Tersangka Penggelapan Motor di Pelabuhan Tanjung Perak

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan, Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus penggelapan sepeda motor dengan menangkap seorang tersangka yang hendak melarikan diri ke luar Pulau Jawa. Pelaku ER warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dibekuk petugas saat berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Rabu (07/05/2025) malam. Kasi Humas Polres […]

    Bagikan
  • Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    Miniatur Sound Horeg Laris Manis di Tengah Polemik Fatwa Haram, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah polemik fatwa haram terkait sound horeg yang dikeluarkan sejumlah pesantren di Jawa Timur, fenomena tersebut justru membawa berkah bagi Rafli Eko Nurcahyo (25), warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia tetap kebanjiran pesanan miniatur sound horeg yang ia produksi secara mandiri. Rafli yang juga pemilik RQ […]

    Bagikan
  • Tegaskan Tak Ada Pungli di SMAN 2 Mejayan, Kadisdik Jatim : Itu Sumbangan Sukarela

    Tegaskan Tak Ada Pungli di SMAN 2 Mejayan, Kadisdik Jatim : Itu Sumbangan Sukarela

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan tidak ditemukan unsur pungutan liar (pungli) di SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun. Hal ini disampaikan setelah ia melakukan inspeksi langsung menyusul dugaan pungli yang sempat mencuat di lingkungan sekolah tersebut. “Setelah saya bertemu langsung dengan pihak sekolah, komite, hingga siswa, saya […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    Wali Kota Maidi Garap Perkebunan dan Wisata Petik Melon

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari target 100 hari kerja yang berfokus pada peningkatan ekonomi. Salah satu fokus utama adalah memperbanyak perkebunan melon. “Untuk memenuhi kebutuhan melon di Kota Madiun yang mencapai puluhan ton, kita akan tanami bibit melon di lahan yang tidak […]

    Bagikan
expand_less