Berita Terkini
Trending Tags

Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 372
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore.

Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Kabupaten Madiun di Pondok Pesantren Al Basyariah, Kecamatan Pilangkenceng, dengan ketinggian lokasi sekitar 111 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketua LFNU PCNU Kabupaten Madiun, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal memang belum memungkinkan untuk diamati. Hasil rukyat tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.

“Ini istikmal, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari. Hasil pemantauan kami laporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari sidang isbat,” ujar Zainal.

Ia menambahkan, meski cuaca cerah sekalipun, hilal tetap tidak akan terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Kondisi mendung hanya semakin memperkecil kemungkinan pengamatan.

“Kalau tidak mendung pun, hilal masih di bawah ufuk. Jadi memang tidak mungkin terlihat,” katanya.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Madiun Muhammad Tafrikhan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa.

Ia menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari praktik ibadah yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Kami berharap masyarakat tetap guyub rukun dan tidak saling mencela, karena semuanya dalam rangka ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayur mayur, bumbu dapur, hingga produk peternakan. Berdasarkan pantauan di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (20/2/2026), sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang […]

    Bagikan
  • Lagi ! Kecelakaan di Perempatan Kletek, Mobil Panther Tubruk Innova

    Lagi ! Kecelakaan di Perempatan Kletek, Mobil Panther Tubruk Innova

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di perempatan Kletek, Jalan Raya Ponorogo–Magetan, Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan Sabtu (13/9/2025). Sebuah Toyota Innova hitam berpelat AE-1102-TX bertabrakan dengan Isuzu Panther biru bernopol E-1502-QF. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Isuzu Panther dikemudikan Wahyudi, warga Jenangan, Ponorogo, melaju dari arah timur menuju Plaosan. Pada saat bersamaan, […]

    Bagikan
  • Tas Berisi Ratusan Peluru Ditemukan di Tol Madiun, Polisi  Periksa Sejumlah Saksi

    Tas Berisi Ratusan Peluru Ditemukan di Tol Madiun, Polisi  Periksa Sejumlah Saksi

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Penemuan sebuah tas berisi ratusan amunisi peluru di pinggir jalan Tol Madiun KM 604 A pada jumat (15/08/2025) mengejutkan publik. Tim unit satreskrim Polres Madiun telah mengamankan barang bukti yang ditemukan oleh petugas kebersihan jalan tol itu.  Berdasarkan olah TKP sementara tas kuning berisi ratusan butir peluru di KM 604A, […]

    Bagikan
  • Keberhasilan Renovasi Panti Asuhan Citra Diri Diapresiasi Mabesad

    Keberhasilan Renovasi Panti Asuhan Citra Diri Diapresiasi Mabesad

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Renovasi Panti Asuhan Citra Diri mendapat apresiasi langsung dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). Tim Penilai yang dipimpin oleh Waaster Bid Tahwil, Komsos, dan Bakti TNI, Brigjen TNI Taufiq Shobri pun hadir meninjau hasil pembangunan. Taufiq menyebut, renovasi yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian TNI AD dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial di […]

    Bagikan
  • Menanamkan Rasa Syukur Lewat Berkurban dari Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan

    Menanamkan Rasa Syukur Lewat Berkurban dari Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Pusat Magetan

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PPSCP) Pusat Magetan menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban di Padepokan Agung PPSCP, Panekan, Magetan, pada Sabtu (07/06/2025). Momen ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur, tetapi juga menjadi ajang penghormatan kepada para pendiri perguruan: Eyang Wagiman, Eyang Kusdi, dan Eyang Mufani. Penyembelihan hewan […]

    Bagikan
  • Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh […]

    Bagikan
expand_less