Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 13
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore.

Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Kabupaten Madiun di Pondok Pesantren Al Basyariah, Kecamatan Pilangkenceng, dengan ketinggian lokasi sekitar 111 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketua LFNU PCNU Kabupaten Madiun, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal memang belum memungkinkan untuk diamati. Hasil rukyat tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.

“Ini istikmal, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari. Hasil pemantauan kami laporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari sidang isbat,” ujar Zainal.

Ia menambahkan, meski cuaca cerah sekalipun, hilal tetap tidak akan terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Kondisi mendung hanya semakin memperkecil kemungkinan pengamatan.

“Kalau tidak mendung pun, hilal masih di bawah ufuk. Jadi memang tidak mungkin terlihat,” katanya.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Madiun Muhammad Tafrikhan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa.

Ia menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari praktik ibadah yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Kami berharap masyarakat tetap guyub rukun dan tidak saling mencela, karena semuanya dalam rangka ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemkab Magetan tampaknya masih kedodoran dalam urusan memperbaiki infrastruktur irigasi. Ribuan kilometer saluran membentang, tetapi sebagian besar hanya bisa menunggu giliran perbaikan. Ironisnya, sekitar Rp. 2,1 miliar yang sudah dialokasikan justru ditarik kembali pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan, Yuli Karyawan Iswahyudi, […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia yang tinggal di sebuah gubuk reyot di tepian Bantaran Madiun akhirnya mau direlokasi. Meski awalnya menolak, keduanya akhirnya setuju untuk dipindahkan setelah dibujuk oleh Wali Kota Madiun, Maidi. Mereka pun dipindahkan sementara ke shelter Dinsos PPPA Kota Madiun yang terletak di Jalan Srindit Kelurahan Nambangan Kidul.  Kisah pasangan […]

    Bagikan
  • Anak SMP Dianiaya Karena Diduga Curi Velg Truk, Aktivis Desak Penegakan Hukum

    Anak SMP Dianiaya Karena Diduga Curi Velg Truk, Aktivis Desak Penegakan Hukum

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP di Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan menyita perhatian publik. Setelah rekaman video kekerasan itu beredar luas, sejumlah aktivis menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit. Insiden terjadi pada Kamis malam (27/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Tiga remaja […]

    Bagikan
  • Perlintasan KA Di Magetan Dibuka Usai Kecelakaan Maut, Polisi Perketat Penjagaan

    Perlintasan KA Di Magetan Dibuka Usai Kecelakaan Maut, Polisi Perketat Penjagaan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Perlintasan kereta api berpintu di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali dibuka secara normal pada Senin (19/05/2025) petang setelah sempat ditutup akibat kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres dan tujuh pemotor. Kecelakaan pada Senin siang saat KA Malioboro Ekspres relasi Purwokerto–Malang menabrak tujuh pengendara sepeda motor […]

    Bagikan
  • TMMD ke-124 Nganjuk, Mendukung Ketahanan Pangan dengan Pembangunan Sumur Bor

    TMMD ke-124 Nganjuk, Mendukung Ketahanan Pangan dengan Pembangunan Sumur Bor

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Nganjuk terus menunjukkan keperkasaannya dalam upaya mengakselerasikan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berbagai pembangunan infrastruktur terus dikejar dalam pelaksanaan TMMD di Kota Angin itu, sebutan lain untuk Kabupaten Nganjuk, Sabtu (10/05/2025). Termasuk pembangunan 5 unit sumur bor yang salah satunya di Dusun Bajulan, Desa […]

    Bagikan
  • Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah balon udara tanpa awak jatuh dan menimpa atap rumah warga di Dusun Tenggang, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, pada Sabtu malam (05/04/2025) sekitar pukul 22.45 WIB. Insiden ini menyebabkan bagian atap rumah terbakar dan beberapa peralatan rusak dilalap api. Kejadian tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial. […]

    Bagikan
expand_less