Berita Terkini
Trending Tags

Anak SMP Dianiaya Karena Diduga Curi Velg Truk, Aktivis Desak Penegakan Hukum

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anak SMP Dianiaya Karena Diduga Curi Velg Truk, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP di Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan menyita perhatian publik. Setelah rekaman video kekerasan itu beredar luas, sejumlah aktivis menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Insiden terjadi pada Kamis malam (27/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Tiga remaja yang diduga masih berstatus pelajar SMP dipergoki warga saat hendak mengambil besi velg truk di sebuah bengkel. Dua remaja berhasil melarikan diri, sementara seorang anak BA, 14 tahun, tertangkap dan menjadi korban tindakan main hakim sendiri.

Dalam video amatir yang beredar, korban dipukul menggunakan besi dan selang, ditendang, diinjak kepalanya, hingga diikat menggunakan tali tambang. Tidak ada warga sekitar yang tampak mencoba menghentikan aksi kekerasan tersebut.

“Anak itu sudah meminta ampun, tetapi pukulan terus diberikan. Masyarakat seharusnya melerai, bukan membiarkan. Dugaan pencurian bisa diproses, tetapi begitu pula penganiayaannya,” ujar Aktivis Republik Damai Indonesia, Norman Susanto, Senin (01/12/2025).

Norman menambahkan, tindakan mengikat dan terus memukul korban setelah ia tidak berdaya menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan warga sudah melampaui batas. “Anak seperti ini seharusnya dibina. Bila memang bersalah, ada jalur hukum dan pembinaan, bukan perlakuan kasar,” tegasnya.

Ia memastikan aktivis siap mendampingi korban, terutama karena peristiwa tersebut berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang. Korban sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum dan Anak (RSUA) Aisyiyah Ponorogo.

Kabag Humas RSUA, Muh. Arbain, melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa BA mengalami sejumlah luka memar pada bagian muka dan lengan atas, meski tidak ditemukan tanda-tanda tulang retak. “Anaknya mengalami lebam di beberapa bagian tubuh. Setelah dilakukan pemeriksaan, hari ini sudah kami perbolehkan pulang,” jelasnya.

Kini, kepolisian tengah menunggu hasil lengkap pemeriksaan medis sebagai dasar proses hukum. Polisi juga menelusuri dugaan tindak pidana ganda dalam peristiwa tersebut, yakni pencurian velg truk dengan nilai sekitar Rp. 120 ribu dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, yang diduga dilakukan pemilik bengkel. Proses penyelidikan terus berlangsung, dan publik kini menantikan langkah tegas aparat untuk menangani dua unsur pidana sekaligus dalam insiden tersebut.(Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok dr. Yunus Mahatma Tercatat Pernah Pimpin RSUD dr Sayidiman Magetan

    Sosok dr. Yunus Mahatma Tercatat Pernah Pimpin RSUD dr Sayidiman Magetan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sosok dr Yunus Mahatma rupanya bukan nama baru di dunia kesehatan publik Jawa Timur. Sebelum menjabat sebagai Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, ia pernah memimpin RSUD dr Sayidiman Magetan. Jejak kepemimpinannya pun masih tercatat dalam laman resmi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Magetan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya […]

    Bagikan
  • MK Putuskan Pilkada Magetan PSU di 4 TPS

    MK Putuskan Pilkada Magetan PSU di 4 TPS

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Bupati dan Wakil Bupati Magetan pada Senin (24/2/2025). Hasilnya, Pilkada Magetan dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sidang  Putusan dipimpin oleh Hakim Ketua Suhartoyo, dengan dihadiri oleh Kuasa Hukum Paslon 03 Sujatno – Ida Yuhana Ulfa sebagai […]

    Bagikan
  • Tiga Ribu Massa Bakal Memadati Pendopo Muda Graha Menyambut Bupati dan Wabup Madiun

    Tiga Ribu Massa Bakal Memadati Pendopo Muda Graha Menyambut Bupati dan Wabup Madiun

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sedikitnya tiga ribu massa relawan harmonis dan warga di bumi kampung pesilat diprediksi bakal tumpah ruah memenuhi pendopo Muda Graha, Kamis (20/02/2025) malam. Ribuan massa ini bakal  hadir guna menyambut kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Madiun serta melakukan doa bersama usai pelantikan Hari Wuryanto dan dr Purnomo Hadi. Kepala Dinas […]

    Bagikan
  • Kunjungan Wisata di Magetan Naik 50 Persen saat Libur Sekolah, Telaga Sarangan Tetap Jadi Favorit

    Kunjungan Wisata di Magetan Naik 50 Persen saat Libur Sekolah, Telaga Sarangan Tetap Jadi Favorit

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Momen libur sekolah tahun ini membawa dampak signifikan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Magetan. Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi, khususnya Telaga Sarangan, mengalami peningkatan tajam, terutama pada akhir pekan. Menurut Didik Kurniawan, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, peningkatan kunjungan di akhir pekan mencapai […]

    Bagikan
  • Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria asal Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, M. Mulyanto (51), kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah kedapatan memberikan laporan palsu ke polisi. Yang bersangkutan sebelumnya mengaku menjadi korban perampokan saat membawa uang selamatan sebesar Rp. 12,4 juta. Namun, belakangan terungkap, uang tersebut justru ia habiskan untuk […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat Madiun Kekurangan Siswa, Kuota SD Baru Terisi 32 dari 90 Siswa

    Sekolah Rakyat Madiun Kekurangan Siswa, Kuota SD Baru Terisi 32 dari 90 Siswa

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Sosial Kabupaten Madiun kini tengah berpacu dengan waktu menjelang operasional penuh Sekolah Rakyat besutan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Di tengah persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan pada akhir bulan ini, pemenuhan kuota bagi calon siswa rupanya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Untuk memastikan kesiapan fisik anak-anak […]

    Bagikan
expand_less