Berita Terkini
Trending Tags

Menjelang Lebaran, Gas Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Langka, Warga Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lebih dari dua pekan warga di Ngawi kesulitan mendapatkan gas melon, (13/3/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Sudah lebih dari dua pekan, warga kesulitan mendapatkan gas melon tersebut di tingkat pengecer. Hal itu membuat sebagian dari warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, situasi tersebut membuat warga harus berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain. Namun, gas tetap sulit didapat. Kalaupun tersedia, harganya melonjak drastis hingga mencapai Rp35.000 per tabung, jauh di atas harga sebelumnya yang berkisar Rp22.000.

Warohmah, salah satu warga, mengaku kondisi ini terjadi sejak awal Ramadan. “Susah pak, susah. Semenjak puasa itu elpiji sudah langka. Kalau tidak, warga terpaksa pakai kayu bakar. Kalau pun ada, harganya 30 ribu ke atas,” ujarnya.

Para pengecer juga mengaku kewalahan. Jatah pengiriman dari pangkalan disebut mengalami pengurangan signifikan, dari semula 50–60 tabung menjadi hanya sekitar 20 tabung per minggu. Kondisi ini membuat mereka tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan.

“Parah pak, parah. Elpiji langka. Saya saja hanya dijatah 20 sekarang, sebelumnya 50 sampai 60 tabung per minggu. Penyebabnya tidak tahu, katanya barang langka,” tutur Margo Sampun, salah satu pengecer di wilayah tersebut.

Kendati demikian, tidak ada konfirmasi mengenai pengurangan kuota dari pihak distributor ataupun SPBE. Namun, awak media tidak mendapatkan kesempatan melakukan peliputan di pangkalan karena pemilik melarang pengambilan gambar.

Kelangkaan gas juga dirasakan para pedagang kuliner di sepanjang Jalan Raya Desa Kedunggalar. Banyak pedagang harus berburu gas hingga ke desa tetangga, dengan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per tabung.

Ayu Ekowati, pedagang ayam goreng, mengaku kondisi ini sangat menyulitkan. “Susah pak mencari ke sana kemari. Harganya pun 30 ribu sampai 35 ribu. Terpaksa kita beli karena jualan kita gunakan gas,” kata Ayu.

Bahkan sebagian pedagang terpaksa menutup sementara lapak dagang karena tidak mendapatkan pasokan gas untuk memasak.

Tidak hanya di Kedunggalar, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram juga dirasakan warga di sejumlah desa di Kecamatan Widodaren. Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengecekan distribusi serta memastikan ketersediaan pasokan menjelang Lebaran, saat kebutuhan masyarakat meningkat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Letda Cke Isdayun Yang Menggeluti Bertani Tebu

    Cerita Letda Cke Isdayun Yang Menggeluti Bertani Tebu

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di luar kesibukannya sebagai prajurit TNI AD, Letda Cke Isdayun yang kesehariannya menjabat sebagai Paur Penrem 081/DSJ juga menjadi petani tebu. Lahan tebu yang digarapnya itu seluas 1,25 hektare dan berada tak jauh dari rumahnya. Dari budidaya tebu yang dilakukan, ia mengaku dapat memberikan dampak bagi keluarga dan membantu para anggotanya. […]

    Bagikan
  • Polsek Ponorogo Bagikan Makan Sahur Untuk Pencari Nafkah Dini Hari

    Polsek Ponorogo Bagikan Makan Sahur Untuk Pencari Nafkah Dini Hari

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Bulan suci Ramadhan kerap menjadi momen bagi masyarakat untuk berbagi, terutama dalam menyediakan makanan berbuka puasa. Namun, hal berbeda dilakukan jajaran Polsek Ponorogo dengan membagikan makan sahur kepada para pekerja yang mencari nafkah pada dini hari. Program yang dijalankan ini menyasar para pencari nafkah yang kesulitan mendapatkan makanan sahur, seperti […]

    Bagikan
  • Bapanas dan Satgas Pangan Pantau Stabilitas Harga Beras di Kota Madiun

    Bapanas dan Satgas Pangan Pantau Stabilitas Harga Beras di Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri, Ditkrimsus Polda Jawa Timur, Satgas Pangan Kota Madiun, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Kota Madiun, serta Dinas Perdagangan Provinsi dan Kota Madiun, melakukan monitoring pengendalian harga beras di Kota Madiun, Jumat (24/10/2025). Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko […]

    Bagikan
  • Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    Dua Truk Adu Banteng di Madiun, Satu Pengemudi Luka-Luka

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua truk terlibat kecelakaan di Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu (06/12/2025). Kecelakaan melibatkan Pick Up Mitsubishi L300 bernomor polisi AE 8643 GC yang dikemudikan Budi Pranoto (30), warga Desa Kecamatan Geger, dan truk boks Isuzu ekspedisi nopol L 9374 N […]

    Bagikan
  • Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    Aksi Nekad Remaja 16 Tahun di Madiun Diduga Akibat Depresi

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja berinisial ARP (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di samping kamar kakek buyutnya, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12) sore.  Belum diketahui pasti penyebab aksi remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Endah […]

    Bagikan
  • Elemen Masyarakat Magetan Kompak Deklarasi Jaga Keamanan Bersama TNI-Polri

    Elemen Masyarakat Magetan Kompak Deklarasi Jaga Keamanan Bersama TNI-Polri

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan pendekar perguruan silat, anggota Banser, hingga kader PP Muhammadiyah di Kabupaten Magetan menggelar deklarasi kebersamaan untuk mendukung TNI-Polri menjaga stabilitas wilayah. Deklarasi ini berlangsung bersamaan dengan Apel Siaga Gabungan pengamanan aksi “Rakyat Magetan Bersuara” yang digelar PC PMII Magetan di sekitar Gedung DPRD dan Polres Magetan, Senin (01/09/2025). Apel tersebut […]

    Bagikan
expand_less