Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Bapanas dan Satgas Pangan Pantau Stabilitas Harga Beras di Kota Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 202
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Badan Pangan Nasional melakukan monitoring pengendalian harga beras di Kota Madiun, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri, Ditkrimsus Polda Jawa Timur, Satgas Pangan Kota Madiun, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Kota Madiun, serta Dinas Perdagangan Provinsi dan Kota Madiun, melakukan monitoring pengendalian harga beras di Kota Madiun, Jumat (24/10/2025).

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan harga beras tetap stabil menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurutnya, harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah saat ini adalah Rp. 13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp. 14.900 per kilogram untuk beras premium. Andriko menegaskan, pemerintah menargetkan agar dalam satu minggu ke depan seluruh harga beras di Indonesia sudah sesuai dengan ketentuan HET tersebut.

“Kami harap dalam seminggu ke depan semua harga beras bisa mengikuti HET. Bila masih ada pelanggaran, akan dilakukan pendalaman terhadap izin edar maupun izin usaha para pedagang,” ujar Andriko.

Selain melakukan pemantauan harga, Satgas Pangan juga membawa sampel beras dari sejumlah lokasi untuk diperiksa di laboratorium. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesesuaian kualitas dan jenis beras yang dijual di pasaran. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pelaku usaha berisiko mendapatkan sanksi berupa pencabutan izin edar.

Dari hasil pemantauan di Kota Madiun, Andriko menyebutkan bahwa harga beras di ritel modern sudah sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Namun, di pasar tradisional, harga masih bervariasi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa harga gabah di tingkat petani juga telah disesuaikan dengan kenaikan harga pembelian pemerintah, yakni mulai dari Rp. 6.500 per kilogram sebagai batas terendah.

“Dengan penyesuaian harga di tingkat petani dan pengawasan yang ketat, kami berharap stabilitas harga beras bisa segera terwujud di seluruh daerah,” pungkasnya

Surya – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah milik Misran (46), warga Dukuh Balipanjang, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Misran diketahui tengah berada di dapur. Tiba-tiba, bagian kuda-kuda atap rumah patah dan menyebabkan bangunan ambruk. Diduga kuat, […]

    Bagikan
  • Rocky Gerung Bedah Marhaenisme di Magetan, Ajak Generasi Muda Bangun Tradisi Berpikir Kritis

    Rocky Gerung Bedah Marhaenisme di Magetan, Ajak Generasi Muda Bangun Tradisi Berpikir Kritis

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gagasan Marhaenisme dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa di tengah perubahan zaman. Namun, pemikiran yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tidak cukup dipahami sebagai sejarah perjuangan semata, melainkan harus menjadi metode berpikir dalam membaca persoalan sosial, ekonomi, politik, hingga lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini. Pesan tersebut […]

    Bagikan
  • Purnomo Hadi Resmi Pimpin PKB Madiun, Muhtarom Akhiri 22 Tahun Kepemimpinan dengan Warisan Aset dan Prestasi

    Purnomo Hadi Resmi Pimpin PKB Madiun, Muhtarom Akhiri 22 Tahun Kepemimpinan dengan Warisan Aset dan Prestasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tongkat estafet kepemimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Madiun resmi berganti. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun periode 2026–2031, menggantikan H. Muhtarom yang mengakhiri pengabdiannya setelah memimpin partai berlambang bola dunia itu selama 22 tahun sejak 2004. Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan agenda […]

    Bagikan
  • Pengabdian Puluhan Tahun, Kisah Tumirin Baru Diangkat PPPK di Usia 57 Tahun

    Pengabdian Puluhan Tahun, Kisah Tumirin Baru Diangkat PPPK di Usia 57 Tahun

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan pegawai honorer di Kabupaten Ponorogo akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka. Sebanyak 378 orang resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam upacara di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Kamis (24/07/2025). Wajah-wajah penuh haru terlihat memenuhi ruangan, salah satunya Tumirin, 57 tahun, asal Kecamatan Sukorejo. […]

    Bagikan
  • Kakak Adik Penambang Batu di Ponorogo Tewas Tertimbun Longsor

    Kakak Adik Penambang Batu di Ponorogo Tewas Tertimbun Longsor

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Nasib tragis menimpa kakak beradik asal Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Keduanya tewas tertimbun material longsor saat menambang batu di bantaran Sungai Dung Gamping, Jumat (05/09/2025). Kedua korban diketahui bernama Tukimun (44) dan Sarno (50). Selain mereka, terdapat satu korban selamat, Leri Windaryanto (36), yang mengalami luka di bagian kaki […]

    Bagikan
  • Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan

    Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Puluhan petani di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendatangi kantor desa setempat. Mereka meminta kejelasan distribusi pupuk subsidi untuk musim tanam (MT) kedua yang hingga kini belum tersalurkan. Keterlambatan distribusi membuat para petani cemas. Pasalnya, pemupukan yang tidak tepat waktu dikhawatirkan berimbas pada menurunnya hasil panen, bahkan berpotensi gagal. Permasalahan […]

    Bagikan
expand_less