Mobil Terjun ke Parit Saat Ditinggal Salat, Diduga Lupa Tarik Rem Tangan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi AE 1208 RI terperosok ke parit di Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026). Insiden tersebut terjadi saat kendaraan ditinggal pemiliknya menunaikan ibadah salat di masjid setempat.
Peristiwa bermula ketika mobil milik Sukma, warga Kecamatan Poncol, diparkir di halaman Masjid Bani Solan. Namun, saat ditinggal Salat Dhuha, kendaraan tiba-tiba bergerak mundur dan masuk ke parit di sekitar lokasi parkir.
Dugaan sementara, kejadian itu dipicu kelalaian pengemudi yang tidak mengaktifkan rem tangan saat memarkir kendaraan. Kondisi halaman parkir yang sedikit miring memperparah situasi hingga mobil meluncur dengan sendirinya.
Petugas keamanan masjid, Sunario, mengungkapkan bahwa pemilik kendaraan merupakan jamaah yang rutin beribadah di masjid tersebut.
“Pemilik mobil sudah sering salat di sini. Saat itu beliau sedang salat, kemungkinan lupa menarik rem tangan. Sekitar hampir setengah jam kemudian, mobil diketahui sudah masuk ke parit,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat kejadian kondisi lalu lintas di sekitar lokasi relatif sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kecelakaan lain.
Sementara itu, Kapolsek Sukomoro AKP Tri Cahya Budi Hartono menjelaskan, berdasarkan keterangan pengemudi, kendaraan memang ditinggal dalam kondisi terparkir di area yang agak menurun.
“Diduga pengemudi lupa mengaktifkan rem tangan sehingga kendaraan mundur dengan sendirinya. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini,” katanya.
Polisi memastikan mobil telah berhasil dievakuasi dari parit. Karena tidak menimbulkan korban maupun kerugian pihak lain, penanganan selanjutnya diserahkan kepada pemilik kendaraan.
AKP Tri Cahya juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan. “Pastikan kendaraan dalam posisi aman, rem tangan aktif, dan diparkir sesuai tempatnya agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






