Nurisha Kitana Tepati Janji Pulang Kampung, Siap Bangun Magetan Lewat Pendidikan dan Gerakan Sosial
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Nama Nurisha “Risha” Kitana, mahasiswi Universitas Indonesia (UI) sekaligus aktivis muda asal Magetan, kembali menjadi sorotan publik. Kehadirannya di Magetan Campus Expo 2026 di GOR Ki Magetan, Sabtu (24/1/2026), menjadi bukti bahwa ia tak pernah lupa janji untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah kelahirannya.
Risha, putri asli Maospati, datang bukan sekadar berbagi pengalaman kuliah di kampus bergengsi. Ia membawa misi besar: menginspirasi generasi muda Magetan agar berani bermimpi dan percaya diri menembus batas.
Ditemui usai menjadi pembicara, Risha menceritakan ulang perjalanan yang tidak mudah hingga bisa diterima di UI. Pada 2022, ia menjadi satu-satunya siswa asal Magetan yang lolos UI melalui jalur rapor, sekaligus penerima beasiswa KIP Kuliah dan beasiswa eLuni FEB UI.
“Perjalanan sampai UI cukup panjang. Saya harus mempertahankan nilai, berjuang di masa Covid, dan sempat ragu karena keterbatasan biaya. Tapi kalau berani mencoba dan cari solusi, nggak ada yang nggak mungkin untuk bisa kuliah di ibukota,” ujar Risha.
Selain menempuh studi Ilmu Politik FISIP UI, Risha dikenal sebagai Founder Gandeng ODGJ, komunitas yang fokus pada pemberdayaan penyintas gangguan jiwa dan kampanye kesehatan mental. Komunitas ini kini aktif di delapan kota di Indonesia.

Dari kiprahnya itu, ia mendapat kesempatan menjadi delegasi UNICEF Indonesia pada Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda, Februari 2025. Tidak hanya hadir, Risha juga menjadi pembicara internasional atas undangan UNICEF Headquarter.
“Saya diminta bicara tentang youth empowerment, terutama advokasi akar rumput di Gandeng ODGJ. Semua pendanaan difasilitasi oleh UNICEF UK, AstraZeneca, dan UNICEF Indonesia,” jelasnya.
Gandeng ODGJ yang ia bangun memiliki banyak program berkelanjutan, mulai dari Mental Health Roadshow, kampanye kesehatan mental, clean up day, hingga kolaborasi dengan panti rehabilitasi mental.
“Kami membuka ruang kolaborasi bagi komunitas yang ingin mengadakan kegiatan bersama panti rehabilitasi. Fokus kami adalah mengurangi stigma dan memberi pemberdayaan,” katanya.
Meski memiliki kesempatan besar di tingkat nasional hingga internasional, Risha menegaskan bahwa Magetan tetap rumah tempat ia kembali.
“Insya Allah akan kembali ke Magetan. Sekarang sedang cari jalan supaya bisa pulang dan berkontribusi. Kalau pun tidak bisa kembali sepenuhnya, saya ingin tetap terlibat lewat rekomendasi kebijakan atau mungkin dengan membuat yayasan,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa Ilmu Politik, Risha menyebut salah satu cita-citanya adalah memberikan dampak konkret bagi masyarakat Magetan.
“Mohon doanya. Insya Allah apa pun langkahnya bisa bermanfaat untuk warga Magetan,” tambahnya.
Di tengah aktivitasnya, Risha kini menjalani magang di Kantor Utusan Presiden RI Bidang Pariwisata, sekaligus mengembangkan program Gandeng ODGJ.
Kedatangannya ke Magetan hari itu juga sebagai pemateri dalam sesi “Strategi Masuk Kampus Impian, Beasiswa, dan Tips Kuliah”.
Di akhir wawancara, Risha menyampaikan pesan penuh harapan. “Jangan takut bermimpi. Jangan merasa kecil hanya karena dari daerah. Selagi punya potensi dan berani mencoba hal baru, kenapa tidak? Tetap semangat dan jangan mengubur mimpinya,” ucapnya.(Kus/Krs).
- Penulis: Kusnanto

