Pagelaran Sanggar Karya Madiun, Ajang Kreativitas dan Pelestarian Budaya Lokal
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 82
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Suasana malam di Taman Kota Caruban pada Sabtu (28/3/2026) terasa berbeda. Meski sempat diguyur hujan dan genangan air menghiasi beberapa sudut area, semangat ratusan penonton tak surut untuk menyaksikan penampilan para murid dari Sanggar Karya Madiun.
Sebanyak 150 peserta didik tampil dalam gelaran bertajuk “Gelar Karya”, menampilkan beragam kesenian tradisional seperti tari, dongkrek, karawitan, hingga pencak silat. Tak hanya menjadi ajang unjuk bakat, acara ini juga menjadi momentum peluncuran lagu terbaru berjudul Madiun Bersahaja.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menyebut malam itu sebagai momen luar biasa bagi masyarakat.
“Ini keren sekali. Sanggar Karya di bawah Mas Andika menjadi salah satu aset penting dalam menjaga nilai etika, budaya, dan akhlak masyarakat”, ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal atau uri-uri agar tidak semakin tergerus zaman. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, turut memberikan semangat kepada para peserta. Ia mengaku terkesan dengan penampilan anak-anak yang tetap maksimal meski kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Adik-adik ini luar biasa. Ini levelnya seharusnya tidak hanya di sini, tapi bisa sampai tingkat yang lebih tinggi”, tuturnya.
Puji juga menilai kegiatan seni memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga keberanian tampil di depan umum. Ia optimistis para peserta memiliki mental juara yang bisa dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
Sementara itu, pemilik Sanggar Karya Madiun, Andika Agustino Wella Mahendra, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar ujian akhir, tetapi juga ruang ekspresi bagi siswa.
“Hari ini bukan hanya ujian, tetapi ajang untuk menampilkan kreativitas dan bakat anak-anak. Kita juga ingin mereka bisa berkarya, termasuk melalui peluncuran lagu baru”, jelasnya.
Ia menambahkan, latihan untuk penampilan ini telah dipersiapkan selama satu semester. Salah satu keunikan Sanggar Karya adalah penggunaan musik live sebagai pengiring tari, bukan sekadar rekaman.
“Harapannya tentu generasi muda ini mampu melestarikan warisan budaya lokal seperti dongkrek, karawitan, hingga seni tari tradisional. Juga tadi dilaunching lagu Madiun Bersahaja”, tegasnya.
Di tengah rintik hujan dan keterbatasan kondisi, semangat para peserta justru menjadi sorotan utama. Dengan kostum yang tetap rapi dan senyum yang tak luntur, mereka membuktikan bahwa kecintaan terhadap seni mampu mengalahkan segala hambatan.
“Harapannya semoga anak-anak ini yang sudah kita stimulus sejak PAUD ini sampai dengan dewasa bisa meneruskan warisan leluhur, khususnya kesenian tradisional”, pungkas Andika.
Malam itu, Taman Kota Caruban bukan sekadar ruang publik, melainkan panggung harapan bagi lahirnya generasi muda yang mencintai budaya dan siap membawa nama Kabupaten Madiun ke tingkat yang lebih tinggi. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






