Berita Terkini
Trending Tags

Kecelakaan Maut Bus Arga Mas di Tol Solo–Ngawi, Sopir Bus Tewas dan Puluhan Penumpang Luka-Luka

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • visibility 1.667
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kecelakaan di tol Solo-Ngawi antara truk dan bus, (21/3/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi Km 566+700 A, masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden melibatkan sebuah bus penumpang dan truk yang berhenti di bahu jalan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 31 penumpang mengalami luka-luka.

Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menerangkan bahwa kecelakaan bermula ketika bus Agra Mas bernomor polisi B 7546 KGA yang dikemudikan Moch Supro, 36, melaju dari arah barat menuju timur dengan membawa 29 penumpang serta dua kru.

Di lajur yang sama, sebuah truk Isuzu Giga bermuatan bawang dengan pelat BE 8969 HR berhenti di bahu jalan. Berdasarkan keterangan saksi, pengemudi bus diduga tidak menyadari kondisi lalu lintas di depannya.

“Pengemudi bus diduga kurang mengantisipasi situasi sehingga ketika jaraknya sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Bagian depan bus menghantam belakang truk,” jelas Yuliana.

Benturan keras membuat bagian depan bus ringsek parah. Sejumlah penumpang terpental dan mengalami luka-luka. Total 32 orang menjadi korban dalam insiden tersebut, termasuk sopir bus yang sebelumnya mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia saat dalam perawatan.

Sebagian penumpang mengalami patah tulang, luka robek di wajah, hingga memar. Beberapa anak-anak dan balita juga tercatat mengalami luka ringan serta syok akibat kejadian ini.

Image Not Found
Korban kecelakaan dibawa ke RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan penanganan, Foto : Kus-Sinergia

Seluruh korban dievakuasi ke RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas kepolisian bersama tim medis langsung melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi sesaat setelah kejadian.

Yuliana menambahkan bahwa dugaan awal mengarah pada kelalaian pengemudi bus yang tidak menjaga jarak aman serta kurang memperhatikan kondisi lalu lintas. Kondisi truk yang berhenti di jalur turut memperburuk situasi.

“Kami masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti di lapangan agar penyebab pastinya dapat dipastikan,” ujarnya.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar lebih waspada, menjaga jarak aman, serta mematuhi aturan berhenti di jalur bebas hambatan untuk mencegah insiden serupa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangis Keluarga Korban Pecah saat Bertemu Agus Penjaga Perlintasan JPL 08

    Tangis Keluarga Korban Pecah saat Bertemu Agus Penjaga Perlintasan JPL 08

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suasana tangis pecah saat keluarga korban kecelakaan maut di perlintasan kereta api JPL 08, Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat Magetan bertemu dengan Agus Supriyanto di Mapolres Magetan pada Selasa (27/05/2025). Dalam unggahan di akun Instagram resmi @humas.polresmagetan, pertemuan pria 49 tahun itu dengan keluarga korban difasilitasi langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP […]

    Bagikan
  • Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jumlah wisatawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur diklaim mengalami peningkatan pada 2025. Namun, hal itu tidak berdampak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. PAD sektor pariwisata di Magetan pada 2025 ini mencapai Rp. 20,2 miliar dari target Rp. 21,2 miliar. Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • 20 Orang Tersesat di Lereng Tengah Hutan, 2 Diantaranya Sempat Terkena Reruntuhan Batu

    20 Orang Tersesat di Lereng Tengah Hutan, 2 Diantaranya Sempat Terkena Reruntuhan Batu

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 20 orang dari komunitas hiking Thunak Thunuk Madiun terjebak di Lereng Tengah Hutan, Perbatasan Desa Kepel dengan Desa Kuwiran Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun pada Minggu petang (19/1/2025). Beruntungnya, saat ini puluhan pendaki telah dievakuasi dan dikumpulkan di sebuah tempat ibadah GKJW untuk terus ditenangkan. Ketua Komunitas hiking Thunak Thunuk, […]

    Bagikan
  • Rookie Dragbike 2025, Upaya Polres Magetan Tekan Balap Liar dan Kenakalan Remaja

    Rookie Dragbike 2025, Upaya Polres Magetan Tekan Balap Liar dan Kenakalan Remaja

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Magetan menggelar ajang balap resmi bertajuk Bhayangkara Rookie Dragbike 2025, Minggu (29/06/2025), di Sirkuit Non Permanen Jalan Pasar Sayur, Magetan. Ajang ini menjadi strategi konkret kepolisian dalam menekan praktik balap liar sekaligus menyalurkan bakat generasi muda ke jalur yang legal dan aman. Kapolres […]

    Bagikan
  • Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

    Panen Perdana, Wisatawan Serbu Kebun Kelengkeng Madigondo Magetan, Bisa Petik Sendiri

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebun kelengkeng yang dikelola Pemerintah Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, menarik perhatian publik setelah untuk pertama kalinya membuka wisata petik buah. Baru dibuka beberapa jam, 10 dari 120 pohon yang siap panen langsung ludes dipetik pengunjung Rabu (7/1/2026). Wisatawan tidak hanya datang dari Magetan, tetapi juga dari Madiun, Ngawi, hingga […]

    Bagikan
  • Bau Mebeler Senilai Rp 400 Juta Menghangat Seiring Tumpukan Sampah Yang Menyengat

    Bau Mebeler Senilai Rp 400 Juta Menghangat Seiring Tumpukan Sampah Yang Menyengat

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bau menyengat dari tumpukan sampah di TPS Pasar Sayur Caruban, Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Di tengah persoalan yang tak kunjung terurai, publik justru dihadapkan pada kabar pengadaan mebeler senilai Rp 400 juta di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Keluhan itu mencuat pada Selasa (5/5/2026). […]

    Bagikan
expand_less