Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Pengabdian Puluhan Tahun, Kisah Tumirin Baru Diangkat PPPK di Usia 57 Tahun

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • visibility 161
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebanyak 378 orang resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan pegawai honorer di Kabupaten Ponorogo akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka. Sebanyak 378 orang resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam upacara di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Kamis (24/07/2025).

Wajah-wajah penuh haru terlihat memenuhi ruangan, salah satunya Tumirin, 57 tahun, asal Kecamatan Sukorejo. Setelah 25 tahun menjadi tenaga honorer, ia baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan enam bulan sebelum memasuki masa pensiun.

“Kesempatan ini datang hanya sekali. Usia saya sudah 57 tahun, dan enam bulan lagi pensiun. Tapi saya tetap ambil, meski tahu tidak akan mendapat tunjangan pensiun,” tutur Tumirin usai pelantikan.

Perjalanan Tumirin tak mudah. Pernah gagal pada seleksi honorer K2, ia tetap setia mengabdi sebagai penjaga kantor kecamatan sejak 1999. Honor pertamanya hanya Rp. 30 ribu per bulan, lalu naik menjadi sekitar Rp. 1,2 juta sebelum pengangkatan PPPK. Demi mencukupi kebutuhan keluarga, ia juga bekerja sebagai buruh tani.

“Bagian tersulit itu menghadapi tes CAT (Computer Assisted Test), karena saya tidak terbiasa dengan komputer. Tapi saya belajar pelan-pelan dan bersyukur bisa lolos,” ujarnya.

Katijo Menunggu 16 Tahun, Kini Sudah Diangkat sebagai PPPK

Kisah Tumirin bukan satu-satunya. Katijo, pegawai honorer dari Kecamatan Pudak, mengaku sudah mengabdi sejak awal 2000-an. Dalam beberapa bulan ke depan, ia pun memasuki masa pensiun. Sementara Jemarin dari Kecamatan Sawoo mengingat honor pertamanya hanya Rp150 ribu per bulan, dan terakhir sebelum diangkat sebagai ASN menerima Rp1 juta per bulan.

Pelantikan ini didominasi oleh pegawai berusia di atas 40 tahun. Bahkan, tak sedikit di antaranya yang akan segera memasuki masa pensiun. Dari total 378 orang, 358 diangkat untuk formasi teknis, lima tenaga kesehatan, dan 17 tenaga pendidik.

Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita yang memimpin pelantikan menyampaikan apresiasinya. “Pengangkatan ini adalah buah kerja keras para pegawai honorer untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Meski sebagian besar dari mereka tak akan menikmati masa pengabdian panjang sebagai ASN, status PPPK tetap menjadi kebanggaan setelah puluhan tahun menunggu kepastian.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beli Motor Pakai Jutaan uang Koin, Showroom di Ponorogo Heboh

    Beli Motor Pakai Jutaan uang Koin, Showroom di Ponorogo Heboh

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana tak biasa terjadi di sebuah dealer sepeda motor di Kabupaten Ponorogo, Senin (01/09/2025). Seorang warga Desa Sendang, Kecamatan Ngrayun, mendatangi showroom tersebut dengan membawa empat karung dan satu kardus berisi uang koin. Uang receh pecahan Rp500 dan Rp1.000 itu dipakai untuk membeli sepeda motor baru seharga Rp20,4 juta. Adalah Sunarta, […]

    Bagikan
  • Warga Tanjungsepreh Protes Jalan Rusak, Tolak Truk ODOL Angkut Tanah Urug Melintas

    Warga Tanjungsepreh Protes Jalan Rusak, Tolak Truk ODOL Angkut Tanah Urug Melintas

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Puluhan warga Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar aksi protes atas kerusakan parah Jalan Cempaka, Rabu (04/06/2025). Warga menolak keras truk over dimension over loading (ODOL) bermuatan tanah urug melintas di jalan desa mereka. Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk bertuliskan: “Truk Over Dimensi Over Loading (ODOL) Muatan […]

    Bagikan
  • Harga Cabai hingga Bawang Melonjak di Madiun Saat Momen Tahun Baru Islam

    Harga Cabai hingga Bawang Melonjak di Madiun Saat Momen Tahun Baru Islam

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Madiun mengalami lonjakan saat peringatan Tahun Baru Islam tahun ini. Di Pasar Caruban Baru, Kecamatan Mejayan, setidaknya tiga komoditas utama mengalami kenaikan harga secara bersamaan. “Cabai, bawang merah, dan sayuran dari Magetan semuanya naik,” ungkap Suyati, salah satu pedagang di pasar tersebut […]

    Bagikan
  • WOW !! Nata Hotel Jadi Hotel Bintang Empat Pertama di Ngawi

    WOW !! Nata Hotel Jadi Hotel Bintang Empat Pertama di Ngawi

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Bagi pendatang maupun wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Ngawi kini tidak perlu bingung lagi mencari hotel untuk bermalam. Kini, di Kabupaten Ngawi resmi mempunyai hotel Bintang Empat pertama di pusat kota setelah dilaksanakan Grand Opening Nata Hotel Ngawi pada Senin (03/02/2025) lalu. Nata Hotel Ngawi dilengkapi 90 kamar eksklusif yang […]

    Bagikan
  • Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    Pasar Gula Macet, Petani Tebu Madiun Menjerit 13 Minggu Tak Terbayar

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Memasuki panen raya tebu, ratusan petani di Kabupaten Madiun terancam bangkrut karena tidak menerima pembayaran hasil panen selama 13 minggu. Sejak Juli 2025, gula petani tak terserap pasar akibat stok melimpah dan mandeknya program penyerapan pemerintah. “Petani tebu setengah mati tidak bisa hidup karena gula tidak laku. Sudah 13 minggu […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Kaji Perampingan OPD, Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen Mulai 2027

    Pemkab Magetan Kaji Perampingan OPD, Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen Mulai 2027

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mulai menyiapkan langkah strategis untuk menyesuaikan struktur birokrasi menjelang penerapan penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD). Salah satu opsi yang kini dikaji adalah penggabungan atau perampingan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya efisiensi […]

    Bagikan
expand_less