Berita Terkini
Trending Tags

Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjahit Seragam di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga Stop Orderan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jelang sekolah, usaha jahit seragam panen rezeki musiman. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia| Magetan – Memasuki masa persiapan tahun ajaran baru 2026/2027, permintaan jasa jahit seragam sekolah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan. Tingginya pesanan membuat sejumlah penjahit kewalahan memenuhi permintaan pelanggan, bahkan sebagian memilih menghentikan sementara penerimaan order baru agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Salah satu penjahit yang merasakan lonjakan tersebut adalah Edi Purwanto, pemilik usaha jahit di Jalan Kelud, Kelurahan Magetan. Ia mengatakan pesanan mulai berdatangan sejak sekitar dua bulan terakhir dan terus meningkat menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Menurut Edi, tiga orang penjahit yang bekerja di tempat usahanya kini harus menyelesaikan pesanan seragam dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, baik negeri maupun swasta. Padatnya antrean membuat kapasitas produksi telah terisi penuh.

“Sudah sekitar seminggu ini saya tidak menerima pesanan lagi karena tenaga yang ada sudah penuh. Kalau dipaksakan, khawatir hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.

Edi menuturkan, lonjakan permintaan menjelang tahun ajaran baru merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Namun, pada tahun ini pesanan datang lebih awal sehingga waktu produksi menjadi lebih padat dibanding biasanya.

Dalam sehari, setiap penjahit di tempat usahanya mampu menyelesaikan satu hingga dua pasang seragam sekolah. Untuk ongkos jahit, Edi mematok tarif berkisar Rp150.000 hingga Rp160.000 per pasang, bergantung pada model dan tingkat kesulitan pengerjaan.

Meski harga bahan penunjang seperti benang terus mengalami kenaikan, ia memilih mempertahankan tarif jasa jahit agar pelanggan tetap merasa terbantu dan tidak beralih ke tempat lain.

“Saya hanya menerima jasa jahit. Kalau sekalian menyediakan kain juga bisa, tetapi tentu ada biaya tambahan,” katanya.

Lonjakan pesanan juga dirasakan Sri Mulyani, penjahit yang telah menjalankan usaha bersama suaminya sejak dekade 1990-an. Menurutnya, permintaan seragam sekolah meningkat dibanding hari-hari biasa seiring dimulainya tahun ajaran baru.

Meski demikian, Sri menilai jumlah pesanan tahun ini belum seramai musim penerimaan peserta didik baru pada tahun sebelumnya. Saat ini, ia bersama suaminya mampu menyelesaikan sekitar satu stel seragam sekolah setiap hari.

“Alhamdulillah, pesanan memang naik karena anak-anak segera masuk sekolah, tetapi kalau dibandingkan tahun lalu masih sedikit lebih sepi. Sehari saya sama suami bisa nyelesaiin satu stel seragam sekolah,” ungkapnya.

Meningkatnya permintaan jasa jahit menjelang tahun ajaran baru menunjukkan masih tingginya minat masyarakat untuk membuat seragam secara khusus sesuai ukuran anak. Kondisi ini sekaligus menjadi berkah musiman bagi pelaku usaha jahit di Magetan yang setiap tahun memperoleh tambahan pendapatan dari momentum masuk sekolah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Korsleting Listrik, Kandang Sapi di Ponorogo Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Kandang Sapi di Ponorogo Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah kandang sapi milik Kasman (65), warga Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, terbakar hebat pada Jumat malam (03/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap kandang yang lokasinya berada persis di samping rumah korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. […]

    Bagikan
  • Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemkab Magetan tampaknya masih kedodoran dalam urusan memperbaiki infrastruktur irigasi. Ribuan kilometer saluran membentang, tetapi sebagian besar hanya bisa menunggu giliran perbaikan. Ironisnya, sekitar Rp. 2,1 miliar yang sudah dialokasikan justru ditarik kembali pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan, Yuli Karyawan Iswahyudi, […]

    Bagikan
  • Denpom V/1 Madiun Tegakkan Tertib Berlalu Lintas di Lingkungan TNI

    Denpom V/1 Madiun Tegakkan Tertib Berlalu Lintas di Lingkungan TNI

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Denpom V/1 Madiun melakukan pemeriksaan surat-surat dan kelengkapan kendaraan bermotor milik anggota Korem 081/DSJ dan Satdisjan (satuan dinas jawatan) Madiun, Senin (10/11/2025). Pemeriksaan dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pahlawan. Pemeriksaan tersebut merupakan langkah Denpom V/1 Madiun dalam penegakan hukum disiplin tata tertib di lingkungan TNI. “Sesuai dengan rencana kegiatan operasi […]

    Bagikan
  • PSHT Pusat Madiun Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp. 4 Miliar Lebih Untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

    PSHT Pusat Madiun Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp. 4 Miliar Lebih Untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bantuan kemanusiaan untuk para korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terus mengalir. Seperti pemberangkatan bantuan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun pada Minggu (14/12/2025) di Padepokan Graha Krida Budaya Jalan Merak Kota Madiun. Total bantuan kemanusiaan senilai Rp. 4 miliar […]

    Bagikan
  • TKD Dipotong Rp. 261 M, DPRD Ponorogo Soroti Defisit APBD 2026

    TKD Dipotong Rp. 261 M, DPRD Ponorogo Soroti Defisit APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Kabupaten Ponorogo menyoroti kondisi keuangan daerah yang diproyeksikan defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna dengan agenda pembacaan nota pengantar Rancangan APBD 2026 oleh Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita di Gedung DPRD pada Rabu (19/11/2025). Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno,  menegaskan bahwa […]

    Bagikan
  • Ini Jawaban Wali Kota Madiun terkait PU Fraksi DPRD soal Raperda P-APBD 2025

    Ini Jawaban Wali Kota Madiun terkait PU Fraksi DPRD soal Raperda P-APBD 2025

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum (PU) fraksi DPRD Kota Madiun terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Jawaban Wali Kota Madiun itu dibacakan oleh Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun […]

    Bagikan
expand_less