
Sinergia | Kab. Madiun – Isu penumpukan gula di gudang pabrik gula kembali mencuat. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Timur VIII, Guntur Sasono, menegaskan persoalan tersebut merugikan masyarakat karena berdampak pada harga konsumsi di pasaran.
Hal itu ia sampaikan usai menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis (25/09/2025).
“Gula yang menumpuk di gudang akhirnya merugikan konsumsi rakyat. Kadang masalah struktur harga, ada yang lebih mementingkan keuntungan daripada kepentingan masyarakat. Seperti beras, produksinya banyak tapi masih saja melimpah di gudang,” ungkap Guntur.
Politisi Demokrat itu berjanji segera turun langsung meninjau gudang pabrik gula dalam waktu dekat.
“Insyaallah satu sampai dua minggu lagi saya akan turun ke gudang-gudang itu. Karena produksi melimpah, gudangnya penuh. Ini harus kita carikan solusi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), Soemitro Samadikoen, turut menyoroti polemik penggabungan dua anak perusahaan BUMN, yakni PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan ID FOOD, dalam pengelolaan gula petani.
Menurut Soemitro, pemerintah tidak boleh gegabah dalam melakukan merger perusahaan tanpa kajian yang matang.
“Ya memang kita sebetulnya tidak boleh dengan mudah, dikit-dikit gabung. Dua perusahaan anak BUMN ini memang sama-sama bergerak di bidang gula, tapi kalau cakupannya banyak ya ID FOOD. Dan ID FOOD selama ini telah dikelola dengan lebih bagus,” jelasnya pada Jumat (26/09/2025).
Soemitro menegaskan ribuan ton gula petani yang kini menumpuk di gudang bukan berada di bawah pengelolaan ID FOOD.
“Selama ini gula petani di ID FOOD sudah dijamin harganya minimal sama dengan Harga Patokan (HP) Rp14.500 sampai selesai musim bibit. Jadi bukan di ID FOOD yang macet,” tegasnya.
Ia juga menilai kehadiran Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Guntur Sasono ke lapangan melihat potensi tebu dan gula rakyat menunjukkan adanya perhatian serius terhadap sektor perkebunan tebu.
“Saya pikir itu pasti beliau punya pemikiran. Setidak-tidaknya kami ingin menyampaikan agar jangan terlalu gampang melakukan penggabungan perusahaan. Gabung belum tentu membuat keadaan lebih baik, justru kadang menimbulkan kekhawatiran baru,” tandasnya.
Tova Pradana – Sinergia