Pilu! Anak 4 tahun Menunggu Sang Ibu Yang Meninggal di Atas Motor
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 49 menit yang lalu
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Sebuah video yang memperlihatkan balita berusia empat tahun berada di samping ibunya yang meninggal dunia di atas sepeda motor viral di media sosial Threads. Peristiwa memilukan itu terjadi di Jalan Raya Ponorogo–Pacitan, tepatnya di Desa Gombang, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Lu’luatun Ninah, 38, warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung. Dalam rekaman video amatir berdurasi sekitar 15 detik tersebut, korban terlihat masih dalam posisi duduk di atas sepeda motor yang berhenti di tepi jalan. Kepalanya tertunduk hingga bersandar pada stang motor, sementara kedua tangannya tampak lemas terjuntai ke bawah.
Di dekatnya, sang anak yang masih berusia empat tahun berada di sisi motor. Rekaman singkat tersebut mengundang keprihatinan warganet, terlebih setelah diketahui bahwa korban merupakan ibu dari empat anak yang selama ini berjuang menghidupi keluarganya seorang diri.
Ahmad Idham, tokoh masyarakat Desa Jebeng, mengatakan almarhumah dikenal sebagai sosok pekerja keras. Sehari-hari, korban berjualan daun pisang untuk memenuhi kebutuhan hidup keempat anaknya setelah sang suami, Samsudin, meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.
“Almarhumah merupakan ibu yang pekerja keras. Biasanya dia jual daun pisang untuk menghidupi keempat anaknya,” ungkap Ahmad Idham.
Menurut Ahmad, saat kejadian korban sedang dalam perjalanan untuk mengobati anaknya di Desa Gombang. Korban diduga merasa tidak enak badan sebelum akhirnya berhenti di perjalanan.
“Kronologi kemarin, korban mau mengobati anaknya. Mungkin karena merasa tidak enak badan, beliau berhenti dan ternyata meninggal dunia,” imbuhnya.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Kepergian Lu’luatun membuat keempat anaknya kehilangan sosok ibu yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka setelah lebih dahulu ditinggal sang ayah.
Kapolsek Slahung AKP Pitoyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut lokasi korban ditemukan berada di depan tempat pencucian sepeda motor, di sebelah utara Polsek Slahung.
“Benar, kemarin lokasinya di depan cucian motor yang berada di utara Polsek Slahung,” kata Pitoyo.
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk berobat ke bidan di Desa Gombang. Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, petugas berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.
“Info yang kami terima, ibu tersebut pamitan kepada keluarga untuk berobat ke bidan di Desa Gombang. Kami koordinasi dengan nakes, kami cek, ternyata yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Pitoyo menambahkan, keempat anak korban kini diasuh oleh pihak keluarga. “Untuk anak-anak korban sekarang diasuh oleh keluarganya,” imbuhnya.
Viralnya video tersebut menggerakkan kepedulian warganet Ponorogo. Sejumlah warga berinisiatif menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan keempat anak korban.
Maya Nikasari, influencer asal Ponorogo, mengatakan masyarakat merasa prihatin dengan kondisi anak-anak yang ditinggalkan. Usia mereka masih relatif kecil, sementara mereka membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
“Warganet Ponorogo sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Anak-anaknya masih kecil, yang paling besar sekolah dasar,” ujar Maya.
Menurut Maya, penggalangan dana dilakukan melalui patungan warga. Jumlah donasi yang terkumpul masih dalam proses penghitungan, tetapi diperkirakan telah mencapai puluhan juta rupiah.
“Hasil patungan donasi warga ini masih belum kami hitung. Kemungkinan sudah Rp60 juta,” ungkapnya.
Donasi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan keempat anak korban.
Kepedulian masyarakat menjadi harapan bagi anak-anak tersebut untuk tetap mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang layak. Setelah kehilangan kedua orang tua, dukungan keluarga besar dan masyarakat diharapkan dapat membantu mereka melewati masa sulit ini. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krz/Diez





