Berita Terkini
Trending Tags

Polemik Kantor Desa Serag, Kades Klarifikasi ke DPMD Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 12
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala DPMD Kabupaten Ponorogo, Toni Sumarsono, Foto :Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Polemik pembangunan Kantor Desa Serag, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Kabupaten Ponorogo telah menerima klarifikasi langsung dari Kepala Desa Serag.

Kepala DPMD Kabupaten Ponorogo, Toni Sumarsono, mengatakan hingga kini belum ada pemanggilan resmi terhadap Pemerintah Desa Serag karena pihaknya belum menerima laporan tertulis terkait persoalan tersebut.

Namun, Kepala Desa Serag disebut datang langsung ke kantor DPMD pada Senin untuk memberikan klarifikasi.

“Kalau pemanggilan kita belum, laporan tertulis juga belum. Tapi Senin Kepala Desa datang ke kantor sendiri untuk klarifikasi. Kita tanya secara keseluruhan,” kata Toni.

Dalam klarifikasi tersebut, Kepala Desa Serag menjelaskan alasan pembongkaran kantor desa. Menurut Toni, berdasarkan keterangan kepala desa, kondisi bangunan sebelumnya sudah rapuh sehingga dikhawatirkan membahayakan apabila tetap digunakan.

“Kalau versi kepala desa, desa sudah rapuh semua. Kalau tidak dirubuhkan, ditakutkan akan membahayakan,” jelasnya.

Setelah dilakukan mekanisme musyawarah di desa, Pemerintah Desa Serag kemudian merencanakan pembangunan kembali kantor desa secara bertahap.

Untuk tahap awal, pembangunan direncanakan berupa pembangunan tembok dan pilar.

Toni mengatakan, setelah pihaknya mempelajari penjelasan yang disampaikan pemerintah desa, rencana tersebut dinilai tidak menyalahi aturan.

“Setelah kita pelajari kesemuanya itu tidak menyalahi aturan,” ujarnya.

Terkait waktu pelaksanaan pembangunan, Toni menjelaskan pembangunan tersebut dalam perencanaan anggaran direncanakan mulai Agustus namun harus mundur. Hal itu mempertimbangkan berbagai agenda di desa dan telah mendapatkan persetujuan Badan Permusyawaratan Desa atau BPD.

Kepala Desa Serag juga disebut datang ke DPMD untuk meminta petunjuk terkait pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Kepala desa datang ke kantor itu minta petunjuk kepada saya,” kata Toni.

Toni juga menjelaskan bahwa anggaran desa tidak selalu tersedia seluruhnya sejak awal tahun. Pendapatan Asli Desa maupun sumber pendapatan lainnya memiliki tahapan pencairan sehingga pelaksanaan kegiatan harus menyesuaikan ketersediaan anggaran.

“Namanya anggaran di desa tidak ready di awal. Jadi PAD dan semua pencairannya tidak 100 persen di awal,” jelasnya.

Di tengah klarifikasi tersebut, muncul pula sorotan masyarakat melalui media sosial terkait kondisi Kantor Desa Serag sebelum dibongkar.

Dalam unggahan akun TikTok @lensa_ponorogo, ditampilkan dokumentasi kondisi Kantor Desa Serag yang disebut berasal dari tahun 2024.

Dalam dokumentasi tersebut, bagian dalam kantor terlihat masih digunakan untuk aktivitas masyarakat. Unggahan itu kemudian mempertanyakan apakah kondisi kantor pada saat itu sudah tidak layak sehingga harus dibongkar.

Sorotan tersebut menjadi bagian lain dari polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Sementara berdasarkan klarifikasi Kepala Desa kepada DPMD, pembongkaran dilakukan karena bangunan dinilai sudah rapuh dan dikhawatirkan membahayakan apabila tetap digunakan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Sugiarto, juga menyatakan Pemkab akan melakukan koordinasi dengan DPMD dan melibatkan Inspektorat untuk membahas persoalan Desa Serag.

Pembangunan kembali kantor desa disebut mulai berjalan pada 2026 dengan pola multiyears. Pemerintah Desa Serag sebelumnya menyampaikan alokasi tahap awal sekitar Rp110 juta, sedangkan kebutuhan pembangunan secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Sementara kantor desa belum kembali tersedia, pelayanan administrasi masyarakat untuk sementara dilakukan di bangunan lain.

Kini, persoalan Kantor Desa Serag menjadi perhatian di tingkat Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Koordinasi lintas OPD, termasuk DPMD dan Inspektorat, akan menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut mengenai pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Penyelewengan Pokir DPRD Magetan Naik ke Penyidikan, Kejari Dalami Aliran Dana

    Kasus Dugaan Penyelewengan Pokir DPRD Magetan Naik ke Penyidikan, Kejari Dalami Aliran Dana

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Penanganan dugaan penyelewengan anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Magetan memasuki tahap lanjutan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan resmi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan setelah menemukan indikasi kuat adanya unsur pidana. Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, menjelaskan bahwa peningkatan status tersebut telah dilakukan beberapa hari lalu. Ia […]

    Bagikan
  • Memanah Sambil Berkuda, 81 Atlet Dari 3 Provinsi Unjuk Ketangkasa

    Memanah Sambil Berkuda, 81 Atlet Dari 3 Provinsi Unjuk Ketangkasa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebanyak 81 atlet dari Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur unjuk ketangkasan dalam kompetisi panahan berkuda yang digelar di Lapangan Nongkodono, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Senin (21/07/2025). Ajang bertajuk Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga pertaruhan konsentrasi, keseimbangan, dan pengendalian diri. Para peserta harus […]

    Bagikan
  • Deteksi Pesawat Asing, TNI AU Paksa Mendarat di Lanud Iswahjudi

    Deteksi Pesawat Asing, TNI AU Paksa Mendarat di Lanud Iswahjudi

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satuan radar di bawah kendali Komando Sektor II (Kosek II) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Iswahjudi mendeteksi keberadaan pesawat asing. Pesawat tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin terbang (Flight Clearance), sehingga memicu respons cepat dari unsur pertahanan udara. Komandan Lanud Iswahjudi segera menginstruksikan unsur tempur Skadron Udara 15 […]

    Bagikan
  • Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

    Wagiyem, Nenek 66 Tahun Asal Magetan yang Bertahan dengan Keset Sabut Kelapa

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sebuah sudut Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tangan renta seorang nenek tampak lincah memilin sabut kelapa. Ia adalah Wagiyem (66), sosok pekerja keras yang tetap produktif di usia senjanya. Dengan ketelatenan dan kesabaran, Wagiyem menenun helai demi helai sabut kelapa menjadi keset kaki tradisional — warisan turun-temurun […]

    Bagikan
  • SPMB Jatim 2026, DPRD Kota Madiun Soroti Kuota SMA dan Siapkan Posko Pengaduan

    SPMB Jatim 2026, DPRD Kota Madiun Soroti Kuota SMA dan Siapkan Posko Pengaduan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi I DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun dan perwakilan SMA/SMK Negeri di Kota Madiun, Sabtu (9/5/2026). Rapat tersebut membahas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 yang mengalami sejumlah perubahan signifikan sekaligus menyoroti persoalan keterbatasan kuota SMA Negeri di […]

    Bagikan
  • Diduga Sengaja Dimatikan Oknum, Pohon Ratusan Tahun di Ponorogo Akhirnya Ditebang

    Diduga Sengaja Dimatikan Oknum, Pohon Ratusan Tahun di Ponorogo Akhirnya Ditebang

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Sebuah pohon yang diperkirakan berusia ratusan tahun di Jalan Arif Rahman Hakim, Kabupaten Ponorogo, ditebang petugas setelah mati dan mengering. Pohon tersebut diduga sengaja dimatikan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan cara mengebor batang pohon dan memberikan cairan tertentu. Penebangan dilakukan karena kondisi pohon dinilai membahayakan pengguna jalan. Jika tumbang, pohon […]

    Bagikan
expand_less