Berita Terkini
Trending Tags

Sekolah Rakyat Ponorogo Titipkan 90 Siswa ke Madiun, Lisdyarita Minta Orang Tua Ikhlas

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 102
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sekolah Rakyat Madiun siap sambut siswa asal Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 90 calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 5 Ponorogo akan menjalani pendidikan tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat permanen Madiun. Kebijakan tersebut ditempuh karena pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Ponorogo masih berlangsung.

Para siswa dijadwalkan diberangkatkan secara serentak pada 14 Juli mendatang. Selain mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mereka juga akan diperkenalkan dengan lingkungan asrama melalui kegiatan open house. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi keberangkatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama pihak Sekolah Rakyat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat cukup tinggi. Namun, pada tahun ajaran pertama ini kuota penerimaan masih terbatas karena sekolah masih berstatus rintisan.

“Program ini luar biasa sehingga tidak semua pendaftar bisa diterima. Semua melalui proses seleksi,” ujarnya.

Ia mengingatkan para siswa agar tidak merasa rendah diri karena bersekolah di Sekolah Rakyat. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh nama sekolah, melainkan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Saya sudah menyampaikan kepada anak-anak, masa depan bukan ditentukan dari di mana kalian belajar, tetapi bagaimana kalian belajar dengan sungguh-sungguh. Saya yakin mereka bisa menjadi anak-anak yang sukses,” katanya.

Lisdyarita juga meminta orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya selama menjalani pendidikan berasrama. Menurutnya, keikhlasan keluarga menjadi modal penting agar siswa dapat fokus belajar.

“Yang terpenting orang tua ikhlas menitipkan anaknya di Sekolah Rakyat. Kalau sudah ikhlas, anak-anak akan belajar dengan baik dan mempersiapkan masa depannya. Jangan sampai setelah masuk kemudian dibawa pulang lagi,” ujarnya.

Ia mengaku memahami perasaan orang tua yang harus berpisah dengan anak. Namun, menurutnya sistem pendidikan dan pola pengasuhan di Sekolah Rakyat telah dipersiapkan dengan baik sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman.

“Saya juga terharu melihat dedikasi para guru. Mereka bekerja dengan luar biasa untuk mendampingi anak-anak. Bahkan beberapa siswa sudah dipersiapkan mengikuti program hingga ke luar negeri,” tambahnya.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menjelaskan pembelajaran di Madiun tidak akan berbeda dengan Sekolah Rakyat lainnya karena menggunakan kurikulum nasional yang sama.

“Di mana pun anak-anak belajar tidak menjadi persoalan. Kurikulum dan metode pembelajaran Sekolah Rakyat berlaku sama di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Menurut Devit, fasilitas di Sekolah Rakyat Madiun telah siap sekitar 90 persen. Ruang kelas, asrama, masjid, hingga aula telah disiapkan untuk menyambut peserta didik baru.

Sebanyak 90 siswa asal Ponorogo akan bergabung dengan sekitar 270 siswa asal Madiun, sehingga total terdapat 360 siswa yang mengikuti pembelajaran di lokasi tersebut. Orang tua tetap diberi kesempatan menjenguk anak sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak sekolah.

Untuk mendampingi siswa selama berada di asrama, Ponorogo juga menugaskan enam wali asuh dan wali asrama yang berdomisili di Madiun. Mereka akan berkoordinasi dengan tenaga pendidik dan guru tamu yang direkrut Pemerintah Kabupaten Madiun.

Salah seorang calon siswa, Sabrina Septianasari, mengaku mantap bergabung dengan Sekolah Rakyat karena ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Siswi yang sebelumnya bersekolah di MA Miftahul Ulum itu mengetahui informasi program tersebut dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya ingin tidak membebani ibu dan belajar mandiri. Karena sekolahnya gratis, saya tertarik masuk Sekolah Rakyat. Insyaallah saya siap berangkat ke Madiun,” tuturnya. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kini Ada Barcode Mempermudah Pencarian dan Menjaga Kerapihan

    Kini Ada Barcode Mempermudah Pencarian dan Menjaga Kerapihan

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Madiun, meresmikan Bazar Ramadhan yang digelar oleh Forum UMKM Kecamatan Manguharjo. Selain itu, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Kebersihan Makam yang diselenggarakan pada bulan lalu. Lomba kebersihan makam ini bertujuan untuk menjaga kebersihan makam-makam […]

    Bagikan
  • Sopir Truk Tewas Tertimbun Longsor Tambang, Keluarga Kehilangan Sosok Pekerja Keras

    Sopir Truk Tewas Tertimbun Longsor Tambang, Keluarga Kehilangan Sosok Pekerja Keras

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Suroso (55), warga Dusun Betok, Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Ia menjadi korban longsor tambang galian C di Desa Trosono, Kecamatan Parang, pada Sabtu (27/9/2025). Jenazah Suroso ditemukan tim gabungan sehari setelah kejadian, tepatnya Minggu (28/9/2025) siang. Proses pencarian dilakukan sejak Sabtu pagi dan […]

    Bagikan
  • Perjalanan Jemaah Sindo Wisata Lempar Jumrah Sebagai Simbol Pembersihan Diri

    Perjalanan Jemaah Sindo Wisata Lempar Jumrah Sebagai Simbol Pembersihan Diri

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Mina,Arab Saudi – Perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji dilewati oleh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata. Usai melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dengan murur, jemaah Sindo Wisata pun bersiap untuk melaksanakan lempar jumrah. Pada 10 Dzulhijjah 1444 H, jemaah berangkat menuju ke Jamarat atau tempat melempar jumrah di Mina sekitar […]

    Bagikan
  • Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena langka menghebohkan warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seekor anak sapi jantan hasil persilangan induk Simental dengan pejantan Limousin lahir dengan kelainan fisik berupa tiga mata, dua moncong, dua lidah, namun hanya memiliki satu kepala dan satu badan. Anak sapi tersebut lahir pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul […]

    Bagikan
  • Hasil Otopsi Murni Pembunuhan, Polisi Periksa Empat Saksi Termasuk Keluarga

    Hasil Otopsi Murni Pembunuhan, Polisi Periksa Empat Saksi Termasuk Keluarga

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Satreskrim Polres Ponorogo tengah kerja keras mengungkap kasus pembunuhan terhadap Alip Rahayu Ariyanti warga Desa Bandar Kecamatan Bandar Pacitan Jawa Timur. Wanita 30 tahun itu ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di area hutan jati Desa Sampung Kecamatan Sampung pada Selasa (12/08/2025) pagi. Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri turun […]

    Bagikan
  • TPA Mrican Akan Ditutup 7 November, Ponorogo Terancam Darurat Sampah

    TPA Mrican Akan Ditutup 7 November, Ponorogo Terancam Darurat Sampah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican di Ponorogo dipastikan berhenti beroperasi mulai 7 November 2025 mendatang. Penutupan dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan teguran keras kepada Pemkab Ponorogo karena dinilai gagal mengelola sampah sesuai standar lingkungan. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Jamus Kunto, membenarkan keputusan tersebut. Teguran […]

    Bagikan
expand_less