Polres Madiun Kerahkan 501 Personel Amankan Mudik dan Idulfitri 2026
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Polres Madiun resmi mengerahkan ratusan personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 guna memastikan keamanan selama arus mudik dan perayaan Idulfitri di wilayah Kabupaten Madiun. Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan elemen masyarakat yang terlibat langsung dalam pengamanan hari besar keagamaan.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, mengatakan operasi kemanusiaan tersebut disusun dengan pola kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut total 501 personel diturunkan untuk mendukung pelaksanaan operasi.
Menurutnya, kekuatan personel tersebut berasal dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, Banser, Senkom, hingga Satpol PP yang dikerahkan pemerintah daerah. “Seluruh elemen kami libatkan agar pengamanan berjalan maksimal,” tuturnya.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polres Madiun mendirikan delapan pos, terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di sejumlah titik strategis. Selain itu, petugas juga memetakan potensi kerawanan yang biasanya meningkat menjelang dan saat malam takbiran.
Kemas menuturkan beberapa kegiatan masyarakat berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti takbir keliling, konvoi kendaraan, hingga aktivitas perguruan silat. “Seluruh dinamika ini sudah kami antisipasi agar tetap berjalan aman dan tertib,” jelasnya.
Selain mengintensifkan penjagaan di pos-pos, Polres Madiun juga mengerahkan patroli khusus yang melibatkan unsur reserse kriminal untuk mencegah potensi kejahatan selama perayaan Idulfitri. Tiga wilayah disebut menjadi fokus utama pengawasan, yakni Caruban dan Pagotan, yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas dan kerumunan konvoi.
Pengamanan Idulfitri juga melibatkan komunikasi aktif dengan 14 perguruan silat yang berada di Kabupaten Madiun. Polres memastikan seluruh pimpinan perguruan telah mendapat imbauan agar turut menjaga kondusivitas wilayah.
“Para ketua perguruan sudah kami ajak berkomunikasi, kami minta seluruh anggotanya menjaga ketertiban. Jika ada pelanggaran, langkah penegakan hukum tetap akan kami jalankan,” tegas Kemas. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez







