Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Pam Swakarsa Kembali Dibicarakan, Trauma Membayangi Pasca Aksi Demo

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 154
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Patroli skala besar TNI Polri dan masyarakat dilepas bupati Magetan pasca demo, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Gelombang aspirasi masyarakat yang muncul di berbagai daerah juga bergema di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pada 1 September 2025 lalu, ratusan mahasiswa turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD. Mereka menuntut realisasi program Rp3 juta per RT, janji politik pasangan bupati dan wakil bupati terpilih yang hingga kini belum terwujud.

Isu yang diangkat mahasiswa Magetan sejatinya bersinggungan dengan persoalan nasional. Transparansi anggaran dan konsistensi janji kampanye juga menjadi sorotan dalam aksi buruh nasional pada 4 September 2025, yang membawa 17 tuntutan mendesak dan 8 agenda reformasi.

Berbeda dari aksi-aksi keras di sejumlah daerah, demonstrasi di Magetan berlangsung kondusif. Tidak ada gesekan dengan aparat, aspirasi tersampaikan dengan tertib, bahkan memunculkan optimisme bahwa perubahan dapat diperjuangkan tanpa harus menimbulkan kericuhan.

Menurut Agus Pujiono, penggerak Forum Rumah Kita, aksi tersebut merefleksikan wajah demokrasi yang sehat.

“Magetan bisa jadi contoh. Demonstrasi berjalan tertib, pesan sampai, dan masyarakat tetap menjaga harmoni. Inilah demokrasi yang ideal—kritis, tapi tidak merusak,” ungkapnya, Kamis (11/09/2025).

Agus menambahkan, semangat semboyan daerah “Manunggaling Roso Suko Hambangun” harus dihidupkan dalam praktik demokrasi sehari-hari.

“Semboyan itu bukan hanya hiasan, tapi seruan untuk membangun lewat musyawarah, bukan pertentangan,” katanya.

Namun, suasana damai itu dinilai terusik setelah terbitnya surat edaran tentang pembentukan Pam Swakarsa pasca-aksi. Kebijakan tersebut memunculkan trauma kolektif lantaran mengingatkan masyarakat pada praktik represif masa Orde Baru.

Agus menilai kebijakan semacam itu kontraproduktif. “Pam Swakarsa justru membuka luka lama. Alih-alih menumbuhkan rasa aman, malah bisa membuat masyarakat takut menyuarakan pendapat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan Magetan bukan pendekatan represif, melainkan ruang dialog yang terbuka dari tingkat RT hingga kabupaten.

“Jika pemerintah menyediakan forum komunikasi yang luas, aspirasi bisa tersampaikan tanpa harus turun ke jalan. Itu cara paling realistis untuk menjaga Magetan tetap damai sekaligus kritis,” pungkas Agus.

Dengan landasan persatuan dan keterbukaan, Magetan diyakini berpeluang menjadi model daerah yang mampu merawat dinamika aspirasi rakyat tanpa kembali terjebak pada bayang-bayang masa lalu.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemkab Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Wujudkan Madiun Bersahaja

    Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Pemkab Perkuat Inovasi dan Kolaborasi Wujudkan Madiun Bersahaja

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di ruang rapat paripurna DPRD, Sabtu (18/7/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Kabupaten Madiun Bersahaja”, yang menjadi semangat bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat dalam […]

    Bagikan
  • Semangat Hari Kartini, Pelayanan Samsat Magetan Tampil Berbeda namun Tetap Prima

    Semangat Hari Kartini, Pelayanan Samsat Magetan Tampil Berbeda namun Tetap Prima

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Kartini disambut penuh semangat oleh jajaran petugas di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Suasana pelayanan pada Selasa (21/4/2026) tampak berbeda dari biasanya, dengan seluruh petugas mengenakan busana khas Jawa Timuran. Mulai dari petugas loket, kasir, hingga petugas pengecekan fisik kendaraan, kompak tampil dengan pakaian tradisional. Petugas perempuan […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    Lonjakan Penumpang Kereta Lebaran 2026 Masih Tinggi, Ini 5 Stasiun Tersibuk

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Arus penumpang kereta api pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah masih tinggi di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Sejumlah stasiun terpantau ramai dipadati masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran 2026. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

    BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan droping air bersih untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Madiun, Senin (28/9/2026). Kekeringan terjadi akibat sumur dalam milik warga tidak lagi mengalir selama musim kemarau. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak kekeringan. Rinciannya, 14 KK berada di wilayah Kelurahan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Salurkan Bantuan 94 RTLH dan 49 Jambanisasi Tahun 2026

    Pemkot Madiun Salurkan Bantuan 94 RTLH dan 49 Jambanisasi Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyalurkan bantuan sosial untuk perbaikan 94 rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan 49 jamban pada 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang telah memenuhi kriteria penerima. Secara simbolis, bantuan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun, didampingi Sekretaris […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Galakkan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

    Pemkab Madiun Galakkan Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelorakan gerakan tanam cabai sebagai langkah strategis dalam menekan inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu faktor penyebab inflasi di daerah ini adalah kenaikan harga komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit. Program ini mulai dicanangkan pada Selasa (25/03/2025). Bupati Madiun Hari Wuryanto menjelaskan harga cabai di […]

    Bagikan
expand_less