Berita Terkini
Trending Tags

Pam Swakarsa Kembali Dibicarakan, Trauma Membayangi Pasca Aksi Demo

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Patroli skala besar TNI Polri dan masyarakat dilepas bupati Magetan pasca demo, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Gelombang aspirasi masyarakat yang muncul di berbagai daerah juga bergema di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pada 1 September 2025 lalu, ratusan mahasiswa turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD. Mereka menuntut realisasi program Rp3 juta per RT, janji politik pasangan bupati dan wakil bupati terpilih yang hingga kini belum terwujud.

Isu yang diangkat mahasiswa Magetan sejatinya bersinggungan dengan persoalan nasional. Transparansi anggaran dan konsistensi janji kampanye juga menjadi sorotan dalam aksi buruh nasional pada 4 September 2025, yang membawa 17 tuntutan mendesak dan 8 agenda reformasi.

Berbeda dari aksi-aksi keras di sejumlah daerah, demonstrasi di Magetan berlangsung kondusif. Tidak ada gesekan dengan aparat, aspirasi tersampaikan dengan tertib, bahkan memunculkan optimisme bahwa perubahan dapat diperjuangkan tanpa harus menimbulkan kericuhan.

Menurut Agus Pujiono, penggerak Forum Rumah Kita, aksi tersebut merefleksikan wajah demokrasi yang sehat.

“Magetan bisa jadi contoh. Demonstrasi berjalan tertib, pesan sampai, dan masyarakat tetap menjaga harmoni. Inilah demokrasi yang ideal—kritis, tapi tidak merusak,” ungkapnya, Kamis (11/09/2025).

Agus menambahkan, semangat semboyan daerah “Manunggaling Roso Suko Hambangun” harus dihidupkan dalam praktik demokrasi sehari-hari.

“Semboyan itu bukan hanya hiasan, tapi seruan untuk membangun lewat musyawarah, bukan pertentangan,” katanya.

Namun, suasana damai itu dinilai terusik setelah terbitnya surat edaran tentang pembentukan Pam Swakarsa pasca-aksi. Kebijakan tersebut memunculkan trauma kolektif lantaran mengingatkan masyarakat pada praktik represif masa Orde Baru.

Agus menilai kebijakan semacam itu kontraproduktif. “Pam Swakarsa justru membuka luka lama. Alih-alih menumbuhkan rasa aman, malah bisa membuat masyarakat takut menyuarakan pendapat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan Magetan bukan pendekatan represif, melainkan ruang dialog yang terbuka dari tingkat RT hingga kabupaten.

“Jika pemerintah menyediakan forum komunikasi yang luas, aspirasi bisa tersampaikan tanpa harus turun ke jalan. Itu cara paling realistis untuk menjaga Magetan tetap damai sekaligus kritis,” pungkas Agus.

Dengan landasan persatuan dan keterbukaan, Magetan diyakini berpeluang menjadi model daerah yang mampu merawat dinamika aspirasi rakyat tanpa kembali terjebak pada bayang-bayang masa lalu.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Nama Finalis Sekda Magetan, Siapa Pemilik Kursi Pimpinan Birokrasi Magetan ?

    Tiga Nama Finalis Sekda Magetan, Siapa Pemilik Kursi Pimpinan Birokrasi Magetan ?

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses panjang seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan akhirnya mengerucut pada tiga nama. Dari delapan pejabat yang sebelumnya masuk bursa, kini hanya tiga kandidat yang berpeluang menduduki kursi Sekda secara definitif. Berdasarkan pengumuman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, ketiga nama tersebut adalah Eko Muryanto (Kepala […]

    Bagikan
  • Modus Mengaku Dukun, Residivis Kasus Asusila Anak di Magetan Ditangkap

    Modus Mengaku Dukun, Residivis Kasus Asusila Anak di Magetan Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Satreskrim Polres Magetan menangkap seorang pria berinisial Agung Laksono, 26 tahun, warga Karangrejo, Magetan, yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Tersangka menggunakan modus mengaku sebagai dukun yang dapat memindahkan janin akibat kehamilan gaib untuk menipu korban. Kasus ini terbongkar setelah keluarga korban, siswi SMP berinisial EL, melaporkan kejadian tersebut. […]

    Bagikan
  • Ponorogo Gaspol! 307 Koperasi Merah Putih Resmi Jalan, Kantongi Bonus Rp. 2 Miliar dari Pemprov

    Ponorogo Gaspol! 307 Koperasi Merah Putih Resmi Jalan, Kantongi Bonus Rp. 2 Miliar dari Pemprov

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Koperasi Merah Putih (KMP) resmi mulai beroperasi di 307 desa dan kelurahan di Kabupaten Ponorogo. Peluncuran dilakukan serentak oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Senin (21/07/2025) lalu. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, menyampaikan bahwa keberadaan KMP diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat desa. “Kami berharap koperasi ini segera berjalan […]

    Bagikan
  • Ini Langkah DLH Madiun Soal Dugaan Pencemaran Limbah SPPG Assalam di Geger

    Ini Langkah DLH Madiun Soal Dugaan Pencemaran Limbah SPPG Assalam di Geger

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun angkat bicara terkait dugaan pencemaran limbah yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam di Desa Sumberjo, Kecamatan Geger. Dugaan pencemaran itu sebelumnya dikeluhkan petani setempat lantaran limbah berupa air bercampur minyak diduga mengalir ke area persawahan dan menimbulkan bau menyengat. Kepala DLH […]

    Bagikan
  • Pupuk Indonesia Uji Coba Fitur Baru i-Pubers, Permudah Distribusi Pupuk Subsidi

    Pupuk Indonesia Uji Coba Fitur Baru i-Pubers, Permudah Distribusi Pupuk Subsidi

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berupaya mempercepat dan memperkuat distribusi pupuk subsidi melalui pemanfaatan teknologi. Terbaru, perusahaan meluncurkan uji coba fitur baru di aplikasi i-Pubers yang memungkinkan kios pengecer memesan pupuk langsung ke distributor. “Fitur ini kami rancang untuk mempercepat proses distribusi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat sistem yang terintegrasi dan akuntabel,” […]

    Bagikan
  • Ini Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Beruntun Yang Tewaskan 1 Pengendara Motor

    Ini Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Beruntun Yang Tewaskan 1 Pengendara Motor

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Thamrin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (1/4/2026). Sebuah mobil Toyota Kijang menabrak tiga sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di depan rumah nomor 11 milik warga […]

    Bagikan
expand_less