Pria Lansia di Ngawi Ditemukan Meninggal Bersimbah Darah, Polisi Lakukan Penyelidikan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 50 menit yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi — Seorang pria lanjut usia berinisial S (67), warga Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Rabu (30/9/2026) malam. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah sehingga sempat menimbulkan dugaan adanya tindak kekerasan.
Namun, hasil pemeriksaan kepolisian dan medis memastikan S meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Polisi tidak menemukan indikasi bahwa kematian korban berkaitan dengan tindak kejahatan.
Kapolsek Geneng Iptu Harli Prabowo mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai seorang warga yang ditemukan tidak bernyawa di dalam rumah. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal.
Untuk memastikan penyebab kematian, Polsek Geneng berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Ngawi dan Tim Identifikasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan serta mendokumentasikan kondisi lokasi.
“Petugas Polsek Geneng bersama Satreskrim Polres Ngawi dan Tim Identifikasi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan bahan keterangan, serta dokumentasi,” kata Harli, Kamis (1/10/2026).
Saat pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan korban telah meninggal dunia dengan bercak darah di sekitar tubuhnya. Karena kondisi tersebut, jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani pemeriksaan medis.
Polisi juga menghubungi anak korban yang diketahui tinggal di Surabaya untuk menyampaikan kabar tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik RSUD dr. Soeroto Ngawi, darah yang ditemukan di sekitar korban bukan disebabkan oleh luka akibat kekerasan. Darah tersebut berasal dari pecahnya pembuluh darah pada lambung yang berkaitan dengan penyakit asam lambung akut yang diderita korban.
Temuan tersebut diperkuat dengan adanya kotoran berwarna kehitaman. Dari hasil pemeriksaan, korban juga diperkirakan telah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.
Harli mengatakan korban selama ini tinggal seorang diri sehingga tidak sempat memperoleh pertolongan medis ketika kondisi kesehatannya memburuk.
“Jadi kesimpulannya korban meninggal karena sakit dan tidak mendapatkan pertolongan medis,” ujar Harli.
Setelah menerima penjelasan dari tim medis di rumah sakit, pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. Anak korban juga hadir di RSUD dr. Soeroto Ngawi dan mendengar langsung keterangan dokter mengenai penyebab kematian ayahnya.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa kematian S. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





