Berita Terkini
Trending Tags

Krupuk Upil Goreng Pasir, Efisien di Tengah Kenaikan Harga Minyak Goreng

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 125
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Produksi krupuk upil goreng pasir di Buluharjo, lebih hemat tanpa minyak. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pelaku usaha krupuk upil di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, terus berinovasi untuk menjaga keberlangsungan produksi di tengah kenaikan harga minyak goreng. Sejak dirintis pada 2022, usaha rumahan ini memilih metode penggorengan menggunakan pasir sebagai alternatif yang dinilai lebih efisien.

Pemilik usaha, Rohman, mengungkapkan bahwa ide tersebut berangkat dari keterbatasan modal serta keinginan meminimalkan risiko usaha.

“Awalnya saya berpikir bagaimana membuka usaha dengan modal kecil dan risiko yang tidak besar. Kalau krupuk ini, biaya paling besar hanya bahan baku dan kemasan, jadi lebih aman untuk dijalankan,” ujarnya.

Metode penggorengan dengan pasir tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menghasilkan krupuk dengan kualitas yang berbeda. Teksturnya lebih renyah dan tidak berminyak. Pasir yang digunakan pun melalui proses khusus sebelum dipakai dalam produksi.

Image Not Found
Menurut Rohman, 10 kilogram pasir bisa digunakan hingga 10 hari produksi, sehingga biaya operasional dapat ditekan. Foto : Kus-Sinergia

“Pasirnya tidak langsung dipakai. Kami cuci dulu untuk menghilangkan debu, lalu dijemur sampai benar-benar bersih dan kering,” kata Rohman.

Pasir tersebut didatangkan dari wilayah Blitar dengan karakteristik tertentu agar aman digunakan. Dalam praktiknya, sekitar 10 kilogram pasir bisa digunakan hingga 10 hari produksi, sehingga biaya operasional dapat ditekan secara signifikan dibandingkan penggunaan minyak goreng.

Dalam sehari, usaha ini mampu memproduksi hingga 2.000 bungkus krupuk upil. Produk dijual Rp5.000 per bungkus untuk pembelian langsung, dan Rp6.250 untuk agen. Pemasarannya pun telah menjangkau berbagai daerah di wilayah karesidenan Madiun.

“Sekarang pemasaran sudah sampai Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, sampai wilayah barat karesidenan,” jelasnya.

Selain memberikan keuntungan ekonomi, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Sedikitnya 15 orang pekerja dilibatkan, mayoritas ibu rumah tangga.

“Kalau semua masuk, ada sekitar 15 pekerja. Kebanyakan ibu-ibu. Sistemnya fleksibel, jadi kalau ada yang ke sawah atau ada keperluan lain, tetap bisa menyesuaikan,” tambah Rohman.

Meski demikian, tantangan lain muncul dari kenaikan harga bahan kemasan plastik yang turut membebani biaya produksi. Untuk mengatasinya, pelaku usaha memilih strategi penyesuaian isi kemasan tanpa menaikkan harga jual secara signifikan.

“Kalau harga bahan naik, kami siasati dengan mengatur isi kemasan. Yang penting kualitas tetap dijaga dan harga masih bisa dijangkau pembeli,” tuturnya.

Dari sisi pendapatan, usaha ini terbilang menjanjikan dengan omzet harian mencapai puluhan juta rupiah. Inovasi sederhana melalui penggorengan pasir menjadi bukti bahwa pelaku UMKM mampu beradaptasi di tengah tekanan ekonomi.

Ke depan, Rohman berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi pelaku usaha lain.

“Yang penting terus berusaha dan berinovasi. Walaupun sederhana, kalau dijalankan dengan tekun tetap bisa berkembang,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satintelkam Polres Madiun Kota Layani 1.965 Pemohon SKCK

    Satintelkam Polres Madiun Kota Layani 1.965 Pemohon SKCK

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam kurun waktu 3 hari kerja, pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) membludak di Satintelkam Polres Madiun Kota. Hingga hari keempat pada Selasa (16/09/2025) antrian masih nampak di unit pelayanan SKCK di Jalan Sumatera Kota Madiun ini. Peningkatan pemohon SKCK ini imbas pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian […]

    Bagikan
  • Laka Maut, Sepasang Kekasih Tertabrak Minibus di Ngawi

    Laka Maut, Sepasang Kekasih Tertabrak Minibus di Ngawi

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib nahas dialami sepasang kekasih saat melintas di Jalan Raya Ngawi – Kwadungan KM 25 – 26, masuk Desa Budug, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jumat malam (10/1/2025). Khoirul Huda (24), warga Dusun Jatiroto, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro mengalami kecelakaan saat membonceng kekasihnya Della Autia Nirmala (20). Kanit Gakkum Satlantas Polres […]

    Bagikan
  • Waluyo Jati Sasono, Wakil Ketua DPRD Ngawi, Sosok yang Aktif dan Berdedikasi Tinggi

    Waluyo Jati Sasono, Wakil Ketua DPRD Ngawi, Sosok yang Aktif dan Berdedikasi Tinggi

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kepergian Waluyo Jati Sasono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngawi tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, namun juga kalangan legislatif Ngawi. Almarhum dikenal sebagai sosok yang aktif dan berdedikasi tinggi. Sehari sebelum meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Solo–Ngawi, Waluyo masih menjalankan tugas sebagai pejabat publik. Ketua DPRD Ngawi, […]

    Bagikan
  • Hama Wereng Serang Sawah Petani Ponorogo, Potensi Gagal Panen Tak Terhindarkan

    Hama Wereng Serang Sawah Petani Ponorogo, Potensi Gagal Panen Tak Terhindarkan

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Serangan hama wereng kembali menghantui para petani di Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya delapan hektar dari total sebelas hektar lahan pertanian di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Ponorogo, rusak parah hingga menyebabkan tanaman padi gagal panen alias puso. Kondisi ini dikeluhkan para petani karena terjadi begitu cepat dan luas. Dalam hitungan malam, petak-petak sawah berubah […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Siapkan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026

    Pemkab Magetan Siapkan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyatakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) siap menghadapi arus mudik serta potensi meningkatnya kunjungan wisatawan pada libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Kesiapan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat yang meminta daerah memperketat koordinasi dan pengamanan selama masa Lebaran. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti atau […]

    Bagikan
  • Anggaran Terpangkas, DPRD Kota Madiun Stop Perjalanan Dinas Sejak Awal Agustus

    Anggaran Terpangkas, DPRD Kota Madiun Stop Perjalanan Dinas Sejak Awal Agustus

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aktivitas perjalanan dinas anggota DPRD Kota Madiun terhenti sejak awal Agustus 2025. Kebijakan tersebut merupakan dampak dari instruksi pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran yang memangkas pos sekretariat dewan hingga 50 persen. Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, pemangkasan anggaran otomatis berimbas pada kegiatan dewan yang sudah […]

    Bagikan
expand_less