Berita Terkini
Trending Tags

Relokasi Pedagang Pasar Sayur Magetan, Proses Penataan Masih Berjalan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 359
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relokasi 164 Pedagang Pasar Sayur Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Rencana relokasi 164 pedagang yang selama ini berjualan di pelataran Pasar Sayur Magetan memasuki tahap konsolidasi lanjutan. Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan proses penataan ini tidak hanya memindahkan pedagang ke Los Baru di Jalan Tembus Timur. Namun, juga menyiapkan ekosistem perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan.

Selama bertahun-tahun, para pedagang termasuk pedagang etek Lawu menempati area terbuka tanpa perlindungan memadai. Mereka kerap berjualan dalam kondisi terpapar panas matahari ataupun hujan. Dengan perpindahan ke bangunan permanen di Los Baru, pedagang diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman karena fasilitas penerangan dan bangunan yang lebih representatif telah disediakan.

Kepala Disperindag Magetan, Sucipto, menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Magetan telah menjalin komunikasi intensif dengan paguyuban pedagang untuk memastikan relokasi berjalan lancar.

“Kami berterima kasih karena kini sudah ada paguyuban sehingga komunikasi lebih jelas. Permintaan pedagang sudah kami catat dan akan kami koordinasikan dengan Bupati. Untuk waktu pemindahan, kami masih akan melakukan pemetaan dan pengukuran ulang, termasuk pembagian zona pedagang,” ujar Sucipto

Image Not Found
Lokasi Pasar sayur magetan baru. Foto : Kus-Sinergia

Paguyuban Pedagang Malam serta Paguyuban Etek Lawu meminta jaminan bahwa area lama benar-benar akan disterilkan dari aktivitas perdagangan setelah relokasi berlangsung. Kekhawatiran terbesar mereka adalah kemungkinan adanya pedagang baru yang mengambil alih lokasi lama.

Permintaan pedagang terkait ukuran los juga menjadi perhatian. Meskipun ukuran standar telah ditetapkan, Disperindag akan mengukur ulang bersama perwakilan paguyuban mengingat kebutuhan setiap pedagang tidak sama.

Isu paling krusial yang mengemuka adalah akses jalan menuju Los Baru. Para pedagang menilai area baru akan sulit berkembang jika jalur selatan dan utara tetap buntu. Tanpa arus mobilitas pembeli, mereka khawatir omzet penjualan akan merosot.

Garjito, salah satu perwakilan pedagang, menegaskan bahwa akses jalan adalah syarat utama keberlangsungan usaha.

“Kalau jalan itu buntu, pasar tidak akan hidup. Pembeli butuh akses. Kami minta jalur selatan dibuka sampai tembus ke utara dulu. Itu permintaan kami yang paling penting,” ujarnya.

Sejumlah pedagang meminta agar pembangunan akses jalan dilakukan sebelum relokasi dimulai. Mereka menilai keberhasilan penataan kawasan tidak hanya bergantung pada bangunan, tetapi juga pada kelancaran sirkulasi pengunjung.

Saat ini, jumlah pedagang yang sudah terdata di dalam los mencapai 88 orang, dengan total keseluruhan pedagang mencapai 164 orang. Disperindag menegaskan bahwa zonasi akan ditata kembali agar tidak terjadi tumpang tindih dan agar area pasar bisa berfungsi secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Magetan berharap langkah relokasi ini dapat mengakhiri praktik jual beli di area terbuka yang rentan menimbulkan kemacetan, kesemrawutan, dan persoalan kebersihan. Dengan komunikasi yang kini lebih terbuka melalui paguyuban, proses penataan diharapkan berjalan lebih humanis dan tidak menyingkirkan pedagang.(Kus/Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati dan Forkopimda Madiun Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Waspadai 6 Titik Rawan Macet photo_camera 2

    Bupati dan Forkopimda Madiun Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Waspadai 6 Titik Rawan Macet

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu dilakukan melalui pemantauan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Jumat (13/3/2026). Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, […]

    Bagikan
  • Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh […]

    Bagikan
  • Empat Warga Madiun Jadi Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks, Eks Bos Tersangka Buka Suara

    Empat Warga Madiun Jadi Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks, Eks Bos Tersangka Buka Suara

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Nama Kabupaten Madiun ikut terseret dalam pengungkapan kasus dugaan sindikat penyebar hoaks yang dibongkar Polda Metro Jaya. Dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya diketahui berasal dari Madiun. Salah satu tersangka berinisial AYF dikabarkan pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kabupaten Madiun. Isu yang beredar di […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mulai mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan bahwa perubahan suhu dan kelembapan […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Magetan, Polda Jatim Olah TKP dengan Teknologi TAA 3D

    Kecelakaan Maut di Magetan, Polda Jatim Olah TKP dengan Teknologi TAA 3D

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bersama Satlantas Polres Magetan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut yang menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya di perlintasan kereta api Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Selasa (20/05/2025). Dalam proses penyelidikan, tim menggunakan alat canggih Traffic Accident Analysis (TAA) untuk […]

    Bagikan
  • Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Baznas, MUI, dan Kemenag Kota Madiun menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah jelang Ramadhan 1446 Hijriah. Hasil mufakat yang telah disepakati, zakat fitrah ditetapkan sebesar 3 kilogram beras, yang jika diubah dalam bentuk uang, setara dengan Rp45.000. Sementara itu, fidyah yang berdasarkan hadis yang sahih ditetapkan […]

    Bagikan
expand_less