Rekom Kemendagri Tak Kunjung Turun, Pelantikan Pejabat Eselon 2 Kota Madiun Masih Gelap
- account_circle Mandor
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 68
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kabar kurang manis muncul ketika empat pejabat eselon dua terpilih yang sedianya dijadwalkan mengucap sumpah jabatan pada 9 Oktober 2026. Namun nyatanya pengisian kepala dinas di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkot Madiun hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) 2026 terpaksa molor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, Pemkot Madiun pada dasarnya telah menyelesaikan tahapan administratif di tingkat bawah.
Rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga sudah dikantongi.
Karena belum ada rekomendasi Kemendagri, dia mengakui adanya kemungkinan bahwa pelantikan bakal mundur dari jadwal yang ditentukan.
‘’Prinsipnya itu, dari BKN sudah turun. Ini kita tinggal minta izin ke Mendagri. Masih proses,’’ ujar Soeko saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Mengenai kepastian agenda pelantikan, Soeko menegaskan jadwal tersebut bersifat dinamis dan menyesuaikan terbitnya izin dari Kemendagri. Jika surat rekomendasi belum diterima hingga batas waktu, jadwal pelantikan dipastikan bergeser.
‘’Nah kalau itu (jadwal pelantikan) menyesuaikan. Jadi yang penting tahapan untuk menuju ke situ yang sudah kita penuhi. Nanti kalau setelah itu, dinamis,’’ jelasnya.
Meski ada potensi penundaan, Pemkot Madiun berupaya agar proses pengisian jabatan kepala di empat OPD tersebut tidak berlarut-larut. Soeko memastikan agenda pelantikan tetap diupayakan terlaksana pada bulan ini. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Krs/Diez





