30 Kecelakaan Terjadi di Tol Ngawi–Kertosono, Jasa Marga Gencarkan Kampanye Keselamatan Jelang Nataru
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab.Madiun — Menjelang puncak arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mengintensifkan sosialisasi kampanye keselamatan berkendara di jalan tol. Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya angka kecelakaan di ruas Tol Ngawi–Kertosono–Kediri.
Berdasarkan catatan PT JNK, sepanjang 2025 tercatat 30 kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas tol tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen didominasi kecelakaan tabrak belakang yang dipicu human error atau kelalaian pengemudi.
Sebagai upaya pencegahan, PT JNK menggelar kampanye keselamatan berkendara di Rest Area KM 597 A arah Solo–Surabaya, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini melibatkan sejumlah pengguna jalan yang kerap melintas di Tol Ngawi–Kertosono.
Direktur Umum PT JNK, Arie Irianto, mengatakan kampanye ini menyasar seluruh pemangku kepentingan, khususnya pengguna jalan tol. “Sasaran kegiatan ini adalah semua stakeholder, terutama pengguna jalan. Kami ingin menyebarkan safety campaign tentang bagaimana berkendara dengan selamat. Tanggung jawab keselamatan bukan hanya di kami sebagai pengelola atau penegak hukum, tapi juga seluruh pengguna jalan,” ujar Arie.
Arie menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT JNK untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan tol, terutama saat arus mudik dan balik Nataru yang diprediksi meningkat.
“Betul sekali, ini bagian dari upaya kami untuk menekan angka kecelakaan. Harapannya jangan sampai terjadi kecelakaan, karena bagi kami keselamatan adalah yang paling utama. Satu nyawa itu sangat berharga dan dampaknya besar bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, PT JNK ingin memastikan pengguna jalan tol dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, serta selamat hingga kembali ke tujuan masing-masing.
Sementara itu, Kanit PJR Jatim VI, IPTU Matheus Jaka, mengatakan pihak kepolisian juga menyiapkan sejumlah pos pelayanan di rest area sebagai bagian dari pengamanan arus mudik Nataru. “Pos pelayanan ini untuk memberikan layanan kepada masyarakat pengguna jalan tol dan mencegah terjadinya kemacetan,” katanya.
Selain itu, mulai Kamis malam (18/12/2025), kepolisian juga melakukan pembatasan kendaraan angkutan barang non-logistik, meski masih difokuskan di wilayah Surabaya–Gempol. “Kendaraan bermuatan selain logistik tidak diperkenankan melintas. Jalan tol diprioritaskan untuk kendaraan pribadi dan pemudik,” ujarnya.
PT JNK dan kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu waspada, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintas di jalan tol, guna menghindari risiko kecelakaan selama periode mudik Natal dan Tahun Baru.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


