Ribuan Santri dan Warga Ngabar Gelar Shalat Istisqa, Doakan Korban Karhutla
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Ribuan santri dan warga Desa Ngabar, Kabupaten Ponorogo, menggelar sholat istisqa di lapangan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Shalat tersebut dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Sumatera, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusuk sembari memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi kembali membaik. Kemarau yang mulai dirasakan warga Desa Ngabar menjadi salah satu alasan digelarnya shalat istisqa tersebut, menyusul ketersediaan air yang semakin menipis.
Salah seorang warga yang mengikuti shalat istisqa, Muhammad Lutfi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan setelah kemarau berkepanjangan. Shalat istisqa itu juga dimaksudkan untuk mendoakan para korban serta masyarakat yang terdampak karhutla.
Menurut Lutfi, kegiatan tersebut diikuti ribuan santri bersama warga Desa Ngabar. Mereka berharap doa yang dipanjatkan dapat membawa kebaikan bagi masyarakat, khususnya agar hujan segera turun dan bencana karhutla dapat segera teratasi.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, KH Mohammad Ihsan, menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat istisqa berawal dari diskusi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Dari diskusi tersebut, pihak pondok kemudian sepakat menggelar sholat istisqa sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain merespons bencana karhutla, pihak pondok juga melihat dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat di Desa Ngabar. Kondisi tersebut ditandai dengan ketersediaan air yang semakin menipis sehingga diperlukan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan.
“Begitu kita mengadakan pertemuan untuk Hari Santri Nasional, kita langsung terbersit bahwa di sekitar sini, terutama sawah-sawah itu pada mengering, sumbernya berhenti, padahal mereka harus panen,” kata Ihsan.
Melalui kegiatan tersebut, pihak pondok berharap hujan segera turun, ketersediaan air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat, serta warga yang terdampak bencana diberikan keselamatan dan keberkahan.
Sholat istisqa merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Melalui ibadah ini, ribuan santri dan warga Ngabar berharap kemarau segera berakhir dan kebakaran hutan serta lahan di berbagai wilayah Indonesia dapat segera teratasi. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krz/Diez





