Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Sembako Stabil Usai Lebaran
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Magetan melakukan pengawasan intensif terhadap ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok pasca perayaan Lebaran 1447 Hijriah. Hasilnya, harga kebutuhan pokok di sejumlah titik terpantau relatif stabil, bahkan cenderung menurun dibandingkan saat Ramadan.
Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi strategis, mulai dari pasar tradisional, distributor sembako, pangkalan LPG, hingga SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Magetan. Dari hasil sidak tersebut, harga bahan pokok penting (bapokting) masih berada dalam batas wajar sesuai Harga Acuan Penjualan.
Beberapa komoditas utama tercatat di antaranya beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.100 per kilogram, bawang merah Rp36.300 per kilogram, bawang putih Rp29.600 per kilogram, cabai rawit Rp60.000 per kilogram, daging sapi Rp126.000 per kilogram, daging ayam Rp35.000 per kilogram, serta telur ayam Rp25.000 per kilogram.
Kasat Reskrim Polres Magetan sekaligus Kasatgas Pangan, AKP Joko Santoso, menyebut kondisi pasokan dan harga pangan di wilayahnya masih aman dan terkendali.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok di Magetan cukup dan tidak ada indikasi pelanggaran yang menonjol. Harga juga masih dalam batas yang ditetapkan,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah terhadap potensi gangguan stabilitas harga, terutama akibat praktik spekulasi.
“Kami menghimbau semua pihak tetap waspada. Pengawasan harus terus dilakukan agar tidak ada praktik curang yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pengawasan tersebut, petugas tidak menemukan adanya pengurangan kuota LPG 3 kilogram dari Pertamina. Namun, sempat terjadi kenaikan harga di beberapa wilayah yang diduga dipicu aksi pembelian berlebih oleh spekulan. Sementara itu, distribusi BBM di SPBU terpantau lancar tanpa adanya kelangkaan maupun antrean panjang.
Satgas Pangan bersama Tim Resmob juga melakukan patroli ke gudang penyimpanan, agen, distributor, hingga jalur distribusi logistik. Petugas turut memberikan himbauan kepada pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun penyimpangan distribusi barang.
Selain itu, pengawasan distribusi LPG juga menjadi perhatian khusus agar tetap sesuai ketentuan. Kegiatan monitoring ini melibatkan Unit Reskrim Polsek jajaran serta Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah.
“Kita akan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk mengagendakan pertemuan antara Hiswana Migas, Pemerintah Kabupaten Magetan, dan agen LPG untuk mencari solusi atas perbedaan harga LPG 3 kilogram di lapangan,” imbuhnya.
Pengawasan rutin juga akan terus dilakukan melalui monitoring harga dan stok, operasi pasar mendadak, serta himbauan kepada pedagang agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
“Diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Magetan tetap terjaga. Masyarakat juga dapat menjalani aktivitas pasca Lebaran dengan aman dan nyaman,” pungkas AKP Joko Santoso. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






