Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Jawab PU Fraksi Tentang RAPBD Magetan 2026, Bupati Magetan Janji Benahi Tata Kelola

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 178
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Magetan Tahun 2026 berlangsung padat sejak pagi hingga petang. Setelah rapat maraton Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD Magetan, sidang paripurna dilanjutkan dengan agenda utama penyampaian Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum delapan fraksi DPRD.

Dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Magetan itu, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, membacakan jawaban setebal 15 halaman yang memuat klarifikasi, penjelasan, dan tindak lanjut atas kritik fraksi, termasuk soal penyusunan anggaran yang sebelumnya dinilai “kejar tayang”.

“Hari ini dari pagi kita rapat Badan Anggaran, lalu jeda sebentar, dan Alhamdulillah jawaban Bupati langsung rampung. Semua pertanyaan fraksi sudah terjawab,” ujar Ketua DPRD Suratno usai sidang, Kamis (27/11/2025). Ia menegaskan bahwa pembahasan kini memasuki tahap akhir sebelum dilakukan evaluasi oleh Gubernur Jawa Timur. “Semoga APBD kita diberi kelancaran,” tambahnya.

Bupati Nanik menegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 tetap mengacu pada tujuan besar RPJMD 2025–2029 dan RPJPD 2025–2045 dengan tema “Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar dan SDM untuk Pertumbuhan Berkualitas.” Ia mengakui pentingnya pembahasan anggaran yang lebih matang ke depan agar aspirasi masyarakat dapat terserap lebih baik.

“Terima kasih atas saran yang membangun. Ke depan, pembahasan akan kami upayakan sesuai jadwal yang lebih memadai,” ujarnya.

Pemkab juga harus berhadapan dengan penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Untuk itu, optimalisasi PAD dan efisiensi belanja digencarkan melalui digitalisasi pajak, pemanfaatan aset daerah, pemetaan ketersediaan dana, serta realokasi anggaran.

Sejumlah program strategis dan persoalan klasik tetap menjadi perhatian fraksi. Berikut isu-isu yang dijawab langsung oleh Bupati:

1. Program Guyub Rukun Rp3–5 Juta per RT

Dipastikan tetap berjalan sesuai janji politik Bupati–Wakil Bupati terpilih. Kajian feasibility study sedang berlangsung untuk memastikan program tepat sasaran.

2. Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Sebanyak 125 unit RTLH masuk anggaran tahun 2026, dengan tambahan support dari pemerintah pusat dan skema CSR.

3. Sekolah Rakyat (SR)

Pemkab sudah menyiapkan lahan dan penyusunan dokumen UKL-UPL sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Pembangunan direncanakan mulai tahun depan.

4. Koperasi Desa Merah Putih

Dipastikan diperkuat melalui pelatihan, pengawasan ketat, dan mitigasi risiko agar tidak membebani APBD.

5. Pengendalian Inflasi Pangan

Dilakukan lewat gerakan tanam cabai, bawang merah, pemanfaatan pekarangan, dan program Intensifikasi Padi (IP 400).

DPRD menilai sejumlah masalah klasik masih belum terurai tuntas. Di antaranya penanganan sampah, data tidak valid pada peserta BPJS PBI, hingga efektivitas program RT. Terkait sampah, Bupati mengakui implementasi Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019 belum maksimal. Penanganan TPA Milangasri disebut memasuki status darurat.

“TPA Milangasri harus ditutup karena overload dan berisiko tinggi terhadap lingkungan. Sampah akan dialihkan ke titik transit sementara, dan pemilahan diperkuat di desa dan kelurahan,” jelasnya.

Mandatory spending sektor pendidikan dipastikan tetap aman, bahkan mencapai lebih dari 47% — jauh melampaui ketentuan minimal 20%. Anggaran infrastruktur publik tercatat 23,32%, dan kewajiban fiskal lainnya sudah terpenuhi. Bupati juga menargetkan peningkatan Dana Insentif Fiskal (DIF) tahun 2026 setelah sukses meraihnya tahun ini, salah satunya berkat penurunan angka stunting.

Ketua DPRD Suratno menyampaikan bahwa hampir seluruh pertanyaan fraksi terkait silpa, belanja, pendapatan, dan mekanisme peningkatan PAD sudah terjawab. Ia juga menyoroti sejumlah program yang perlu percepatan, termasuk penyelesaian pembangunan PPU Maospati sebagai “wajah baru Magetan”, penataan pasar hewan dan sirkuit, serta kebutuhan pasar hewan modern yang dilengkapi fasilitas screening kesehatan untuk mencegah penyakit seperti PMK.

“Semoga APBD ini lancar dan manfaatnya bisa dirasakan untuk kemakmuran masyarakat Magetan,” tutupnya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Digital Melejit, Kota Madiun Borong Tiga Penghargaan di Ajang TOP Digital Awards 2025

    Transformasi Digital Melejit, Kota Madiun Borong Tiga Penghargaan di Ajang TOP Digital Awards 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Tidak salah jika Kota Madiun getol dalam penerapan digitalisasi melakui program Smart City. Bahkan, kinerja digitalisasi Pemerintah Kota Madiun menorehkan prestasi tingkat nasional. Dalam ajang TOP Digital Awards 2025, Kota Madiun sukses memborong tiga penghargaan sekaligus. Tiga penghargaan tersebut yakni TOP Digital Implementation 2025 #Stars 5 untuk Pemerintah Kota Madiun, TOP […]

    Bagikan
  • 2 Hari Tidak Ada Kabar, Pria 31 Tahun di Kota Madiun Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

    2 Hari Tidak Ada Kabar, Pria 31 Tahun di Kota Madiun Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Warga Jalan Tawang Jaya RT 21 RW 06, Kota Madiun, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berusia 31 tahun meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (17/9/2026). Agus Sutiyoso diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan jasad bermula setelah keluarga korban yang berada di Semarang meminta warga untuk mengecek kondisinya karena […]

    Bagikan
  • Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo — Kenaikan harga kedelai impor yang kini menembus Rp10.500 per kilogram membuat para produsen tempe di Ponorogo, kelimpungan. Tak hanya dibayangi kerugian karena biaya produksi melonjak, mereka juga harus menghadapi turunnya permintaan pasar. Di Dusun Krajan, Desa Wotan, Kecamatan Pulung, para perajin tempe terpaksa mencari cara agar tetap bisa bertahan. Salah […]

    Bagikan
  • BULOG Madiun Tuntaskan Bantuan Pangan 5.835 Ton, Salurkan 7.497 ton Beras SPHP Guna Stabilkan Harga Beras

    BULOG Madiun Tuntaskan Bantuan Pangan 5.835 Ton, Salurkan 7.497 ton Beras SPHP Guna Stabilkan Harga Beras

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Perum BULOG Cabang Madiun menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kota Madiun. Selain itu, BULOG juga terus mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun : Presiden Tidak Mau Kemiskinan Terus Naik Meski Pertumbuhan Ekonomi Cukup Bagus

    Bupati Madiun : Presiden Tidak Mau Kemiskinan Terus Naik Meski Pertumbuhan Ekonomi Cukup Bagus

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto membeberkan pengalaman paling menarik dan berkesan saat menjalani retret. Salah satu hal pokok adalah Presiden RI tidak ingin kemiskinan terus naik meskipun angka pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Sepekan di Magelang, pertemuan dengan sejumlah kepala daerah membuat Bupati Madiun Hari Wuyanto mendapatkan suatu pelajaran untuk kemajuan di […]

    Bagikan
  • DKPP Kab. Madiun Duga Puluhan Ayam Mati Mendadak Akibat Flu Burung

    DKPP Kab. Madiun Duga Puluhan Ayam Mati Mendadak Akibat Flu Burung

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menindaklanjuti laporan kematian puluhan ayam kampung di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kasus ini diduga kuat disebabkan oleh avian influenza (AI) atau flu burung. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris, mengatakan usai menerima laporan, tim Petugas […]

    Bagikan
expand_less