
Sinergia | Magetan – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mencatat temuan kasus HIV/AIDS pada kelompok calon pengantin (Catin) dan ibu hamil. Data tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan dan pemeriksaan kesehatan sejak sebelum menikah.
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agus Yudi Purnomo, mengungkapkan bahwa terdapat 18 calon pengantin yang terdeteksi positif HIV. Dari jumlah itu, 12 di antaranya laki-laki dan 6 perempuan. Menurutnya, mayoritas Catin tersebut bukan merupakan pasangan yang baru pertama kali menikah.
Agus menilai perilaku seksual pranikah berkontribusi besar terhadap risiko penularan. Ia menambahkan bahwa pada periode yang sama, ditemukan pula lima ibu hamil yang dinyatakan positif HIV.
“Saluran penularan HIV/AIDS paling dominan tetap hubungan seksual, disusul penggunaan jarum suntik pada penyalahguna narkoba,” tuturnya, Rabu (03/12/2025).
Agus mengajak masyarakat, terutama calon pengantin, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas sebelum melangsungkan pernikahan. Deteksi dini dinilai krusial untuk menentukan langkah pencegahan dan pengobatan.
Ia menekankan bahwa pasangan yang positif HIV masih berpeluang memiliki anak tanpa menularkan virus, selama mengikuti prosedur medis yang benar.
“Jika calon pasangan menjalani terapi secara teratur, potensi penularan ke anak dapat ditekan. Yang penting adalah pengendalian virus melalui pengobatan rutin,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan bahwa penggunaan kondom saja tidak cukup tanpa disiplin minum obat seumur hidup. Hal itu mengingat HIV menyerang sistem kekebalan tubuh.
Untuk kasus ibu hamil, ia memastikan risiko penularan HIV ke bayi dapat diminimalkan bila seluruh arahan tenaga kesehatan diikuti dengan baik.
“Apabila ibu hamil menjalani pengobatan, virus dalam tubuhnya terkontrol, dan proses persalinan dilakukan melalui operasi sesar, maka peluang bayi tertular sangat kecil. Namun risikonya naik jika tidak melakukan konseling atau tidak mengikuti anjuran petugas kesehatan,” jelasnya.
Dinkes Magetan menegaskan pentingnya edukasi, pemeriksaan dini, serta perilaku hidup sehat untuk menekan penularan HIV/AIDS di tingkat keluarga maupun masyarakat.(Nan/Krs).