Waduh ! Razia di Eks Terminal Seloaji Ponorogo Temukan Dua Wanita Terindikasi HIV
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Satpol PP Ponorogo bersama sejumlah instansi terkait, melakukan razia besar-besaran di kawasan eks Terminal Seloaji. Hal itu setelah menerima laporan dari masyarakat tentang maraknya dugaan praktik prostitusi dan gangguan ketertiban. Dalam razia yang digelar pada Senin malam (3/11/2025), petugas berhasil menjaring 13 perempuan dan mendapati dua di antaranya terindikasi HIV.
Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Hendra Asmara Putra, menjelaskan bahwa razia ini dilakukan atas aduan masyarakat terkait kebisingan dan aktivitas yang meresahkan di lokasi tersebut.
“Tadi malam, berdasarkan aduan dari masyarakat, kami bersama Forpimcam Babadan, Polsek, Koramil, Dinkes, dan Dishub yang memiliki wilayah tersebut, melakukan pengecekan. Kami menemukan 13 orang, dan setelah dilakukan tracking, dua di antaranya terindikasi HIV,” ungkap Hendra.
Lokasi eks terminal yang sebelumnya merupakan pusat transportasi umum kini telah disalahgunakan menjadi tempat prostitusi dan kegiatan ilegal lainnya. Warga sekitar juga mengeluhkan kebisingan dan kondisi lingkungan yang kotor.
“Warga resah, ada suara desahan dan aktivitas yang mengganggu ketertiban. Tempatnya kumuh, agak ke belakang, mungkin masyarakat sekitar merasa tidak nyaman,” tambah Hendra.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah warung kopi dan penginapan kecil di sekitar area eks terminal yang diduga digunakan untuk kegiatan prostitusi. “Kami mengunjungi 7 warung kopi dan menemukan kurang lebih 10 penginapan kecil. Di tempat-tempat ini, ditemukan aktivitas yang mencurigakan,” kata Hendra.
Razia juga mencakup pengecekan identitas para pelaku yang terjaring. Beberapa wanita yang diamankan tidak dapat menunjukkan identitas yang sah. “Ada yang tidak bisa menunjukkan KTP. Mereka mengaku berasal dari Ponorogo, namun bukan suami-istri dan baru saja masuk ke lokasi tersebut,” terang Hendra.
Dua wanita yang terindikasi HIV telah diminta keterangan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan Ponorogo. Hasil tracking menunjukkan bahwa salah satu dari mereka merupakan pemain lama, sedangkan lainnya adalah pendatang baru.
Sementara itu, Satpol PP dan pihak terkait lainnya mengimbau kepada pemilik warung kopi dan kos-kosan untuk tidak menyediakan tempat bagi aktivitas yang melanggar hukum. Razia ini menjadi bagian dari upaya untuk mengembalikan ketertiban dan menjaga kesehatan masyarakat di Ponorogo. Satpol PP Ponorogo berjanji akan terus melakukan patroli di kawasan tersebut, dan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam kegiatan ilegal.
“Kami akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan meminta mereka untuk tidak menginap di tempat-tempat yang terindikasi digunakan untuk prostitusi. Kami menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dishub dan pihak berwenang untuk langkah selanjutnya,” pungkas Hendra. (Ega/Krs).
- Penulis: Ega Patria


