Kota Madiun Jadi Tuan Rumah Pertama UI GreenCityMetric 2025, Raih Empat Penghargaan Sekaligus
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun mencatat sejarah baru dengan menjadi tuan rumah pertama ajang UI GreenCityMetric 2025, sebuah forum penilaian kota berkelanjutan yang digagas Universitas Indonesia. Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan dilaksanakan di Hotel Mercure, Kamis (02/10/2025), diikuti oleh 71 pemerintah daerah dari berbagai penjuru tanah air.
Wali Kota Madiun, Maidi, mendapat kesempatan membuka forum sekaligus tampil sebagai pembicara pertama. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberlanjutan akan terus menjadi arah utama pembangunan di Kota Madiun.
“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami. Insya Allah seluruh program yang sejalan dengan UI GreenCityMetric akan kami jalankan secara konsisten dan berkesinambungan,” ujarnya.
Tak hanya seremoni, acara juga dirangkai dengan city tour bagi para peserta ke sejumlah titik unggulan Kota Madiun, antara lain Pahlawan Street Center (PSC) sebagai ikon wisata perkotaan, serta TPA Winongo yang dikembangkan menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah dan agrowisata buah.
Sejumlah daerah ikut berpartisipasi, mulai dari Surabaya, Semarang, Kediri, Parepare, Bandung, Padang, Probolinggo, Pacitan, hingga Barito Utara.
Kepala UI GreenCityMetric, Vishnu Juwono, menyampaikan bahwa penunjukan Madiun sebagai tuan rumah perdana memiliki makna strategis. Menurutnya, forum ini bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan juga sarana berbagi pengetahuan dan inovasi antar daerah.
“Forum ini strategis karena menunjukkan bahwa kota seperti Madiun mampu berperan sebagai laboratorium kebijakan kota hijau,” jelasnya.
Vishnu juga mengingatkan pentingnya komitmen bersama terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Mengacu pada data PBB, diperkirakan pada 2050 sekitar 68 persen populasi dunia akan tinggal di kawasan perkotaan. Indonesia sendiri termasuk negara dengan risiko tinggi terdampak perubahan iklim.
“Seorang pemimpin kota yang visioner akan meninggalkan warisan keberlanjutan yang manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” tegasnya.
Kota Madiun Sabet Empat Penghargaan
Dalam ajang bergengsi ini, Kota Madiun berhasil membawa pulang empat penghargaan sekaligus, yakni:
Peringkat 3 kategori Energi dan Perubahan Iklim
Peringkat 2 kategori Tata Kelola Sampah dan Limbah
Peringkat 1 kategori Akses dan Mobilitas
Peringkat 2 kategori Kabupaten/Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Madiun sebagai salah satu kota yang progresif dalam mengelola isu lingkungan, transportasi, serta tata kota.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun juga memaparkan bahwa program-program yang telah berjalan seperti optimalisasi transportasi ramah lingkungan, pengurangan sampah plastik, dan pengelolaan limbah terpadu turut mendukung raihan tersebut. Ke depan, Pemkot akan mengembangkan transportasi publik berbasis listrik serta memperluas kawasan hijau di wilayah perkotaan.
“Semua penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Kami ingin memastikan Madiun tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memberi kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” tutur Maidi.
Surya – Sinergia
- Penulis: Kriswanto


