Berita Terkini
Trending Tags

Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 380
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bayi Baru Lahir menjadi korban penganiayaan seorang ayah. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus kekerasan terhadap bayi mengguncang Kabupaten Magetan. Seorang ayah di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, diduga tega menyulut lidah bayi yang baru berusia beberapa hari menggunakan korek gas. Aksi keji itu dipicu rasa cemburu dan dugaan perselingkuhan yang tak berdasar.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, ibu bayi, Purwantini (39), baru saja meninggalkan kamar untuk ke kamar mandi dan menitipkan bayinya kepada sang kakak yang masih berusia 12 tahun. Tak lama, tangis bayi pecah tak wajar. Ketika keluarga mengecek, mereka mendapati bibir dan lidah bayi melepuh seperti terkena panas.

Menurut keterangan keluarga, sebelum bayi menangis histeris, sang ayah, Guritno (43), sempat masuk ke kamar. Dugaan kekerasan menguat karena tak lama setelahnya kondisi bayi berubah drastis.

“Keponakan saya menangis kesakitan tak lama setelah didatangi ayahnya. Saat kami periksa, mulut dan lidahnya sudah melepuh. Kami langsung membawa ke rumah sakit dan melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujar Sugiyono, Paman Korban.

Bayi perempuan itu kemudian dilarikan ke RSIA Samudra Husada Magetan untuk mendapat perawatan medis. Dari keterangan keluarga, Guritno diduga terbakar cemburu dan tidak percaya bahwa bayi tersebut adalah anak kandungnya. Ia menuduh istrinya menjalin hubungan dengan pria lain ketika dirinya bekerja di sebuah bengkel motor di Tangerang.

Keluarga juga menyebut Guritno pernah mengucapkan ancaman serius. “Ia pernah bilang akan menghabisi bayi itu dan pria yang dituduh dekat dengan istrinya,” tutur salah satu anggota keluarga yang enggan disebut namanya.

Bahkan, Purwantini disebut sempat mengalami kekerasan fisik saat masih mengandung.

Tokoh masyarakat Desa Mangunrejo, Sukarni, turut mengecam tindakan yang diduga dilakukan Guritno.

“Ini sangat memprihatinkan. Tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Pelaku harus diproses hukum,” tegasnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Magetan sejak Minggu (15/2/2026). Polisi membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan terhadap bayi tersebut.

Image Not Found
Bayi Baru Lahir menjadi korban penganiayaan seorang ayah. Foto : Kusnanto-Sinergia

Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Magetan, Aipda Totok Sudiartanto, menjelaskan pihaknya masih bekerja untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Anggota sedang mendalami penyebab luka dan siapa pelakunya,” ujarnya melalui pesan singkat.

Hingga kini, terduga pelaku telah dimintai keterangan namun belum diamankan. Polisi menyatakan membutuhkan pendalaman tambahan untuk memastikan kronologi dan motif.

Bayi malang tersebut hingga kini dirawat intensif di Rumah Sakit Ibu dan Anak Samudra Husada Magetan. Tim medis memastikan kondisi bayi stabil meski mengalami luka di bagian mulut.

Kasus ini memicu reaksi publik dan menjadi perhatian besar masyarakat Magetan, mengingat korban adalah bayi yang baru beberapa hari melihat dunia.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Misteri kasus penusukan yang menewaskan Andik Kristanto (39), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Ngawi, akhirnya terungkap. Polisi memastikan tersangka bukan orang asing seperti yang sempat dikabarkan, melainkan Andika Rangga Pratama, pemilik angkringan tempat kejadian berlangsung. Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadhi, mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan Jumat (29/08/2025) dini hari sekitar […]

    Bagikan
  • Pendidikan Politik Digencarkan, Pelajar Magetan Dibekali Jadi Pemilih Kritis dan Bijak

    Pendidikan Politik Digencarkan, Pelajar Magetan Dibekali Jadi Pemilih Kritis dan Bijak

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Berdemokrasi” ini menyasar pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat sebagai calon pemilih pada pemilu mendatang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda […]

    Bagikan
  • Proyek Jembatan Klumutan Molor, Bupati Madiun Monev 3 Paket Pekerjaan Fisik

    Proyek Jembatan Klumutan Molor, Bupati Madiun Monev 3 Paket Pekerjaan Fisik

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Proyek pembangunan Jembatan Klumutan di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, belum rampung meski melewati batas kontrak. Hal itu terungkap saat Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada Selasa (23/12/2025). Jembatan senilai Rp9,1 miliar yang dikerjakan CV Dwi Tunggal Sejati tersebut seharusnya selesai pada 17 Desember 2025. Namun […]

    Bagikan
  • Dari Aspirasi Jadi Korupsi ? Kasus Pokir di Magetan Seret Ketua DPRD dan 5 Lainnya Jadi Tersangka Play Button

    Dari Aspirasi Jadi Korupsi ? Kasus Pokir di Magetan Seret Ketua DPRD dan 5 Lainnya Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketua DPRD Kabupaten Magetan periode 2024–2029, Suratno, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD tahun 2020–2024. Penetapan ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, yang juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka dan langsung menahan seluruhnya. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menjelaskan bahwa tiga […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Sayutan Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Galian C Ditutup

    Ratusan Warga Sayutan Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Galian C Ditutup

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan menggeruduk kantor DPRD Magetan pada Rabu (3/6/2026). Mereka menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang galian C yang beroperasi di wilayah Sayutan. Massa yang berasal dari Dukuh Jejeruk, Dukuh Geluk, dan Dukuh Meluk itu menilai keberadaan tambang telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan […]

    Bagikan
  • Disaksikan Presiden RI ke-6 SBY, LavAni Navy Melaju ke Grand Final Usai Libas Indomaret 3-0

    Disaksikan Presiden RI ke-6 SBY, LavAni Navy Melaju ke Grand Final Usai Libas Indomaret 3-0

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa (14/10/2025) malam. Kunjungannya kali ini untuk memberikan dukungan langsung kepada tim bola voli kesayangannya, LavAni Navy, yang berlaga melawan Indomaret Sidoarjo dalam ajang bergengsi Livoli Divisi Utama 2025 Final Four di GOR Ki Mageti. Kehadiran SBY, […]

    Bagikan
expand_less