
Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengembangan Sirkuit Parang di Kabupaten Magetan. Fasilitas penunjang di lintasan kebanggaan warga Magetan itu kini terus dibenahi agar segera memenuhi standar nasional dan masuk dalam agenda resmi event otomotif Tanah Air.
Khofifah menyebut, pembangunan dan peningkatan sarana di Sirkuit Parang menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk mengembangkan potensi olahraga otomotif di wilayah selatan. “Kami ingin Sirkuit Parang bisa segera menjadi bagian dari agenda nasional. Selain mendukung pembinaan atlet, sirkuit ini juga punya nilai strategis dalam mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata di Magetan,” ujarnya, Minggu (05/10/2025).
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri acara nonton bareng aksi pembalap Moto2 asal Magetan, Mario Aji, bersama jajaran Forkopimda Magetan di Pendopo Surya Graha. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memberikan apresiasi atas semangat juang Mario yang tetap tampil tangguh di ajang Moto2 Sirkuit Mandalika.
“Bersaing di ajang Moto2 tidak mudah. Mario sudah menunjukkan perjuangan luar biasa. Ia membawa nama baik Magetan dan Jawa Timur di kancah internasional,” tutur Khofifah.
Mario Suryo Aji, pembalap kelahiran Magetan tahun 2004, saat ini memperkuat tim Honda Team Asia di ajang Moto2. Sebelumnya, Mario mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih posisi start di barisan depan dalam balapan Moto3 Mandalika 2022. Konsistensinya di dunia balap internasional menjadikannya salah satu talenta muda potensial Indonesia.

Sirkuit Parang sendiri mulai dibangun secara bertahap sejak 2023 di kawasan Parang, Kabupaten Magetan. Lintasan tersebut dirancang untuk mendukung kegiatan latihan dan kejuaraan otomotif, baik roda dua maupun roda empat. Sejumlah fasilitas utama seperti pit area, tribun penonton, dan jalur lintasan kini tengah dalam proses penyempurnaan agar sesuai dengan standar Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Khofifah mengungkapkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Bupati Magetan serta pembalap Adenanta Putra terkait kebutuhan tambahan di kawasan sirkuit, termasuk peningkatan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan area parkir.
“Kami ingin seluruh proses ini berjalan bertahap tapi terarah, supaya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sekitar. Sirkuit Parang tidak hanya untuk ajang balapan, tapi juga menjadi magnet baru ekonomi lokal,” jelasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, Sirkuit Parang diharapkan segera menjadi ikon baru olahraga otomotif Jawa Timur sekaligus simbol kebanggaan bagi warga Magetan.
Kusnanto – Sinergia