
Sinergia | Magetan – Ratusan pelajar di SMK Yosonegoro Magetan antusias dalam mengikuti sesi sosialisasi yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magetan, Rabu (15/10/2025). Ruang aula sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, berubah menjadi tempat diskusi hangat tentang demokrasi dan pemilu.
Meski dilakukan bukan pada momen Pemilu ataupun Pilkada, kegiatan digelar juga tidak hanya sekadar sosialisasi rutin. Akan tetapi menjadi bagian dari upaya Bawaslu Magetan untuk menanamkan pemahaman politik sejak dini kepada generasi muda. Lebih khusus bagi pemilih pemula yang kelak akan menentukan arah bangsa melalui suara mereka di bilik suara.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Magetan, M. Ramzi, sebagai pemateri memberikan penyampaian dengan santai dan penuh interaksi. Ia mengajak para siswa memahami kembali bagaimana proses pemilu diselenggarakan, termasuk perubahan yang terjadi setelah putusan Mahkamah Konstitusi.
“Anak-anak muda ini akan menjadi pemilih baru di pemilu mendatang. Kami ingin mereka memahami esensi pemilu, bukan sekadar datang ke TPS, tapi juga sadar makna dari suara yang mereka berikan,” tutur Ramzi.
Menurutnya, pemahaman sejak dini sangat penting agar para pelajar tidak apatis terhadap politik, melainkan mampu menjadi pemilih cerdas di masa depan. “Kami ingin mereka sadar bahwa mereka punya hak pilih, dan hak itu perlu dijaga serta digunakan dengan bertanggung jawab,” tambahnya.
Selain menjelaskan tentang proses pemilihan, Ramzi juga menyinggung berbagai bentuk pelanggaran yang kerap terjadi dalam pemilu, seperti politik uang, penyebaran hoaks, serta tindakan yang bisa merusak tatanan demokrasi. Ia menegaskan, politik bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi tentang kejujuran dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Kami berharap pelajar Magetan bisa menjadi bagian dari generasi yang menolak politik uang dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu,” pesannya.
Suasana semakin hidup ketika para siswa berdialog dengan memberikan pendapat mereka tentang arti pemilu bagi anak muda. Beberapa di antara mereka bahkan mengaku baru menyadari bahwa hak pilih yang akan mereka miliki mempunyai pengaruh besar terhadap masa depan daerah dan negara.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab santai, disertai ajakan Ramzi agar para pelajar terus belajar dan terlibat aktif dalam kehidupan demokrasi. “Kalau kita ingin punya pemimpin yang baik, maka kita juga harus menjadi pemilih yang baik,” tutupnya dengan senyum.
Dengan pendekatan edukatif semacam ini, Bawaslu Magetan berharap bibit-bibit kesadaran politik bisa tumbuh di kalangan pelajar. Karena di tangan merekalah, masa depan demokrasi Indonesia akan terus dijaga dan diwariskan dengan bijak.
Kusnanto – Sinergia