
Sinergia | Kab. Madiun— Sebanyak 62.543 warga Kabupaten Madiun menerima bantuan pangan (Banpang) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia. Penyaluran dilakukan di Kantor Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kamis (30/10/2025),
Bantuan tersebut berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan karena diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Setiap penerima per bulan mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Kami harap bantuan ini benar-benar membantu warga agar tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Hari.
Menurutnya, bantuan pangan ini bersumber dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog. Data penerima ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diverifikasi oleh Kementerian Sosial dan diperbarui setiap tiga bulan.
“Pak Prabowo menekankan bahwa tidak boleh ada masyarakat Indonesia yang kelaparan. Beliau juga sangat memperhatikan ketahanan pangan nasional,” kata Hari Wuryanto.
Kepala Bulog Cabang Madiun, Agung Sariyanto, menyebut stok beras untuk program Banpang saat ini mencapai 66 ribu ton dan tersebar di tiga kabupaten wilayah kerja Bulog Madiun. Ia memastikan ketersediaan beras di wilayah tersebut aman dan mencukupi.
“Selain untuk wilayah Madiun dan Ngawi, kami juga mendapat penugasan menyalurkan beras ke Madura dan NTT. Kabupaten Madiun memang menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dan penyangga pangan nasional,” ujar Agung.
Salah satu penerima manfaat, Sri Mumpuni, warga Desa Tiron, mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut.
“Beras dan minyak ini gratis. Kami dapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak untuk dua bulan. Sangat membantu mengurangi beban hidup,” tuturnya.
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus menekan dampak kenaikan harga bahan pokok di tengah situasi ekonomi yang belum stabil. ( Mustofa Pradana )
Tova Pradana – Sinergia