
Sinergia | Kota Madiun – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Kota Madiun di tingkat Internasional. Tiga siswa SMA Negeri 2 Madiun, yakni Muhammad Wilman Hakim, Raditya Mierza Pandudewata, dan Joanna Callysta Meidy, berhasil meraih juara 2 dalam lomba sains tingkat Internasional melalui karya inovatif berupa alat purifier multifungsi bertenaga pijakan dan panel surya.
Dalam kompetisi yang digelar secara online dan diikuti ribuan peserta dari berbagai negara, tim SMA Negeri 2 Madiun harus melalui tahapan seleksi ketat, mulai dari pengiriman video, abstrak proyek, hingga presentasi dalam bahasa Inggris. Persiapan mereka dilakukan hanya dalam waktu satu minggu, dengan fokus pada penguasaan konsep alat dan kemampuan komunikasi internasional.
Wilman menjelaskan, alat yang mereka ciptakan diberi nama “PUSTARA” (Purifier System with Solar and piezoelecTRicity for Air-quality based IoT-Sensor for Smart City to realize SDGs 5.0). Inovasi ini berfungsi menyaring udara kotor secara otomatis saat tingkat polusi meningkat, dengan sistem pemantauan melalui ponsel. Energi alat tersebut bersumber dari pijakan kaki (piezoelectric) dan panel surya, menjadikannya ramah lingkungan serta hemat biaya.
“Ide awalnya dari keinginan membuat alat penyaring udara yang bisa bekerja mandiri dan murah. Senang sekali bisa bersaing dengan peserta dari luar negeri dan membawa nama Kota Madiun,” ujar Muhammad Wilman Hakim, siswa SMA Negeri 2 Madiun, Sabtu (08/11/2025).
Tim berencana mengembangkan alat tersebut agar dapat diaplikasikan di sejumlah titik di Kota Madiun, seperti Pusat Sistem Komando (PSC) dan kawasan industri Pabrik Gula Redjo Agung, yang memiliki tingkat aktivitas tinggi.
Ketiga siswa itu mengikuti ajang internasional yakni International Invention & Innovatige Competition (InIIC) Malaysia tahun 2025 di mana mereka berhasil meraih medali perak (silver award). Wilman menambahkan, ke depan timnya akan melakukan evaluasi dan pengembangan desain 3D agar alat ini lebih efisien dan siap diproduksi secara massal.
“Kami ingin alat ini bisa benar-benar diterapkan di Kota Madiun, membantu mengurangi polusi dan menjadi kebanggaan daerah,” tutupnya.
Dengan semangat dan kreativitas generasi muda seperti mereka, Kota Madiun kembali menunjukkan diri sebagai kota berprestasi yang tak hanya unggul di bidang budaya pencak silat, tetapi juga dalam sains dan inovasi teknologi. (Sur/Krs)