
Sinergia | Magetan – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Magetan dari sektor parkir sepanjang tahun 2025 hampir mencapai 100 persen. Dua organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola parkir yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Perhubungan (Dishub), mencatat realisasi mendekati target sejak awal tahun.
Disperindag Magetan mencatat PAD parkir pasar hampir menembus angka maksimal. Target awal yang ditetapkan sebesar Rp. 1,01 miliar naik menjadi Rp1,035 miliar dalam Perubahan APBD. Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriani, menyebut hingga akhir November realisasi telah mencapai sekitar 96 persen atau lebih dari Rp1 miliar. Ia memperkirakan hingga tutup tahun, capaian bisa mencapai Rp1,08 miliar.
“Pendapatan rata-rata per bulan sekitar Rp. 80 juta, berasal dari 10 pasar yang memiliki area parkir aktif,” jelasnya.
Sementara, kondisi serupa juga terjadi di Dinas Perhubungan. Hingga 17 Desember, PAD parkir umum telah mencapai Rp. 1,352 miliar dari target Rp. 1,372 miliar. Selisih yang belum terpenuhi sekitar Rp. 19,7 juta.
Adapun untuk parkir khusus, target ditetapkan sebesar Rp93,6 juta dan realisasi hampir penuh dengan perolehan Rp93,305 juta. “Sudah hampir terpenuhi semua,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Magetan, Winarto.
Meski begitu, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Magetan Center menilai target PAD parkir yang ditetapkan sejak awal kurang ambisius, sehingga persentase capaian terlihat tinggi meski potensi belum tergarap optimal.
Direktur LSM Magetan Center, Beni Ardi, mengungkapkan sektor parkir masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari pengelolaan manual hingga lemahnya pengawasan. “Kalau targetnya tidak agresif, persentase realisasinya pasti terlihat tinggi,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Ia menambahkan, titik parkir di luar area pasar dan lokasi resmi Dishub masih belum tergarap secara menyeluruh sehingga potensi riil belum terukur secara pasti. Beni menilai capaian gabungan PAD parkir dari Disperindag dan Dishub memang nyaris sempurna secara angka. Namun, ia menegaskan angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan optimalisasi pendapatan daerah dari sektor parkir.
“Keberhasilan bukan hanya terletak pada tingginya realisasi, tapi juga keberanian menyusun target yang sesuai potensi sebenarnya,” pungkasnya.(Nan/Krs).