Berita Terkini
Trending Tags

Sidak Takjil di Bantaran Madiun, Dinkes Jatim Uji 10 Sampel Makanan dan Temukan Penjualan Ciki Bull

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 323
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinkes Jatim sidak takjil di Bantaran Madiun, (9/3/2026), Foto : Kriswanto

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur bersama Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan dan minuman takjil di kawasan Taman Bantaran, Kota Madiun, Minggu (9/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan.

Sanitarian Dinkes Provinsi Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawati, mengatakan sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Kesehatan terkait pengawasan makanan takjil. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.

“Pemeriksaan takjil ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun. Hari ini kami melakukan pemeriksaan pada titik sampling karena sebelumnya Dinkes PPKB Kota Madiun juga sudah melakukan pemeriksaan di kawasan Bunderan Taman,” ujarnya.

Dalam sidak tersebut, petugas mengambil sampel dari 10 jenis makanan dan minuman yang dijual pedagang. Beberapa di antaranya seperti jelly, es buah, pentol, risol mayo, cilok, hingga minuman dalam kemasan.

Dari jumlah tersebut, enam sampel langsung diperiksa secara kimia menggunakan metode uji cepat di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.

Image Not Found
Dinkes Jatim uji 10 sampel makanan dan hasilnya negatif bahan berbahaya, Foto : Kriswanto

“Sampel yang diuji secara kimia di tempat hasilnya negatif semua,” jelas Yenni.

Sementara itu, sisa sampel lainnya akan menjalani pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari karena harus melalui tahap pengembangbiakan bakteri.

“Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan sampel takjil yang diambil hari ini juga menunjukkan hasil negatif,” imbuhnya.

Selain pemeriksaan makanan, petugas juga menemukan pedagang yang menjual Ciki bull yang menggunakan dry ice di kawasan Bantaran. Menurut Yenni, temuan tersebut menjadi perhatian karena penggunaan nitrogen cair atau dry ice sempat menjadi sorotan pada 2024. Saat itu, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Pemprov Jatim yang melarang konsumsi makanan dengan efek “ciki ngebul”.

“Ciki ngebul dikhawatirkan mengandung nitrogen cair yang tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi langsung oleh manusia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, nitrogen cair dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan berpotensi membahayakan organ pencernaan jika tertelan.

Karena itu, temuan penjualan dry ice akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembinaan bagi pelaku usaha. Pihaknya juga akan berkoordinasi lintas daerah karena produk tersebut diketahui diproduksi di luar Kota Madiun.

“Penjualannya di sini, tetapi produksinya di kabupaten lain. Jadi perlu koordinasi lintas daerah,” katanya.

Sementara itu, Dinkes PPKB Kota Madiun akan menindaklanjuti hasil sidak kali ini. Termasuk temuan soal ciki bull. Namun, dari pendataan ternyata penjual merupakan warga dari luar Kota Madiun.

“Kebanyakan yang jual disini memang dari luar kota. Tetapi tetap kami lakukan pengambilan sampel, itu termasuk nanti sekaligus pembinaan ke pelaku usahanya. Biasanya kalau sudah dibina akan diberikan label stiker,” jelas Retno Dwi Wahyuni, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga, Dinkes PPKB Kota Madiun.

Lebih lanjut, terkait temuan ciki bull yang menggunakan dry ice akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Termasuk berkoordinasi dengan OPD terkait.

​”Temuan ini merupakan masukan yang sangat berharga. Kami telah mencatat data pedagang dan akan segera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang memiliki kewenangan penindakan,” imbuhnya.

Retno menekankan pentingnya rantai keamanan pangan yang menyeluruh. Masyarakat diminta tidak hanya tergiur oleh tampilan makanan yang menarik atau warna yang mencolok.

“Harus tetap mewaspadai seperti makanan atau minuman dengan warna mencolok. Jadi jangan rasa enak, menarik, itu belum tentu aman untuk dikonsumsi,” jelas Retno.

Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau peredaran pangan selama Ramadan guna memastikan warga Kota Madiun mengonsumsi takjil yang aman dan sehat. (krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya di Ngawi, Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan

    Panen Raya di Ngawi, Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Menuju Kedaulatan Pangan

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi padi pada 2024 sebanyak 9,27 juta ton GKG (Gabah Kering Giling-red) dan produksi beras pada 2024 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 5,35 juta ton. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim […]

    Bagikan
  • Arus Balik, Volume Kendaraan di Ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono Meningkat

    Arus Balik, Volume Kendaraan di Ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono Meningkat

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Volume kendaraan di seluruh gerbang tol PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri mengalami peningkatan. Pada Jumat (04/04/2025) tercatat mencapai 54.994 kendaraan atau meningkat sebesar 283,45% dari lalu lintas normal sebanyak 14.342 kendaraan. Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto mengatakan peningkatan volume kendaraan di ruas JNK dapat dilayani dengan optimal, salah […]

    Bagikan
  • Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Pada Kamis Malam Tanggal 27 Maret

    Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Pada Kamis Malam Tanggal 27 Maret

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – 4 hari jelang Hari Raya Iedul Fitri 1446 H kendaraan arus mudik sudah mulai nampak di wilayah Kabupaten Madiun. Utamanya, di titik perlintasan jalan Exit Tol Dumpil, yang merupakan jalur keluar masuk kendaraan ke jalur tol di wilayah Madiun. Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik mengatakan wilayah Madiun memiliki dua […]

    Bagikan
  • Jalan Tergerus Longsor, Warga Ponorogo Gendong Siswa Pulang Sekolah

    Jalan Tergerus Longsor, Warga Ponorogo Gendong Siswa Pulang Sekolah

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Video warga menggendong siswa sekolah karena jalan rusak di Ponorogo viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Selasa (13/1/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut kembali menggerus badan jalan hingga menyisakan lebar sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini membuat […]

    Bagikan
  • Diduga Gegara Obat Nyamuk, Rumah Janda Lansia di Ngawi Hangus Terbakar

    Diduga Gegara Obat Nyamuk, Rumah Janda Lansia di Ngawi Hangus Terbakar

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah rumah di Desa Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ludes terbakar pada Jumat (26/09/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang masih menyala di kamar tidur. Rumah yang terbakar diketahui milik Painem (65), seorang janda lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Waspadai Dampak Musim Kemarau Panjang, Petakan Daerah Rawan Krisis Air Bersih

    BPBD Kota Madiun Waspadai Dampak Musim Kemarau Panjang, Petakan Daerah Rawan Krisis Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim kemarau di Jawa Timur secara bertahap pada April – Juni 2026. Bahkan, diperkirakan puncak musim kemarau dominan terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Karakteristik kemarau tahun ini pun sesuai prakiraan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Menyikapi hal itu, […]

    Bagikan
expand_less