
Sinergia | Kota Madiun — Keberadaan tawon vespa atau yang dikenal masyarakat sebagai tawon ndas kembali menjadi perhatian serius. BPBD Kota Madiun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika menemukan sarang tawon vespa di sekitar rumah atau lingkungan permukiman. Pasalnya, serangga ini tergolong sangat berbahaya dan berpotensi mematikan.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menjelaskan bahwa pihaknya baru saja menangani laporan evakuasi sarang tawon vespa pada Rabu (7/1/2026) pagi. Laporan tersebut disampaikan oleh warga atas nama Ahmad Arif Darmawan yang menemukan sarang tawon vespa berukuran cukup besar di atap rumahnya di Jalan Timbangan No. 6, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman.
“Petugas BPBD langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Tim yang terdiri dari Kasi KL dan Regu 2 TRC sebanyak empat personel bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemusnahan sarang tawon vespa,” ujar Heter.
Dalam proses penanganan, petugas melakukan pemusnahan sarang dengan metode pembakaran menggunakan obor, disertai pengamanan melalui pembasahan untuk mencegah risiko penyebaran api. Selain itu, bekas sarang dibersihkan menggunakan cairan pembasmi serangga dan oli agar tawon tidak kembali bersarang di lokasi yang sama.
“Penanganan ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga dan memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Alhamdulillah, dalam kejadian tersebut tidak ada korban,” jelasnya.
Heter menambahkan bahwa tawon vespa termasuk jenis tawon yang sangat agresif dan berbahaya. Sengatan tawon vespa mengandung racun yang kuat dan dapat menimbulkan reaksi serius pada tubuh manusia.
“Bahaya tawon vespa sangat tinggi. Sengatannya bisa menyebabkan pembengkakan parah, reaksi alergi berat, hingga kematian, terutama bagi orang yang tidak kuat atau memiliki sensitivitas terhadap racun tawon,” ungkapnya.
Untuk itu, masyarakat diimbau tidak mencoba mengevakuasi atau memusnahkan sarang tawon vespa secara mandiri, apalagi tanpa perlindungan yang memadai. Berdasarkan data BPBD Kota Madiun, sepanjang tahun 2025 hingga November, tercatat 125 kali penanganan kejadian animal rescue. Khusus untuk tawon vespa, pada bulan November 2025 saja terdapat enam kali penanganan evakuasi sarang tawon vespa dalam satu bulan.
“Angka ini menunjukkan bahwa kasus tawon vespa cukup sering terjadi dan perlu menjadi perhatian bersama,” tambah Heter.
BPBD juga memberikan edukasi dasar kepada masyarakat apabila terjadi sengatan tawon vespa, seperti menjauh dari lokasi sarang untuk menghindari sengatan susulan. Kompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Selain itu, segera cari pertolongan medis jika muncul gejala serius seperti sesak napas, pusing, mual, atau pembengkakan ekstrem. “Kami berharap masyarakat lebih waspada dan segera melapor agar penanganan bisa dilakukan secara aman dan profesional,” pungkas Heter.(Krs).