Berita Terkini
Trending Tags

Labuhan Sarangan, Warisan Adiluhung yang Kukuhkan Identitas Budaya Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 295
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tradisi Labuhan Sarangan kembali digelar sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Magetan pada Jumat (16/08/2026). Bukan sekadar ritual tahunan, kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas karunia alam sekaligus sarana pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa Labuhan Sarangan memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam. Menurutnya, tradisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa menjaga harmoni dengan alam. Khususnya Telaga Sarangan yang selama ini menjadi ikon pariwisata dan sumber kehidupan warga sekitar.

“Labuhan Sarangan bukan sekadar ritual, melainkan warisan budaya adiluhung yang sarat makna. Tradisi ini merupakan wujud syukur atas rezeki, keselamatan, dan keberkahan, sekaligus bentuk penghormatan kepada alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat,” ujar Bupati Nanik.

Ia menambahkan, nilai-nilai seperti spiritualitas, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar tradisi ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanik juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Labuhan Sarangan telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan RI. Pemerintah Kabupaten Magetan, katanya, berkomitmen menjadikan pariwisata berbasis budaya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Image Not Found
Bupati Nanik beserta rombongan memutari telaga sarangan, Foto : Kusnanto-Sinergia

“Labuhan Sarangan menjadi pintu penting untuk mempromosikan Magetan sebagai destinasi wisata unggulan yang berkarakter budaya dan berkelanjutan. Diharapkan tradisi ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal,” tambahnya.

Meski demikian, Bupati Nanik mengingatkan agar perkembangan pariwisata tetap sejalan dengan pelestarian lingkungan. Telaga Sarangan, tegasnya, adalah titipan alam yang harus dijaga bersama.

“Kami mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk melayani wisatawan dengan ramah dan bertanggung jawab. Kepuasan wisatawan adalah bentuk penghormatan sekaligus berkah bagi kita semua,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan, Joko Trihono, menjelaskan bahwa pengakuan WBTb ini merupakan pencapaian besar bagi masyarakat Sarangan yang selama ini menjaga kelestarian tradisi Labuhan.

“Labuhan Sarangan adalah tradisi leluhur yang sarat nilai adat. Kini telah resmi terdaftar sebagai warisan budaya tak benda. Para maestro adat bahkan diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan ritual ini, dan mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah,” jelasnya.

Joko menyebutkan, Labuhan Sarangan ke depan diharapkan dapat masuk dalam kalender event nasional sebagai salah satu atraksi budaya yang membanggakan Magetan.

“Tradisi ini merupakan ungkapan syukur masyarakat atas anugerah alam yang indah, telaga yang cantik, serta tanah yang subur. Seluruh hasil bumi kemudian dilarungkan ke telaga sebagai simbol sinergi manusia dengan alam,” tambahnya. Ia menegaskan, penjagaan nilai-nilai adat serta kelestarian lingkungan adalah inti dari pelaksanaan Labuhan Sarangan setiap tahunnya.

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Targetkan Relokasi Warga Rawan Banjir dan Tanah Retak Mulai 2026

    Pemkab Madiun Targetkan Relokasi Warga Rawan Banjir dan Tanah Retak Mulai 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan rencana relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana akan mulai direalisasikan pada 2026. Program ini menyasar warga Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo Kecamatan Pilangkenceng, yang menjadi langganan banjir, serta warga Desa Mendak Kecamatan Dagangan, yang terdampak kerusakan tanah atau tanah retak. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan […]

    Bagikan
  • Kapolres Magetan Gelar Safari Ramadan, Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama photo_camera 3

    Kapolres Magetan Gelar Safari Ramadan, Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mempererat hubungan dengan para tokoh agama. Melalui kegiatan Safari Ramadan, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Magetan melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama dan pimpinan lembaga keagamaan di Kabupaten Magetan. Kegiatan dilaksanakan dengan mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Al […]

    Bagikan
  • Terekam CCTV, Aksi Pencurian di Kedai Teh Pelaku Gondol Perabotan dan Bahan Baku 

    Terekam CCTV, Aksi Pencurian di Kedai Teh Pelaku Gondol Perabotan dan Bahan Baku 

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah kedai teh di Caruban menjadi korban sasaran pencurian, tepatnya di Kelurahan Pandean Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun pada Kamis dinihari (27/2/2025). Aksi pencurian di outlet minuman teh itu terekam kamera CCTV. Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang beredar di media sosial,  pelaku terlihat masuk ke kedai melalui jendela belakang […]

    Bagikan
  • Anggaran Mobil Dinas Dialihkan ke Infrastruktur, Pemkab Magetan Pastikan Sesuai Tuntutan Publik

    Anggaran Mobil Dinas Dialihkan ke Infrastruktur, Pemkab Magetan Pastikan Sesuai Tuntutan Publik

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik rencana pengadaan mobil dinas yang sempat memicu aksi mahasiswa di depan DPRD Kabupaten Magetan, Senin (01/09/2025), akhirnya mendapat jawaban dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Prihasmoro, memastikan bahwa pos anggaran untuk kendaraan dinas senilai hampir Rp. 10 miliar sudah tidak lagi digunakan untuk pembelian mobil baru. Dana tersebut dialihkan […]

    Bagikan
  • Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu kios di Pasar Burung Sri Jaya Kota Madiun disatroni maling. Kios milik Yatimin (56) dalam kondisi berantakan saat dibuka pada Sabtu (22/03/2025) siang. Kondisi sangkar burung juga sudah tidak berada di tempatnya. “Awal ketahuan pas buka kios jam 11.00. Tahu-tahu buka kios sudah berantakan. Perkiraan lewat pintu belakang malingnya,” […]

    Bagikan
  • Laka Lantas Adu Banteng Fortuner Vs Avanza, 5 Korban Luka-Luka

    Laka Lantas Adu Banteng Fortuner Vs Avanza, 5 Korban Luka-Luka

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Madiun – Ponorogo, tepatnya di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. 2 Kendaraan Roda Empat saling adu banteng Selasa (28/1/2025) waktu subuh. Lima korban diketahui mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Dolopo Kabupaten Madiun.  “Tadi kejadian subuh saya keluar rumah ada dua kendaraan […]

    Bagikan
expand_less