Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 18
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir hampir satu tahun di Kabupaten Magetan ternyata belum dirasakan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan. Setidaknya TK Tapen, SDN 1 Tapen, dan SDN 2 Tapen masih belum pernah menerima distribusi MBG hingga akhir Januari 2026.
Temuan tersebut terungkap berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan para wali murid yang mempertanyakan pemerataan layanan program. Salah satu wali murid yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekecewaannya.
“Sudah hampir satu tahun anak kami belum sekali pun mendapat MBG. Dari Desember 2025 sudah ada pendataan alergi makanan, tapi sampai sekarang belum ada pembagian. Anak-anak sering bertanya rasanya MBG itu seperti apa dan kapan bisa menikmati,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, sekolah di desa lain yang letaknya berdekatan telah menerima program tersebut hampir secara menyeluruh.
Seorang guru di SDN Tapen juga membenarkan kondisi itu. “Benar, sejak awal MBG dimulai, sekolah kami belum pernah menerima MBG,” singkatnya.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa SPPG Lembeyan Kulon sebagai satuan pelayanan terdekat dari ketiga sekolah tersebut, telah melayani 36 sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Jumlah sasarannya mencapai 3.349 murid dan 380 tenaga pendidik.
Cakupan itu berkurang sejak beroperasinya SPPG Pupus pada Senin (26/1) kemarin, sehingga pembagian wilayah layanan mengalami penyesuaian. Namun kondisi tersebut belum menjelaskan secara pasti mengapa sekolah-sekolah di Tapen masih belum tersentuh program.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Magetan sekaligus Sekretaris Daerah, Welly Kristanto, menjelaskan bahwa belum meratanya layanan dipengaruhi jumlah SPPG yang belum sepenuhnya beroperasi.
Menurutnya, Magetan direncanakan memiliki 50 SPPG, namun baru 42 yang beroperasi. “Masih ada delapan yang belum operasional karena menunggu proses penyerahan anggaran dari BGN,” ujarnya.

Welly menyebut total penerima manfaat MBG di Magetan saat ini mencapai sekitar 187 ribu orang, namun distribusi ke sekolah-sekolah tertentu memang menunggu kesiapan SPPG terkait.
Saat ditanya mengenai kasus sekolah-sekolah di Tapen yang belum menerima MBG, Welly menegaskan bahwa pemerataan akan dilakukan setelah seluruh SPPG beroperasi penuh.
“Kita dari Pemda mendorong agar sekolah yang belum mendapat dapat segera menerima. Namun kewenangan penyaluran berada di Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Terkait wacana pelimpahan layanan ke SPPG terdekat, Welly menjelaskan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan sembarangan.
“Setiap SPPG sudah memiliki batasan jumlah penerima manfaat yang wajib dilayani. Angka tersebut sudah ditentukan oleh BGN, jadi tidak bisa dilimpahkan begitu saja,” tegasnya.
Koordinasi teknis lebih lanjut menurutnya berada di tangan koordinator wilayah dari unsur BGN. (Nan/Krs)
- Penulis: Kusnanto

