Berita Terkini
Trending Tags

Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani menunjukan padi yang terkena hama potong leher, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan.

Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur Magnaporthe oryzae yang merontokkan bulir padi sebelum masa panen tiba. “Kalau ditunggu tua, malah lapuk dan jatuh. Panen sekarang pun hasilnya jauh dari harapan,” ujar Misdi (70), petani asal Desa Pragak, Selasa (03/06/2025).

Penyakit yang disebabkan jamur ini menyerang bagian pangkal bulir padi, membuat tanaman mengering sebelum waktunya. Kondisi tersebut memaksa petani seperti Sukadi, Yadi, dan Saman memanen lebih awal demi menyelamatkan sedikit hasil yang masih bisa dikumpulkan.

“Awalnya kami kira hama biasa seperti wereng, jadi disemprot insektisida. Ternyata ini jamur, harusnya pakai fungisida. Tapi sudah telanjur, tak tertolong lagi,” keluh Sukadi.

Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan berturut-turut selama hampir dua pekan diduga memicu serangan penyakit. Kelembapan tinggi mempercepat pertumbuhan jamur, serta memperparah kondisi tanaman.

Tak hanya di Desa Pragak, serangan ini juga dilaporkan menyebar ke sejumlah kecamatan lain seperti Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Banyak petani merasa tidak mendapat arahan atau pendampingan dalam mengantisipasi penyakit ini.

Image Not Found
Petani di Magetan merugi karena tanaman padi terkena serangan hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

“Benih kami pakai varietas unggul, beli dari toko resmi. Tapi ternyata tak tahan penyakit. Kami butuh pengetahuan dan pendampingan, bukan hanya disuruh menyemprot tanpa tahu harus pakai apa,” kata Kadimun, petani lain dari Dusun Sepandan.

Kerugian ekonomi membayangi para petani. Dari hasil panen yang minim, mereka bahkan tidak bisa menutup biaya produksi, apalagi melunasi utang modal.

Ironisnya, sebagian besar petani tidak ikut program asuransi pertanian. Mereka mengaku tak paham prosedurnya dan tak mengira risiko gagal panen sebesar ini akan terjadi.

“Modal semua pinjaman. Kalau seperti ini, musim tanam berikutnya saja kami bingung cari biaya,” ungkap Saman.

Petani mendesak pemerintah tidak sekadar menyalahkan cuaca atau memberikan imbauan. Mereka meminta bantuan nyata, mulai dari edukasi penanganan penyakit tanaman, distribusi fungisida, hingga kemungkinan pemberian kompensasi atau bantuan sosial.

“Kalau dibiarkan terus seperti ini, bisa berdampak pada ketahanan pangan. Jangan tunggu semua gagal baru sibuk turun ke lapangan,” tegas Yadi.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Sapi di Ngawi Terjangkit PMK, 13 Ekor Mati

    Ratusan Sapi di Ngawi Terjangkit PMK, 13 Ekor Mati

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi memberlakukan screening ketat terhadap ternak sapi yang masuk ke pasar hewan setempat. Langkah ini diambil menyusul laporan ratusan sapi di Kabupaten Ngawi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya ternak yang terinfeksi PMK sebelum masuk ke pasar. “Dari data kami hingga […]

    Bagikan
  • Operasi Pekat Bersahaja, Satpol PP Madiun Razia 3 Terduga PSK Beserta Alat Kontrasepsi

    Operasi Pekat Bersahaja, Satpol PP Madiun Razia 3 Terduga PSK Beserta Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 67
    • 0Komentar

     Sinergia | Kab. Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada Rabu (12/3/2025). Operasi ini menyasar kawasan ringroad Saradan, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dalam operasi tersebut, petugas menyisir sejumlah warung kopi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Hasilnya, tiga wanita yang […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Salurkan BLTD Bagi 2.104 Penerima Manfaat

    Pemkot Madiun Salurkan BLTD Bagi 2.104 Penerima Manfaat

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) triwulan I tahun 2026 secara serentak, Senin (23/2/2026). Seperti dalam penyerahan bantuan yang dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (PLT) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun kepada penerima manfaat di Kelurahan Oro Oro Ombo Kecamatan Kartoharjo. Dalam keterangannya, F. Bagus Panuntun […]

    Bagikan
  • Jelang Libur Lebaran 2025, Wali Kota Madiun Sidak Stasiun hingga Terminal Purboyo

    Jelang Libur Lebaran 2025, Wali Kota Madiun Sidak Stasiun hingga Terminal Purboyo

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, Wali Kota Madiun Maidi bersama jajaran Forkopimda Kota Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau kesiapan fasilitas umum (fasum) di berbagai titik di Kota Madiun, Selasa (25/03/2025). Seperti meninjau Stasiun Madiun, RSUD Kota Madiun hingga Terminal Tipe A Purboyo Madiun. Sidak ini dilakukan sebagai bagian […]

    Bagikan
  • Jamaah Haji Asal Madiun Mulai Padati Makkah, Kartu Nusuk Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram

    Jamaah Haji Asal Madiun Mulai Padati Makkah, Kartu Nusuk Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Gelombang kedatangan jamaah haji Indonesia ke Kota Suci Makkah terus berlanjut. Salah satu kelompok yang mulai memadati wilayah sekitar Masjidil Haram adalah jamaah asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setibanya di Makkah, para jamaah langsung diarahkan untuk melaksanakan ibadah umrah sunnah sebagai bagian dari rangkaian prosesi haji. Pihak otoritas Arab Saudi menetapkan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Berikan Kado Pajak 2026 untuk Ribuan Wajib Pajak

    Pemkot Madiun Berikan Kado Pajak 2026 untuk Ribuan Wajib Pajak

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan sejumlah insentif perpajakan bagi ribuan wajib pajak (WP) pada tahun 2026mendatang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemkot berencana membebaskan pembayaran PBB-P2 bagi 1.949 WP dengan nilai pajak di bawah Rp 25 ribu. Selain itu, potongan 50 persen akan diberikan kepada 6.148 WP dengan nominal PBB antara […]

    Bagikan
expand_less