Bangun Kesadaran Bencana Sejak Dini, Siswa SDN Purworejo 03 Ikuti Simulasi Damkar
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 70
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Kesadaran menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak usia dini, tidak hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung. Hal inilah yang dilakukan SDN Purworejo 03, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, dengan menggelar simulasi pemadaman kebakaran bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun.
Kepala SDN Purworejo 03, Reni Verawati, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang prosedur penyelamatan saat terjadi keadaan darurat, khususnya kebakaran.
“Pengenalan dilakukan melalui kegiatan simulasi agar siswa mendapat pengalaman langsung bagaimana prosedur penyelamatan dilakukan dalam situasi darurat, salah satunya kebakaran,” ujar Reni, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan bertajuk Tamu Inspirasi DAMKAR Goes to SDN Purworejo 03 ini merupakan bagian dari program kokurikuler tahunan sekolah. Program tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler tahun ajaran 2025/2026, terutama materi kebencanaan dalam mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung yang dipandu oleh petugas Damkar Unit Kecamatan Geger.

Salah satu pemateri, Amru Al Mu’tasim, menjelaskan berbagai potensi penyebab kebakaran yang kerap terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah, serta cara penanganannya.
“Kami juga memperkenalkan metode pemadaman api sederhana, mulai dari penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), karung goni, hingga water spray. Tanya jawab juga dan demontrasi penanganan juga,” terangnya.
Antusiasme siswa terlihat sejak kedatangan mobil pemadam kebakaran di lingkungan sekolah. Banyak siswa bersemangat mencoba praktik pemadaman api, meski sebagian tampak gugup saat pertama kali mengikuti simulasi.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
“Siswa tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi juga siap bertindak ketika keadaan darurat terjadi,” tegas Reni.(Tova).


- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris

