Berita Terkini
Trending Tags

Warga Perumahan Emerald Ponorogo Diresakan Anakan Ular Cobra di Pemukiman

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 488
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD mengevaskuasi kawanan anak ular kobra jawa yang masuk ke area permukiman. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Warga Perumahan Emerald, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, dibuat resah dengan keberadaan kawanan anak ular kobra jawa yang masuk ke area permukiman. Selama sepekan terakhir, warga telah menemukan sedikitnya enam ekor ular kobra di lingkungan perumahan tersebut.

Dari jumlah tersebut, empat ekor anak kobra ditemukan dalam kondisi mati akibat dibunuh warga, serta satu ekor berhasil diamankan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Sementara satu indukan kobra berukuran sekitar 1,5 meter yang pertama kali muncul dilaporkan berhasil kabur dan hingga kini masih dalam pencarian.

Salah satu warga, Muhammad Pradipta, mengatakan kemunculan ular kobra sudah sangat meresahkan. “Selama sepekan ini banyak ular kobra. Empat ekor mati oleh warga, satu ekor hidup dibawa petugas BPBD. Sedangkan indukan yang muncul pertama kali masih dicari, ukurannya sekitar 1,5 meter,” ujarnya.

Petugas BPBD Ponorogo, Gemilang Aditya Madana, membenarkan adanya laporan dari warga terkait penemuan anak ular kobra. Pihaknya telah menindaklanjuti dengan melakukan pencarian di sekitar perumahan tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan dari warga, kami menemukan empat ekor anak kobra. Saat ini satu ekor sudah berhasil diamankan,” jelasnya.

Gemilang menambahkan, warga meminta agar indukan kobra segera ditemukan karena dinilai sangat membahayakan. Proses pencarian dilakukan sejak Selasa (10/2/2026) pukul 14.00 WIB hingga saat ini, namun mengalami sejumlah kendala.

“Kendala di lapangan antara lain banyaknya tanaman yang rimbun sehingga jarak pandang terbatas. Ular kobra juga bersifat agresif dan bersembunyi di area semak,” katanya.

BPBD memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga warga merasa aman. “Kami akan terus mencari ular tersebut ke depannya,” imbuh Gemilang.

Diketahui, ular kobra jawa merupakan jenis ular berbisa tinggi. Meski berukuran kecil, anak kobra justru dikenal sangat agresif dan berbahaya jika merasa terancam. Warga pun diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila kembali menemukan ular di lingkungan permukiman.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Calon Haji Gelombang Dua Tiba di Makkah, Langsung Menunaikan Umrah

    Jemaah Calon Haji Gelombang Dua Tiba di Makkah, Langsung Menunaikan Umrah

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Rombongan jemaah calon haji asal Indonesia yang tergabung dalam gelombang kedua mulai berdatangan ke Kota Makkah, Sabtu (18/05/2025). Mereka tiba melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dan langsung melanjutkan perjalanan menuju kota suci menggunakan bus yang telah disiapkan. Kedatangan jemaah disambut hangat oleh pihak hotel dan syarikah atau penyedia layanan […]

    Bagikan
  • Awal Tahun 2025, Pasien DBD di RSUD Caruban Melonjak Tajam

    Awal Tahun 2025, Pasien DBD di RSUD Caruban Melonjak Tajam

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memasuki puncak musim penghujan, di awal tahun 2025, jumlah Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD ) di RSUD Caruban Kabupaten Madiun meningkat. Kasi Pelayanan Medik RSUD Caruban, dr. Didik Indrawanto, membenarkan hasil rekam medis yang masuk di awal tahun 2025 yakni sejak tanggal 1 hingga 14 Januari 2025 ini sebanyak 46 […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Targetkan Angka Harapan Hidup di Angka 80 Tahun

    Pemkot Madiun Targetkan Angka Harapan Hidup di Angka 80 Tahun

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP & PA) Kota Madiun menggelar kegiatan senam bersama dalam rangka memperingati Hari Lansia. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 2.436 lansia dari seluruh wilayah Kota Madiun, Selasa (28/05/2025). Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wali Kota […]

    Bagikan
  • Petani Tebu PG Rejoagung Madiun Aman Pembayaran, Berbeda dengan Wilayah SGN

    Petani Tebu PG Rejoagung Madiun Aman Pembayaran, Berbeda dengan Wilayah SGN

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ketika banyak petani tebu di Kabupaten Madiun mengeluhkan pembayaran hasil panen yang macet, petani tebu di bawah naungan Pabrik Gula (PG) Rejoagung Baru justru tak mengalami masalah serupa. Mereka menerima pembayaran hasil giling tebu setiap pekan sesuai harga pokok penjualan (HPP) Rp14.500 per kilogram. Sekretaris DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat […]

    Bagikan
  • Gus Wahid Gugat PAW DPRD Magetan, Sengketa Internal PKB Memanas

    Gus Wahid Gugat PAW DPRD Magetan, Sengketa Internal PKB Memanas

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suhu politik di Kabupaten Magetan, kembali meningkat seiring dengan langkah hukum yang diambil Nur Wahid atau akrab disapa Gus Wahid. Anggota DPRD Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu resmi menggugat keputusan partainya yang memberhentikannya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Persoalan ini bermula dari Surat Keputusan DPP PKB Nomor […]

    Bagikan
  • Jelang Akhir Musim Giling, Gula Petani Masih Menumpuk di Gudang dan Belum Terbayar

    Jelang Akhir Musim Giling, Gula Petani Masih Menumpuk di Gudang dan Belum Terbayar

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang musim giling tebu berakhir, ribuan ton gula milik petani masih menumpuk di gudang pabrik gula (PG) wilayah Madiun Raya, seperti di PG Purwodadi Magetan dan PG Pagotan. Kondisi ini membuat pembayaran hasil panen petani tertunda karena gula belum terserap pasar. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia […]

    Bagikan
expand_less