Berita Terkini
Trending Tags

Warga Perumahan Emerald Ponorogo Diresakan Anakan Ular Cobra di Pemukiman

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 489
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD mengevaskuasi kawanan anak ular kobra jawa yang masuk ke area permukiman. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Warga Perumahan Emerald, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, dibuat resah dengan keberadaan kawanan anak ular kobra jawa yang masuk ke area permukiman. Selama sepekan terakhir, warga telah menemukan sedikitnya enam ekor ular kobra di lingkungan perumahan tersebut.

Dari jumlah tersebut, empat ekor anak kobra ditemukan dalam kondisi mati akibat dibunuh warga, serta satu ekor berhasil diamankan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Sementara satu indukan kobra berukuran sekitar 1,5 meter yang pertama kali muncul dilaporkan berhasil kabur dan hingga kini masih dalam pencarian.

Salah satu warga, Muhammad Pradipta, mengatakan kemunculan ular kobra sudah sangat meresahkan. “Selama sepekan ini banyak ular kobra. Empat ekor mati oleh warga, satu ekor hidup dibawa petugas BPBD. Sedangkan indukan yang muncul pertama kali masih dicari, ukurannya sekitar 1,5 meter,” ujarnya.

Petugas BPBD Ponorogo, Gemilang Aditya Madana, membenarkan adanya laporan dari warga terkait penemuan anak ular kobra. Pihaknya telah menindaklanjuti dengan melakukan pencarian di sekitar perumahan tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan dari warga, kami menemukan empat ekor anak kobra. Saat ini satu ekor sudah berhasil diamankan,” jelasnya.

Gemilang menambahkan, warga meminta agar indukan kobra segera ditemukan karena dinilai sangat membahayakan. Proses pencarian dilakukan sejak Selasa (10/2/2026) pukul 14.00 WIB hingga saat ini, namun mengalami sejumlah kendala.

“Kendala di lapangan antara lain banyaknya tanaman yang rimbun sehingga jarak pandang terbatas. Ular kobra juga bersifat agresif dan bersembunyi di area semak,” katanya.

BPBD memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga warga merasa aman. “Kami akan terus mencari ular tersebut ke depannya,” imbuh Gemilang.

Diketahui, ular kobra jawa merupakan jenis ular berbisa tinggi. Meski berukuran kecil, anak kobra justru dikenal sangat agresif dan berbahaya jika merasa terancam. Warga pun diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila kembali menemukan ular di lingkungan permukiman.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • H-2 Lebaran, 10 Ribu Penumpang Turun di Wilayah Daop 7 Madiun

    H-2 Lebaran, 10 Ribu Penumpang Turun di Wilayah Daop 7 Madiun

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – H-2 lebaran, arus mudik di  PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengalami peningkatan signifikan. Jumlah kedatangan penumpang tercatat mencapai 10.138 orang pada Sabtu (29/03/2025). Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 7 tercatat sebanyak 5.588 orang. “Menurut data yang tercatat, kedatangan penumpang tertinggi berasal dari Jakarta. […]

    Bagikan
  • Padukan Kebugaran dan Hiburan, Aston Madiun Sukses Gelar Carnival of Shadows dan Enchanted – Halloween Night Yoga

    Padukan Kebugaran dan Hiburan, Aston Madiun Sukses Gelar Carnival of Shadows dan Enchanted – Halloween Night Yoga

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aston Madiun makin memperkuat posisinya sebagai hotel yang terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman menginap yang holistik, memadukan relaksasi, hiburan, dan gaya hidup kontemporer. Terbaru, hotel Bintang 4 di jantung Kota Madiun itu sukses menggelar rangkaian kegiatan bertema Halloween bertajuk Carnival of Shadows dan Enchanted – Halloween Night Yoga pada 24 […]

    Bagikan
  • DPRD Kota Madiun Tetapkan Perubahan Kedua Propemperda 2026, Santunan Kematian Bakal Naik

    DPRD Kota Madiun Tetapkan Perubahan Kedua Propemperda 2026, Santunan Kematian Bakal Naik

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — DPRD Kota Madiun menetapkan Perubahan Kedua Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Madiun Tahun 2026 melalui Rapat Paripurna, Jumat (4/9/2026). Dalam perubahan tersebut, terdapat dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tambahan yang akan dibahas bersama Pemerintah Kota Madiun. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Sutardi dengan dihadiri Plt Wali […]

    Bagikan
  • Pasar Hewan Jetis Ditutup, Pedagang Kebingungan

    Pasar Hewan Jetis Ditutup, Pedagang Kebingungan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Penutupan Pasar Hewan Jetis di Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis, Ponorogo, resmi diberlakukan sejak 8 Januari 2025. Kebijakan ini sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, sejumlah pedagang sapi mengaku kebingungan karena tidak mengetahui adanya penutupan tersebut. “Saya tidak tahu kalau pasar ini ditutup. Terpaksa sapi saya bawa […]

    Bagikan
  • Dana Belum Cair, Operasional SPPG di Ngawi Hentikan Sementara Layanan MBG

    Dana Belum Cair, Operasional SPPG di Ngawi Hentikan Sementara Layanan MBG

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi mengalami kendala serius. Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara operasional sejak Senin (15/12/2025) akibat belum cairnya dana bantuan dari pemerintah pusat. Kondisi ini berdampak langsung pada 16 lembaga sekolah penerima manfaat. SPPG Dahlia yang berlokasi di Desa Kandangan, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

    Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, membuktikan pertanian ramah lingkungan tak selalu berarti biaya produksi lebih mahal. Melalui penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati, ongkos budidaya padi mereka disebut bisa ditekan hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia. Salah satu petani, Sukardiono, mengatakan penghematan terutama berasal […]

    Bagikan
expand_less