Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Empat Hari Empat Malam Tempuh Perjalanan, Relawan Magetan Antar Bantuan hingga Satar Punda Barat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Relawan Magetan membawa bantuan kemanusiaan menuju Satar Punda Barat, NTT. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Misi kemanusiaan relawan asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung penuh tantangan. Selama empat hari empat malam perjalanan, tim harus menghadapi kemacetan, antrean penyeberangan, perjalanan laut berjam-jam hingga kembali merasakan guncangan gempa saat tiba di lokasi tujuan.

Sebanyak 10 relawan yang tergabung dalam tim BPBD Magetan, BAZNAS, dan komunitas Relawan 24 Jam membawa bantuan senilai sekitar Rp125 juta menuju Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Salah satu relawan, Setyo Budi Hariyanto, mengatakan tim berangkat dari Magetan pada Selasa (15/9/2026) menggunakan dua kendaraan operasional BPBD dan Relawan 24 Jam yang dipenuhi paket bantuan.

“Perjalanan dari Magetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sudah menghadapi kendala karena macet dan antrean panjang selama 10 jam. Beruntung kami dibantu tim Basarnas Banyuwangi untuk proses penyeberangan,” ujar Hari.

Dari Ketapang, rombongan menyeberang menuju Bali, kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar enam jam sebelum kembali menyeberang melalui Pelabuhan Lembar, Lombok. Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Kayangan hingga Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tantangan perjalanan belum berakhir setelah rombongan tiba di Pelabuhan Sape. Mereka harus menunggu sekitar 18 jam sebelum dapat melanjutkan penyeberangan menuju Labuan Bajo.

Perjalanan laut menuju Labuan Bajo ditempuh sekitar delapan jam menggunakan kapal kecil sambil membawa berbagai bantuan. Di antaranya pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak, perlengkapan salat, paket sembako, serta santunan untuk anak yatim yang dihimpun dari para donatur.

Kondisi laut yang cukup menantang membuat sebagian anggota tim mengalami mabuk laut.

“Delapan jam mengarungi laut dengan ombak yang cukup menantang bikin beberapa teman mabuk laut. Dari Labuan Bajo, kami masih harus menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam lagi untuk sampai ke lokasi,” tuturnya.

Setelah perjalanan panjang tersebut, rombongan akhirnya tiba di Desa Satar Punda Barat pada 19 September 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, kedatangan mereka justru disambut guncangan gempa. Bumi Manggarai Timur kembali berguncang ketika para relawan baru tiba di lokasi.

Image Not Found
Relawan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa. Foto : Istimewa

Desa tersebut dipilih sebagai sasaran penyaluran bantuan setelah para relawan memperoleh informasi mengenai minimnya bantuan yang masuk ke wilayah tersebut. Informasi awal diperoleh dari unggahan media sosial mengenai keluhan camat setempat, kemudian diperkuat melalui koordinasi dengan warga lokal yang dikenal tim.

Selama dua hari berada di Satar Punda Barat, relawan tidak hanya mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana. Mereka juga bergotong royong membangun sebuah musala yang nantinya dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah sekaligus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Image Not Found
Relawan Magetan bergotong royong membangun musala di lokasi bencana. Foto : Istimewa

Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan sekitar 120 kepala keluarga muslim yang tinggal di wilayah tersebut.

“Kami di desa ini bertahan dua hari, menyalurkan bantuan berupa baju, santunan anak yatim, hingga membangun sebuah musala. Kita peduli kepada saudara kita yang kena musibah, baik muslim maupun nonmuslim. Saat ini kami perjalanan pulang menuju Magetan,” jelas Hari.

Menurutnya, bantuan yang dibawa merupakan bentuk kepedulian masyarakat Magetan kepada warga yang terdampak bencana. Penyaluran dilakukan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat.

Setelah tim menyelesaikan kegiatan dan meninggalkan lokasi, gempa kembali mengguncang wilayah tersebut. Gempa susulan bermagnitudo 5,3 dengan kedalaman 10 kilometer terjadi pada 21 September 2026 pukul 08.41 WITA.

Rangkaian gempa tersebut membuat sebagian warga masih memilih tidak tidur di dalam rumah karena khawatir terjadi guncangan susulan.

Selain kondisi pascabencana, para relawan juga menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau selama berada di lokasi. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi sambutan warga terhadap rombongan dari Magetan.

Interaksi selama penyaluran bantuan dan pembangunan musala justru meninggalkan kesan tersendiri bagi para relawan. Mereka melihat kehidupan masyarakat setempat tetap diwarnai semangat gotong royong dan toleransi meski berada dalam situasi pascabencana.

“Sempat membuat warga dan teman-teman dari Magetan ketakutan. Di sana memang masih jarang penduduk yang berani tidur di dalam rumah. Tujuan kami murni kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, tanpa memandang latar belakang. Toleransi di sana luar biasa, warga sangat menghargai dan menyambut kami dengan hangat,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geger Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Kawasan Air Terjun Suwono Ngawi

    Geger Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana di Kawasan Air Terjun Suwono Ngawi

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana di pinggir sungai kawasan wisata Air Terjun Suwono Indah Park, Minggu (1/11/2026) siang. Jasad perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut pertama kali ditemukan oleh sejumlah anak yang hendak mandi di sungai sekitar lokasi air […]

    Bagikan
  • Mengulik Sejarah Masjid Kuno Kuncen dan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan

    Mengulik Sejarah Masjid Kuno Kuncen dan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masjid Kuno Kuncen atau Masjid Nur Hidayatullah merupakan masjid bersejarah yang terletak di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman Kota Madiun. Masjid ini memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam di wilayah Madiun. Masjid ini didirikan pada 18 Juli 1568 oleh Pangeran Timur, yang dikenal juga dengan nama Ki Ageng Panembahan Ronggo […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Salurkan 44 Ton Beras Murah, Bantu Stabilkan Harga Pangan

    Polres Magetan Salurkan 44 Ton Beras Murah, Bantu Stabilkan Harga Pangan

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Polres Magetan bersama Forkopimda menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolres Magetan, Senin (11/08/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, pihaknya akan menyalurkan 44 ton […]

    Bagikan
  • Agus Prayitno Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Gantikan Ali Masngudi

    Agus Prayitno Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Gantikan Ali Masngudi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun resmi berganti. Agus Prayitno dari Partai Demokrat dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Madiun, Senin (27/7/2026). Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Ali Masngudi […]

    Bagikan
  • Atap TK Dharma Wanita Geneng 2 Ambruk, Murid Sementara Belajar dari Rumah

    Atap TK Dharma Wanita Geneng 2 Ambruk, Murid Sementara Belajar dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Atap bangunan Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Geneng 2 di Dusun Karangasem 2, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi ambruk pada Kamis (25/09/2025) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sebanyak 30 murid harus dialihkan belajar dari rumah. Peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat wilayah Geneng diguyur hujan […]

    Bagikan
  • Janjikan Anak Korban Jadi Pegawai KAI, Pria di Madiun Diduga Tipu Korban Rp104,5 Juta

    Janjikan Anak Korban Jadi Pegawai KAI, Pria di Madiun Diduga Tipu Korban Rp104,5 Juta

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Seorang pria bernama Riszqy Albar Rudin (33), warga Kabupaten Magetan, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan bermodus rekrutmen pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun. Dengan mengaku sebagai pegawai KAI, tersangka menjanjikan anak korban bisa bekerja sebagai staf ticketing hingga berhasil mengantongi uang sebesar Rp104.530.000. Kasus tersebut diungkap Unit […]

    Bagikan
expand_less