Padang Mbranang 2026, Video Mapping Internasional Sulap Gedung Balai Kota Madiun Jadi Panggung Seni Digital
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 13
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Gedung Balai Kota Madiun berubah menjadi kanvas raksasa yang memukau saat pertunjukan video mapping bertajuk Padang Mbranang digelar pada Jumat (24/7/2026) malam. Permainan cahaya, visual kreatif, dan teknologi digital sukses menyedot perhatian masyarakat yang memadati kawasan Pahlawan Street Center (PSC).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Madiun ke-108 dengan tema Madiun Berkilau itu dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun. Ajang ini menggandeng Imajiwa Creative Studio bersama para pelaku industri kreatif digital dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan melibatkan perwakilan dari sejumlah negara di kawasan ASEAN.
Menurut Bagus Panuntun, antusiasme peserta cukup tinggi. Karya video mapping yang diperlombakan berasal dari berbagai universitas, termasuk satu karya dari SMA Negeri 1 Madiun.
“Video yang dikirimkan dari teman-teman berbagai universitas, dan ada satu dari SMA Negeri 1 Madiun. Saya senang karena ini menjadi peluang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh karya mengusung tema “Transformasi” yang akan dinilai oleh dewan juri beranggotakan tiga profesional dari Bandung dan satu juri dari Malaysia. Hasil penilaian akan diumumkan pada babak final yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026).
Bagus berharap keikutsertaan pelajar hingga mahasiswa mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia seni digital dan teknologi kreatif.
“Anak-anak muda semakin tertarik untuk mengulik dan mengikuti perkembangan video mapping. Ini menjadi potensi yang baik bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Madiun,” katanya.

Tak hanya menyuguhkan kompetisi video mapping, penyelenggaraan Padang Mbranang juga menjadi momentum pertama pemanfaatan koridor di bawah penyeberangan PSC sebagai ruang ekspresi seni digital.
Koridor yang menghubungkan kawasan Merlion tersebut disulap menjadi area digital art experience yang menampilkan beragam instalasi visual hasil kolaborasi komunitas kreatif dari Malang, Bandung, Yogyakarta, hingga Purwokerto.
Menurut Bagus, ruang publik tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif pada masa mendatang.
“Ini merupakan sumbangsih teman-teman pelaku kreatif untuk memperkenalkan perkembangan teknologi digital kepada masyarakat. Ke depan, koridor PSC memiliki peluang besar dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas kreatif lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tema Madiun Berkilau yang diangkat dalam rangkaian Padaang Mbranang tahun ini menjadi simbol harapan akan masa depan Kota Madiun yang lebih cerah.
“Melalui cahaya ini kami ingin menghadirkan harapan bagi Kota Madiun. Cita-cita kami pada 2030 adalah Madiun Maju Mendunia. Karena itu, kami ingin memperkenalkan Kota Madiun sebagai kota kecil yang memiliki daya tarik berbeda melalui karya-karya kreatif berbasis teknologi,” tuturnya.
Bagus juga menyebut penyelenggaraan kompetisi video mapping berskala Asia Tenggara ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Kota Madiun sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi.
Dengan dukungan perangkat video mapping milik Pemerintah Kota Madiun serta kolaborasi para pelaku industri kreatif, Padang Mbranang diharapkan menjadi agenda unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi Kota Madiun di tingkat internasional. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




