Berita Terkini
Trending Tags

Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 513
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore.

Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Kabupaten Madiun di Pondok Pesantren Al Basyariah, Kecamatan Pilangkenceng, dengan ketinggian lokasi sekitar 111 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ketua LFNU PCNU Kabupaten Madiun, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal memang belum memungkinkan untuk diamati. Hasil rukyat tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.

“Ini istikmal, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari. Hasil pemantauan kami laporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari sidang isbat,” ujar Zainal.

Ia menambahkan, meski cuaca cerah sekalipun, hilal tetap tidak akan terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Kondisi mendung hanya semakin memperkecil kemungkinan pengamatan.

“Kalau tidak mendung pun, hilal masih di bawah ufuk. Jadi memang tidak mungkin terlihat,” katanya.

Image Not Found
Kemenag bersama LFPCNU Kab. Madiun Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriahdi Pondok Pesantren Al Basyariah. Foto : Tova-Sinergia

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Madiun Muhammad Tafrikhan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa.

Ia menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari praktik ibadah yang perlu disikapi dengan saling menghormati.

“Kami berharap masyarakat tetap guyub rukun dan tidak saling mencela, karena semuanya dalam rangka ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembinaan Pemuda Hindu Lewat Yowana Sadhana Dapat Dukungan DPRD dan Pemkab Nganjuk

    Pembinaan Pemuda Hindu Lewat Yowana Sadhana Dapat Dukungan DPRD dan Pemkab Nganjuk

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Kegiatan Yowana Sadhana atau Religi Camp 2026 yang digelar Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Jawa Timur di Pura Kerta Bhuana Giri Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun DPRD setempat. Selain menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan pemuda Hindu, seremoni pembukaan kegiatan juga diisi […]

    Bagikan
  • Belum Ada Tersangka, Kejari Ngawi Masih Dalami Kasus Dugaan Gratifikasi Lahan Pabrik

    Belum Ada Tersangka, Kejari Ngawi Masih Dalami Kasus Dugaan Gratifikasi Lahan Pabrik

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Meski telah memeriksa lebih dari 25 saksi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan lahan untuk pabrik PT GFT Investment di Kecamatan Geneng. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Ngawi, Eriksa Ricardo, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan internal berdasarkan hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Hutan Gunung Bancak Terbakar, Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman

    Hutan Gunung Bancak Terbakar, Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Bancak di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026). Api sempat bergerak dari kawasan atas menuju bagian bawah hingga mendekati permukiman dan sejumlah jaringan utilitas warga. Titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Melihat kobaran yang berpotensi meluas, sekitar pukul […]

    Bagikan
  • Stabilitas Harga Minyak Goreng, Bulog Madiun Mulai Distribusikan Minyakita

    Stabilitas Harga Minyak Goreng, Bulog Madiun Mulai Distribusikan Minyakita

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Madiun kini tidak hanya fokus pada distribusi beras. Namun, mulai Januari 2026 ini, Bulog juga mendapatkan tugas untuk mendistribusikan Minyakita dari produsen ke pengecer. Ini bagian langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng bagi masyarakat. Agung Sarianto, Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun mengatakan skema distribusi Minyakita ini […]

    Bagikan
  • Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu Magetan Dijadwalkan Besok, BKPSDM Tekankan Status ASN

    Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu Magetan Dijadwalkan Besok, BKPSDM Tekankan Status ASN

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akan dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Pendopo Surya Graha. Agenda ini menjadi penanda akhir dari rangkaian panjang proses pengadaan PPPK Paruh Waktu tahun anggaran 2025. Sebanyak 1.119 peserta PPPK Paruh Waktu yang […]

    Bagikan
  • Petani Bungkal Terima Bantuan Mesin Pemanen Padi

    Petani Bungkal Terima Bantuan Mesin Pemanen Padi

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Para petani di Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, semringah. Sebanyak 80 unit mesin pemanen padi (paddy reaper) disalurkan Yayasan STAPA Center untuk 80 kelompok tani setempat, Sabtu (2/3). Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Direktur Yayasan STAPA Center, Agus Rohmatulloh, mengatakan distribusi mesin pemanen […]

    Bagikan
expand_less