Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore.
Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) Kabupaten Madiun di Pondok Pesantren Al Basyariah, Kecamatan Pilangkenceng, dengan ketinggian lokasi sekitar 111 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Ketua LFNU PCNU Kabupaten Madiun, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa secara astronomis hilal memang belum memungkinkan untuk diamati. Hasil rukyat tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan.
“Ini istikmal, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari. Hasil pemantauan kami laporkan ke Kemenag RI sebagai bagian dari sidang isbat,” ujar Zainal.
Ia menambahkan, meski cuaca cerah sekalipun, hilal tetap tidak akan terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Kondisi mendung hanya semakin memperkecil kemungkinan pengamatan.
“Kalau tidak mendung pun, hilal masih di bawah ufuk. Jadi memang tidak mungkin terlihat,” katanya.

Senada dengan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Madiun Muhammad Tafrikhan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan menyikapi kemungkinan perbedaan awal puasa.
Ia menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan bagian dari praktik ibadah yang perlu disikapi dengan saling menghormati.
“Kami berharap masyarakat tetap guyub rukun dan tidak saling mencela, karena semuanya dalam rangka ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, setelah mempertimbangkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Jakarta. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris


