Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Harga Pangan di Magetan Stabil Selama Ramadan, Cabai Rawit Masih Tertinggi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 282
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga cabai rawit tertinggi Rp90 ribu/kg, (3/3/2026), Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan — Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan (Saber Pangan) Jawa Timur melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan rangkaian pemantauan di sejumlah wilayah seperti Madiun, Lamongan, Tulungagung, Blitar, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, dan Nganjuk.

Di Magetan, pemeriksaan difokuskan di Pasar Sayur Magetan, yang menjadi pusat aktivitas perdagangan harian masyarakat.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maya Safrina, menyebut sebagian besar harga pangan di Magetan masih stabil sepanjang Ramadan.

“Secara umum harga komoditas di Magetan relatif stabil. Hanya beberapa komoditas yang bergerak naik, terutama cabai rawit merah. Tren ini tidak hanya terjadi di Magetan, tetapi juga secara nasional akibat faktor cuaca,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Image Not Found
Menurut Bapanas harga komoditas di Magetan relatif stabil, (3/3/2026), Foto : Kusnanto

Maya menjelaskan harga cabai rawit merah di Pasar Sayur tercatat sekitar Rp90 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bahan pokok (sembako) berada pada level aman dan tidak menunjukkan gejolak berarti.

“Harga sembako stabil, pasokan aman. Para pedagang juga sudah memahami ketentuan HET dan harga acuan penjualan. Beberapa kenaikan hanya sebatas pembulatan harga, namun secara umum masih sesuai ketentuan,” tambahnya.

Untuk beras premium, harga penjualan rata-rata berada di kisaran Rp14.900 per kilogram, sedikit disesuaikan oleh pedagang saat transaksi eceran. Adapun harga daging sapi stabil pada level Rp135 ribu per kilogram, masih di bawah harga acuan pemerintah.

Maya memastikan seluruh stok pangan di Magetan dalam kondisi aman. “Pasokan aman, tidak ada kelangkaan. Alhamdulillah kondisi Magetan stabil,” tegasnya.

Selain memantau harga, tim Saber Pangan juga menilai kualitas dan keamanan pangan. Secara berkala dilakukan pengambilan sampel sayuran dan komoditas lain dari dinas terkait untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan berbahaya, terutama kandungan pestisida berlebih.

Hingga pemantauan terbaru, belum ditemukan pelanggaran mutu pangan di Magetan. Namun di daerah lain, seperti Ponorogo, tim menemukan indikasi penggunaan formalin pada ikan asin.

“Di Magetan belum ada temuan. Namun jika ditemukan pelanggaran mutu, kami akan menelusuri lebih lanjut dan memberikan edukasi kepada pedagang maupun produsen,” jelas Maya.

Seorang pedagang di Pasar Sayur Magetan, Asmina, mengungkapkan harga cabai rawit memang sering berubah dalam beberapa pekan terakhir.

“Sekarang rawit sekitar Rp96 ribu per kilo. Dulu pernah sampai Rp120 ribu. Setelah turun ke Rp85 ribu, naik lagi ke Rp90 ribu,” tuturnya.

Menurut Asmina, harga cabai besar berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram dan relatif stabil. Namun fluktuasi harga cabai rawit berdampak pada penjualan. Ia mengakui daya beli masyarakat menurun.

“Biasanya saya habis sampai dua puluh kilogram. Sekarang sepuluh kilogram saja tidak habis. Konsumen mengurangi pembelian, yang dulu beli seperempat kilo sekarang hanya beli sedikit,” katanya.

Asmina menambahkan bahwa faktor kenaikan harga berasal dari tingginya harga tingkat pemasok, sehingga pedagang tidak bisa melakukan banyak penyesuaian,(Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPA Winongo Diprediksi Penuh Dua Bulan Lagi, Ketua DPRD Kota Madiun Desak Pemkot Percepat Penanganan Sampah

    TPA Winongo Diprediksi Penuh Dua Bulan Lagi, Ketua DPRD Kota Madiun Desak Pemkot Percepat Penanganan Sampah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, Kota Madiun, diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga dua bulan ke depan. Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kota Madiun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun segera mempercepat langkah penanganan agar persoalan sampah tidak berkembang menjadi krisis lingkungan. Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, pengelolaan sampah menjadi […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Rumuskan Program “Kepo” untuk Kembangkan Ekosistem Wisata

    Pemkab Ponorogo Rumuskan Program “Kepo” untuk Kembangkan Ekosistem Wisata

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tengah menyiapkan terobosan baru untuk menumbuhkan ekosistem wisata. Program itu diberi nama Karisma Event Ponorogo atau disingkat Kepo. Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, melalui Kepo pihaknya ingin setiap desa mampu menghadirkan event wisata unggulan yang konsisten, kreatif, dan memiliki kekhasan lokal. Karena itu, ia telah meminta Dinas […]

    Bagikan
  • Budidaya Cacing Tanah Raup Untung Jutaan, Warga Madiun Ini Panen hingga Satu Ton

    Budidaya Cacing Tanah Raup Untung Jutaan, Warga Madiun Ini Panen hingga Satu Ton

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ketekunan Aji Mahmud (32), warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, membuahkan hasil manis. Pria yang akrab disapa Pak Aji itu sukses membudidayakan cacing tanah dengan sistem sederhana, hingga mampu memanen lebih dari satu ton hanya dalam waktu beberapa bulan. Usaha tersebut awalnya hanya bermula dari rasa penasaran dan coba […]

    Bagikan
  • Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perubahan status Gunung Lawu menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) bukan hanya membawa implikasi ekologis, tetapi juga memunculkan perhatian dari sektor pariwisata. Sebagian kawasan wisata alam yang selama ini dikelola Perhutani berada dalam area yang masuk rekomendasi Tahura. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa kegiatan wisata tidak akan terganggu, bahkan […]

    Bagikan
  • Rem Blong Saat Turuni Jalur Ekstrem Sarangan–Cemoro Sewu, Pesepeda Terlempar ke Arah Hutan

    Rem Blong Saat Turuni Jalur Ekstrem Sarangan–Cemoro Sewu, Pesepeda Terlempar ke Arah Hutan

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jalur ekstrem Sarangan–Cemoro Sewu kembali menelan korban. Kali ini, bukan pengendara motor atau sopir bus, melainkan seorang pesepeda yang kehilangan kendali saat melintasi turunan tajam di kawasan lereng Gunung Lawu. Korban diketahui bernama Widi Suprayitno (37), warga asal Magetan, yang saat itu mengikuti kegiatan gowes bersama komunitasnya pada Minggu pagi (22/6/2025). […]

    Bagikan
  • Jumlah Warga Miskin Tahun 2025 Menurun, Dinsos Gencar Verval di Lapangan

    Jumlah Warga Miskin Tahun 2025 Menurun, Dinsos Gencar Verval di Lapangan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Madiun per tahun 2025 alami penurunan. Ini seiring dengan jumlah warga yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) alami penurunan tiga tahun berturut-turut. Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Hendro Suwondo melalui Kabid Perlindungan Jaminan Sosial, Dedy Anggoro menyebutkan pada 2024 jumlah DTKS wilayah […]

    Bagikan
expand_less