Berita Terkini
Trending Tags

Dinkes Madiun Enggan Beberkan Hasil Uji Lab Makanan Dari SPPG Cinta Anak Klecorejo 

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 210
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinkes Kabupaten Madiun enggan beberkan ke publik hasil uji lab sampel dari sisa makanan di SPPG Klecorejo Mejayan. , Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Madiun – Dua pekan berlalu sejak puluhan murid dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Madiun mengalami gejala keracunan massal. Namun sayangnya penyebab pasti dugaan keracunan masih belum terungkap. Hasil uji laboratorium yang diharapkan dapat menjelaskan sumber masalah justru belum diumumkan ke publik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun.

Insiden keracunan terjadi pada Kamis (27/11/2025) dialami siswa-siswi SDN Klecorejo, SDN Darmorejo, dan SDN Kebonagung. Mereka mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa nasi goreng yang disuplai SPPG Cinta Anak Klecorejo. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Klecorejo dan Puskesmas Pilangkenceng hingga RSUD Caruban.

Kepala Dinkes Kabupaten Madiun, dr Heri Setyana mengungkapkan pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium di Surabaya. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan menyampaikan hasil uji tersebut kepada masyarakat. “Terkait hasil uji lab dari sampel makanan itu menjadi domain BGN,” ujar Heri, Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) bukan hanya memegang kendali atas penyampaian hasil uji laboratorium, tetapi juga menjadi penentu apakah SPPG Cinta Anak dapat kembali beroperasi pasca insiden. Dinkes, kata Heri, hanya memastikan koordinasi dengan Kasatgas SPPG Kabupaten Madiun tetap berjalan. Sementara keputusan final berada sepenuhnya di tingkat BGN.

Di sisi lain, SPPG Cinta Anak juga disebut tengah mengajukan Sertifikasi Layak Higienis Sanitasi (SLHS) dan masih menunggu proses penerbitan. “Pada dasarnya kami terus berkoordinasi, namun selebihnya kembali ke BGN,” pungkas Heri.

Hingga kini, publik masih mempertanyakan transparansi pemerintah daerah dan pihak terkait dalam mengungkap penyebab keracunan yang menimpa puluhan pelajar sekolah dasar tersebut. (Tov/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Retakan Akibat Longsor Ancam Jalan Raya Sampung-Parang

    Retakan Akibat Longsor Ancam Jalan Raya Sampung-Parang

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga yang melintas di Jalan Raya Sampung-Parang, tepatnya di sekitar SMPN 1 Sampung harus ekstra hati-hati. Pasalnya, ruas jalan di titik tersebut mengalami retakan akibat longsor yang terjadi sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Kapolsek Sampung, AKP Agus Suprianto mengungkapkan, tanda-tanda longsor mulai terlihat sejak H-3 Idulfitri. Retakan muncul setelah hujan deras […]

    Bagikan
  • Seleksi JPTP Pemkab Madiun Masuki Tahap Uji Kompetensi di UNS Solo

    Seleksi JPTP Pemkab Madiun Masuki Tahap Uji Kompetensi di UNS Solo

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Solo – Sebanyak 15 peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Madiun menjalani uji kompetensi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sejak Senin (08/09/2025). Tahap ini berlangsung dua hari, dilanjutkan wawancara oleh panitia seleksi pada Rabu (10/09/2025). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, menjelaskan seluruh peserta […]

    Bagikan
  • KAGAMA Madiun Kawal Hilirisasi Riset UGM, Dampingi Mahasiswa KKN Kembangkan Gamagora 7 hingga Program Pemberdayaan Desa

    KAGAMA Madiun Kawal Hilirisasi Riset UGM, Dampingi Mahasiswa KKN Kembangkan Gamagora 7 hingga Program Pemberdayaan Desa

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Keberhasilan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Madiun tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Cabang Madiun yang aktif mendampingi mahasiswa sejak tahap perencanaan hingga implementasi program di lapangan. Setelah mahasiswa KKN memaparkan capaian […]

    Bagikan
  • Jelang PSU Magetan, 16 Pemilih di 4 TPS Tercatat Meninggal Dunia 

    Jelang PSU Magetan, 16 Pemilih di 4 TPS Tercatat Meninggal Dunia 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan telah memperbaharui data pemilih di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu (22/3/2025). Hal itu ditegaskan oleh Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Magetan, Nanik Yasiroh, menyampaikan pencatatan per 15 Maret, terdapat 16 pemilih yang meninggal dunia, 8 […]

    Bagikan
  • Hujan Ekstrem Picu 26 Bencana di Ponorogo, 25 Longsor Terjadi dalam 5 Hari

    Hujan Ekstrem Picu 26 Bencana di Ponorogo, 25 Longsor Terjadi dalam 5 Hari

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo sejak awal April 2026 memicu puluhan kejadian bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat, sebanyak 26 laporan bencana masuk dalam kurun waktu 1 hingga 5 April 2026. Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun, menyampaikan dari total kejadian tersebut, sebanyak 25 merupakan tanah […]

    Bagikan
  • Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

    Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkembangan penyelidikan kasus luka bakar yang dialami bayi perempuan berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, hingga kini masih belum jelas. Laporan yang telah diajukan sejak Februari 2026 itu belum menghasilkan kepastian hukum yang diharapkan pihak keluarga. Karena belum adanya kejelasan, keluarga korban akhirnya mengajukan permohonan pendampingan ke DPC PDI […]

    Bagikan
expand_less