Berita Terkini
Trending Tags

Soal Puskesmas Pilangkenceng, Aktivis Anti Korupsi : Kerusakan Pondasi Lebih Cepat Meski Temuan BPK Sudah Dibayar

  • account_circle Mandor
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penggiat anti korupsi menyoroti kejanggalan proyek puskesmas Pilangkenceng Kab Madiun, (29/3/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Kejanggalan proyek Puskesmas Pilangkenceng Kabupaten Madiun menuai reaksi pedas dari aktivis anti korupsi. Meskipun administrasi sudah lunas dibayar, faktanya kwalitas bangunan pada pondasi tetap berkurang hingga memicu kerusakan yang lebih cepat.

“Meskipun secara administrasi bisa ditutup dengan pembayaran ke kas daerah, tetapi kwalitas bangunan faktanya tetap saja berkurang, apalagi yang dicurangi pondasi,” kata Budi Santosa, pentolan LSM WKR, Minggu (29/03/2026).

Budi juga menilai lemahnya kontrol dari sisi konsultan pengawas. Peran pengawas sangat penting untuk menentukan kwalitas. Namun yang terjadi biasanya pengawas jarang hadir di tempat proyek, sehingga kesempatan pelaksana proyek untuk berbuat curang terbuka lebar.

“Harusnya moment penting dalam tahapan pembangunan seperti item pekerjaan pondasi pengawasnya wajib hadir,” ujar aktivis yang pernah menyoroti kasus korupsi BKK di Kejari Kabupaten Madiun itu.

Sementara dari sisi penawaran pagu nilai proyek, Budi menduga terjadi penurunan cukup drastis. Meskipun hal itu sangat menguntungkan keuangan negara, namun di lapangan bisa saja menimbulkan praktik culas dengan mengurangi volume. 

“Turunya pagu penawaran memang wajar. Namun kalau itu terjadi diatas rentang 10 persen cukup berpotensi adanya dugaan praktik kecurangan volume,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan puskesmas di Pilangkenceng Kabupaten Madiun mendapat sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur. Ada kejanggalan dalam proyek senilai Rp 4,2 miliar pada Dinas Kesehatan tahun anggaran 2024. 

Dalam laporan itu, BPK mengungkap adanya kekurangan volume pekerjaan, khususnya pada item pondasi dan beton. Sesuai kontrak, pekerjaan pondasi seharusnya mencapai 127,43 meter kubik. Namun di lapangan, volume yang dikerjakan hanya 95,7 meter kubik, sehingga terdapat kekurangan 31,73 meter kubik.

Akibatnya, kekurangan volume pekerjaan pondasi tersebut bernilai Rp 19.966.161. Sementara itu, kekurangan pada pekerjaan betonisasi mencapai Rp 40.499.011. Total kekurangan volume pekerjaan dalam proyek ini mencapai Rp 60.465.172.

BPK menilai kondisi tersebut berisiko membuat Pemkab Madiun menerima hasil pekerjaan yang tidak sesuai rencana. Dampaknya tidak hanya pada aspek fisik bangunan, tetapi juga anggaran dan sosial.

“Dampak fisik berupa penurunan nilai properti, kualitas, dan fungsi bangunan, serta potensi kerusakan lebih cepat. Dari sisi anggaran, berpotensi menambah biaya pemeliharaan dan membebani keuangan daerah,” tulis BPK dalam laporannya. (Ndor)

Bagikan
  • Penulis: Mandor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54 di halaman Balai Kota, Rabu (03/12/2025). Kegiatan ini diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Korpri dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa Korpri merupakan tulang punggung […]

    Bagikan
  • Pasar Murah di Ponorogo Diserbu Warga, Berdesak desakan Demi Pangan Murah

    Pasar Murah di Ponorogo Diserbu Warga, Berdesak desakan Demi Pangan Murah

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Selasa (25/03/2025). Mereka saling berdesakan demi mendapatkan bahan pangan murah, di tengah kenaikan harga menjelang Lebaran tahun ini. Dalam GPM ini, harga bawang merah dijual Rp30.000 per kilogram, lebih […]

    Bagikan
  • Persinga Ngawi Bakal Arungi Liga 4 Jawa Timur 2024/2025

    Persinga Ngawi Bakal Arungi Liga 4 Jawa Timur 2024/2025

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KAB. NGAWI – Persinga Ngawi, tim kebanggaan warga Ngawi tengah menyongsong kompetisi Liga 4 Jawa Timur 2024/2025. Tim yang dijuluki Laskar Ketonggo ini, secara resmi memperkenalkan pemain dan jersey mereka. Hal itu bagian dari persiapan menuju musim kompetisi yang semakin dekat. Ketua Askab PSSI Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengungkapkan bahwa Persinga telah melakukan persiapan yang […]

    Bagikan
  • Khofifah Pastikan Evakuasi Korban Robohnya Mushola di Ponpes Al Khoziny Dilakukan Secara Profesional

    Khofifah Pastikan Evakuasi Korban Robohnya Mushola di Ponpes Al Khoziny Dilakukan Secara Profesional

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi korban ambruknya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo telah dilakukan secara profesional oleh tim gabungan. Pernyataan ini disampaikan Khofifah usai melakukan ziarah ke makam Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, di Kelurahan Selosari, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong”  photo_camera 4

    Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong” 

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah. Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa […]

    Bagikan
  • CJH Asal Madiun Sempat Dirawat di Ambulance Jelang Berangkat ke Embarkasi Surabaya

    CJH Asal Madiun Sempat Dirawat di Ambulance Jelang Berangkat ke Embarkasi Surabaya

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satu dari 199 calon jemaah haji (CJH) kloter 52 asal Kabupaten Madiun terpaksa mendapatkan perawatan medis di dalam ambulance milik Public Safety Center (PSC) saat akan diberangkatkan dari Pendopo Ronggo Djumeno menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (16/05/2025). Calon jemaah Haji Agus Karyanto (75) warga Kecamatan Wungu, sempat mengalami penurunan […]

    Bagikan
expand_less